Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 2: Ketukan malam


__ADS_3

Ketika malam tiba, aku ingin tidur namun mataku tidak dapat terlelap. Beberapa kali aku mencoba untuk memejamkan mataku namun tidak bisa. Aku pun memutuskan untuk ke kamar mandi dan berwudhu serta melakukan sholat malam dua rakaat di kamarku. Setelah itu aku berusaha tidur, tak lama kemudian mataku mulai berat dan ingin terpejam untuk ke alam mimpi. Namun, beberapa menit setelah mataku pulas dengan sendiri nya, aku mendengar ada suara "tok...tok...tok" Suara Ketukan Di Jendela.. Terbuka lah mataku dan aku langsung terfokus ke arah jendela yang diketuk dan aku melihat sosok anak perempuan di sana.


"Hah siapa itu?"kata ku dengan kagetnya saat melihat sosok anak perempuan di sana.


Tapi, rasa penasaranku membuatku ingin melihat sosok itu lebih dekat dan...


"Eh Lisa? Ngapain kamu disini?"sontak aku kaget melihat Lisa yang ada di sana.


"Aku ingin mengajakmu bermain"jawabnya dengan suara datar dan membuat bulu kuduk ku bangkit.


"Em tapi kan ini udah malam" sahutku yang setengah mengantuk sambil mengucek mata.


Kamar ayah dan ibuku bersebelahan dengan kamarku, ayahku yang belum tidur mendengar aku berbicara


"Ririn, kamu belum tidur?"ujar ayah yang hendak masuk ke kamarku


"Ini juga mau tidur yah, tapi ada...."belum selesai aku berbicara Lisa tiba-tiba tidak ada disitu lagi, saat aku menoleh ke arah ayahku yang membuka pintu kamarku.


"Ada apa Rin?"tanya ayah yang keheranan melihat sikapku


"tidak apa-apa yah cuma tadi aneh aja"ucapku dengan jantung yang berdetak kencang


"aneh kenapa?.. mendingan kamu tidur Rin, besok saja cerita nya"Ujar ayah kepadaku


"Baik yah"sahutku dengan pikiran masih pada kejadian tadi

__ADS_1


Setelah itu aku tidur karena sudah larut malam sampai pada azan subuh yang berkumandang. Aku segera bangun kemudian mandi dan Aku wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah itu aku berzikir hingga aku merasakan mata ku berat.


Keesokan harinya, pagi yang cerah dengan cahaya matahari yang masuk ke kamar ku melalui jendela dengan horden putih dan membuat mataku terbuka lebar lalu aku terbangun. Seketika sadar karena aku tidur di sajadah dan masih menggunakan mukenah.


Aku bergegas keluar kamar untuk joging. Aku joging dengan baju kaos panjang bewarna biru dan celana training yang senada warnanya dengan bajuku. Tak lupa aku menggunakan sepatu olahraga kesayanganku.


Saat sedang joging, aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang dan benar saja yang kulihat ada Lisa dibelakang ku.


"Lisa..! ngagetin aja deh"kata ku agak kaget melihat Lisa.


"maaf kan aku Rin"kata Lisa dengan nada datar.


Aku masih teringat dan berfikir mengapa Lisa tidak pernah berbicara dengan nada yang seharusnya diutarakan. Dia lebih kepada kata Datar untuk nada bicara nya.


"Ririn.."Kata Lisa yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku


"Aku ingin menjadi sahabatmu"pinta Lisa kepadaku


"Hah serius nih, kamu mau berteman dan jadi sahabat aku?" sahut ku senang karena aku disini tidak bertemu atau kenal dengan anak sepantaran denganku.


"Iya Rin"Jawabnya


"Wahhhh aku seneng banget deh bisa kenal dan bisa bersahabat sama kamu"ujar ku kesenangan..


-POV Kak Rian-

__ADS_1


Pagi ini aku sedang membawa adikku Rizki jalan-jalan ke sekitar rumah dan aku melihat...


"Lohh itu kan Ririn, kok Ririn ngomong sendiri sih??" Tanya ku kepada diri sendiri dengan bingung melihat Ririn ngomong sendiri.


"Rin....!"Teriakku memanggil Ririn


Ririn yang mendengar teriakan ku memanggil dirinya, kini menoleh kearah ku


"iya kak ada apa?"Tanya Ririn kepadaku..


"Kamu bicara sama siapa dek?"Tanyaku keheranan lagi


"ohh ini loh kak aku bicara sama Lisa temen sekaligus sahabat baru aku"Jawab Ririn dengan penuh kesenangan


"Hahh?? Lisa siapa sih dek? disitu tidak ada siapa-siapa. Sedari tadi kakak lihat kamu cuma ngomong sendiri dek"Jelasku kepada Ririn


"Tapi kak ini Lisa ada di...."Sahut Ririn yang akan menunjukkan Lisa namun terputus perkataan nya itu saat Ririn menoleh ke arah Yang dia maksud


"Lohh Lisa kemana? tadi ada kok disini" Ujar Ririn keheranan


"Kamu halusinasi kali dek" sahutku Yang tidak percaya akan adanya Lisa


"hmm tapi kak..."kata Ririn


"Sudah tidak ada tapi-tapi an, sekarang kita pulang dek"lanjutku berkata yang semakin heran dengan sikap Ririn

__ADS_1


kami pun pulang bersama dengan fikiran yang masih tertuju pada Lisa.


__ADS_2