
Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya ya😉😊🤗
.
.
.
Membuka mata. Merasakan hangat nya pagi ini. Ibu dan yang lainnya ada disekitarku..
"Ibu ini ada apa?" Tanyaku pada ibu
"Kamu semalam pingsan, dan sekarang baru bangun" Sahut ibu
"Oh ya Ririn ingat kejadian semalam" Ucapku
"Semalam ada apa Rin?" Tanya Kak Rian
"ternyata sosok yang mengganggu Dedek Azmi terus adalah milik seseorang. Ririn gak tau siapa dia. Dia mencoba membalas dendam sama Ririn karena Ririn waktu itu menggagalkan renacanya mengadopsi bayi dirumah sakit itu" Jelasku pada mereka
"Kapan itu Rin? kok kamu gak cerita?" Tanya Ayah
"Waktu itu Ririn diem-diem keluar kamar ruangan perawatan cuma mau nolongin sosok yang ada ruang perawatan yang Ririn tempati. Ia meminta agar Ririn nyelamatin anaknya yang akan diadopsi oleh orang yang salah. Orang itu akan menjadikan bayi tersebut sebagai tumbal. Dan Makhluk yang mengganggu Dedek Azmi itu adalah miliknya. Tapi tenang saja, semuanya sudah tidak ada" Jelasku pada mereka
"Bagaimana kamu mengalahkan mereka? kamu saja tidak meminta tolong pada kami tadi malam dek" Ucap kak Nurul
"Iya kak, tadi malem Ririn gak bisa teriak sama sekali. Mungkin itu sihir dari orang itu. Ririn selamat juga karena Putri. Ia memberitahu Ririn bahwa Ririn harus mengambil dan membakar kalung milik orang itu" Ucapku
"oh begitu, yasudah nak. Ibu sekarang lega kamu tidak apa-apa" Ucap ibu
"Iya bu" Sahutku
Sore ini aku berjalan jalan bersama temanku. Janjian yang sudah ditentukan bersama. Akan makan bersama lagi.
Semenjak usai Kuliah, kami tidak ingin berpisah jauh karena kami sangat dekat.
"Guys, kejadian lagi tadi malem" Ucapku pada mereka
"Kejadian apa?" Tanya Gilang
__ADS_1
"Ya itu... nyawaku hampir melayang" Sahutku
"Kok bisa?" Ucap mereka semua
Aku menceritakan kejadian yang menimpaku semalam hingga selesai. Mereka sangat terkejut dan ngeri akan ceritaku.
"Ngeri banget, untung aja kamu gapapa" Ucap Shiva
"Iya syukurlah" kataku
Tak lama, terlihat Danar bersama Dani datang. Mereka duduk segera.
Aku masih sangat kesal pada Dani karena kemarin. Memang seharusnya aku tidak marah, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi.
"Hai semua" Ucap Danar
"Hai" Sahut Kami
"Hai Rin" Ucap Dani menyapaku yang tak kuhiraukan
Begitu kesal hingga membuatku tak betah untuk duduk disini lebih lama.
"Semuanya, Aku pulang duluan ya bye" Kataku
"Gapapa" Sahutku singkat meninggalkan meja itu
"Ririn kenapa?" Tanya Dani yang masih terdengar
"Kalo enggak karena kamu kemarin, aku mungkin gak bakal marah kayak gini" Batinku
Aku pergi menghindari mereka. Pergi ke taman yang ada didekat sana. Duduk seorang diri di kursi taman itu.
"Kenapa sih jadi gini?" Tanyaku sendiri
"Semuanya kok disini pada sama pacarnya. Lah aku sendirian:(" Batin Ririn
"Aku ada disini Rin tenang aja" Ucap Putri
"Eh Putri. Makasih ya Put kamu mau nemenin aku disini. Kamu memang sahabat terbaik aku" Ucapku padanya
"Mbak ngomong sama siapa?" Tanya salah satu pemuda yang melintas
__ADS_1
"enggak kok mas, saya tadi cuma lagi akting aja untuk kegiatan sekolah" Sahutku berbohong
"Oh yaudah mbak" Katanya lalu pergi
"Put" Kataku memanggilnya
"Apa?" Tanya Putri
"Kenapa sih Dani lebih milih sama tuh cewe? apa karena aku terlalu lama nerima isi hati dia? atau karena aku gak cantik? atau dia gak suka sama aku lagi?" Tanyaku
"Udah shutttt kamu nanya satu-satu dong. Intinya kamu sabar, mungkin dia punya alasan" Ucap Putri
"Alasan apa put?" Tanyaku padanya
"Aku gak tau juga" Sahut Putri
Putri mengelus punggungku walau hanya terasa Hawa hangat menyentuh. Ia menenagkan diriku.
.
.
.
Tungguin Kelanjuttannya ya😊😉
Dan jangan lupa untuk like, komen, vote, favorite dan rate nya ya🤗😊
Jangan lupa juga untuk mampir ke novel ku yang lain. Daftar nama novelnya ada dibawah👇👇
Fajar Untuk Senja
Love Defeats My Psicopat
Cool Girls
Buruan Capcus mampir kesana lalu tinggalkan jejak serta dukungan kalian okey👍🤗
Sekian Terima Kasih❤
__ADS_1