
Pagi hari tiba...
Cahaya matahari sudah datang menerpa diriku yang masih terbaring dikasur. Aku beranjak dari tempat tidurku dan segera mandi. Setelah mandi aku bersiap karena pagi ini aku akan pulang kerumah ibu dan ayahku.
Tok tok tok....
"Non, dipanggil sama nyonya viana untuk sarapan"Ujar Bi Nayem sembari mengetuk pintu
"Iya Bi sebentar"Teriakku dari dalam kamar
"Baik Non Bibi permisi dulu"kata Bi Nayem
Selesai bersiap-siap aku beranjak keluar dari kamar menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama mereka.
"Pagi tante"Sapa ku kepada tante viana
"Pagi nduk, mari sarapan bersama"Ujar tante Viana mengajakku sarapan
Aku sarapan bersama dengan keluarga Dani. Dari sini aku juga bertemu dengan kakak kandung Dani dan kakak iparnya serta anaknya.
"Mbak mari sarapan"Ajak ku kepada kak Dinda. Kakak ipar Dani
"Iya nduk mari"Sahutnya
Kami sarapan hingga selesai dan kini aku sudah bersiap akan pulang dengan diantar oleh Dani.
"Rin ayuk berangkat"Ajak Dani sembari melirikku
"Iya"Sahutku sambil berpamitan dengan keluarga Dani
__ADS_1
Kami sekarang berangkat. Diperjalanan kami juga terlibat obrolan ringan.
"Rin kemarin di Bus kamu tidurnya lucu deh"Kata Dani sambil tersenyum. Sungguh itu membuatku malu hingga menunduk
"Ihh kamu ngeliatin aku ya?"Tanyaku yang menahan malu
"Ehh enggak kok, sekilas aja pas kamu senderan ke aku" Kata Dani yang semakin membuat pipiku merah bagaikan kepiting rebus
"Dani jangan dibahas dong, malu tau"Sahutku sembari menundukkan kepala
Lisa yang duduk dibelakang, dia memanggilku..
"Rin..."Panggil Lisa dengan nada datar
"Apaa?"Sahutku dengan nada sedikit sebal dengan perkataan Dani tadi
"Kenapa Rin? ngomong sama siapa?"Tanya Dani keheranan
"Ohh"
"Rin, didepan sana ada sesuatu"Kata Lisa dengan nada datar
"Siapa?"Sahutku yang masih cuek
"Sosok menyeramkan!"ujar Lisa lalu dia menghilang
"Hahhhh??? dimana?"Ucapku yang terkagetkan oleh perkataan Lisa. Aku terbelalak mendengarnya
"Eh kenapa Rin?"Tanya Dani
__ADS_1
"Hmmm tadi Lisa bilang ada sosok disana. Aku gak tau dimana"Jelasku kepada Dani
"Yaudah jangan dipikirin berdoa aja supaya gak ada apa-apa"Saran Dani
Aku terus berdoa supaya sosok itu tidak muncul dan membuatku kaget serta ketakutan lagi.
Beberapa saat diperjalanan terasa baik-baik saja. Namun, tak lama kemudian......
Haaaaaaaaahhhh... Teriakku sembari menutup mata karena aku ketakutan.
"Eh Rin kenapa? Rin kenapa Rin?"Tanya Dani yang panik karena melihatku ketakutan
"Itu Dannn itu... hikss"Kataku ketakutan sambil menangis
Kurasa Dani menghentikan mobilnya ditepi jalan dan memegangi kedua tanganku yang menutup mataku dan menenangkanku agar aku tidak menangis lagi.
"Rin udah Rin jangan nangis. Gak ada apa-apa kok"Kata Dani menenangkanku
"Apanya yang gak ada!? kamu mah mana bisa ngeliatnya hiks.. hikss"Kataku sebal karena Dani
"iya iya maaf Rin"Sesal Dani
Aku terus menangis karena ketakutan hingga Dani benar-benar menenangkanku.
"Udah ya gak boleh nangis lagi tenang ada aku disini. Aku bakal lindungin kamu oke"Ujar Dani menenangkanku
Kali ini aku takut sekali, sosok itu menyeramkan!.. dia bertubuh besar, bermata merah, dan bergigi taring panjang. Entah makhluk apa itu?
Aku yang masih takut dengan sosok itu masih melihat-lihat jalanan karena takut dia muncul lagi.
__ADS_1
-------