
Beberapa hari Dani dirawat dirumah sakit. Shiva dan Bela yang menginap dirumahku, kuajak mereka menemui Dani yang dirawat dirumah sakit.
"Shiva, Bela.. Jenguk Dani yuk"Ajak ku
"Ciee kangen yaa??.."Ledek Shiva
"ee... enggak kok kan udah beberapa hari ini kita enggak liat kondisinya Dani. Lagian Karena dia aku selamat. Kalo enggak yang dirumah sakit sekarang aku"Jelasku kepada mereka
"Yaudah deh siap-siap"Ujar Bela
Kami berangkat ke Rumah sakit...
Disisi lain..
-POV Dani-
-------------
Aku sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya. Namun, tubuhku masih lemah jika harus banyak bergerak. Fikiran ku sekarang teralihkan kepada Ririn.
"Hmm Ririn kemana ya?, semenjak itu aku belum melihatnya sama sekali"Gumamku dalam hati
"Heyyyyy Mikirin apa lu?"Ujar Danar m3mbuyarkan lamunanku
"Enggak kok"Sahutku sembari tersenyum
"Halahhh ga usah bohong deh. Lu mana bisa bohong. Jujur aja paati lagi mikitin Ririn ya?"Celetuk Gilang
"Cieee ada yang kangen nih.. Ekhemmm"Sambung Beni
__ADS_1
"Ihh apaan sih kalian. Kaga kali"Sahutku dengan memincingkan pandangan
Mereka benar-benar membuatku semakin kepikiran oleh Ririn. Ya memang benar. Aku Rindu seorang Ririn yang terkadang ceria.
"Hmm iya sih, Btw kenapa ya Ririn enggak jengkuk aku?"Lanjutku setelah terfikir lagi
"Nah kan akhirnya jujur juga kan lu"Ujar Danar sambil tersenyum
Kami berbincang dengan girang. Hingga tak lama kemudian..
"Tok tok tok...."
"Assalamualaikum"Sapanya
Sebentar!.. Aku mengenal suara Ini. ini seperti suara Ririn. Tapi benarkah?. Saat pintu terbuka terluhat disana ada Ririn. Ini sungguh seperti kejutan bagiku. Akhirnya rasa rinduku akan terbayarkan. Dengan cepat aku menjawab salamnya
"Waalaikumsalam"Sahutku dengan senyum lebar
-------------
Aku memasuki ruang inap Dani. Kulihat wajahnya sumringah sekali. Ada apakah gerangan?
"Haii Dan. Bagaimana kabarnya udah baikan?"Sapaku sembari bertanya keadaannya
"Alhamdulillah baik"Sahutnya
"Ekhemmm ekheeemmm"Suara Dani dan Gilang terdengar jelas
"Apaan sih?"Tanya Dani kepada Mereka
__ADS_1
"Rin, tadi ada yang kangenin kamu tuhh"Ujar Danar sembaru memuncungkan bibirnya menunjuk ke Dani
Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Tapi, terlebih parahnya..
"Eh sayang, keluar bentar yuk aku mau ngomong nih"Ujar Gilang Sembari mengulurkan tangannya ingin menggandeng Bela
"Eh tumben kamu, yaudah dehm aku keluar bentar gapapa lah kan"Kata Bela tersenyum
"Iya gapapa"Sahutku
"Emmm sepertinya aku keluar juga deh Rin, Dan"Sambung Danar yang berjalan mengajak Shiva
"Yah kan yang jomblo ditinggal sendiri. hwuaa"Rengek Beni
"Udah jangan ngerengek gitu. Aku juga Jomblo kali Ben. yuk kita keluar bareng aja"Lanjut Miko
Aku hanya tersenyum melihat mereka. Dan terlihat Beni beranjak keluar ruangan
"Eh mau kemana Ben?"Tanyaku kepada Beni
"Ada urusan.. Kalian lanjut aja ya"Ujar Beni tersenyum memandang Dani
Terlihat Beni dan Miko sepertinya memiliki maksud dan Dani terlihat paham hingga dia mengacungkan jempolnya.
"Eh Beni, Miko jangan pergi. masa aku disini cuma sama Dani, kan gak enak"Kataku bimbang
"Udah la tenang aja. paling enggak lama aku balik lagi. Tolong jagain Dani dulu ya hehe" Ujar Beni yang akhirnya meninggalkan ruangan
Memang teman-temanku, Beni dan Miko sepupu Dani itu keterlaluan. Sekarang yang ada hanya kecanggungan diantara aku dan Dani saat akan berbicara. Jantungku berdegup kencang saat ini. Entah kenapa aku merasa mereka sengaja meninggalkan ku berdua bersama Dani.
__ADS_1
------