
Sepanjang perjalanan aku mengobrol dengan Dani hingga sekarang.
"Eh rin, temen kamu Lisa ikut gak?"Bisik Dani ditelingaku
"Ada tuh dibelakang, dia ngeliatin kamu terus dari tadi"Sahutku sambil menoleh kebelakang
"Hah masa iya?, kenapa aku dilihatin terus ya?"Ujar Dani keheranan
Lisa mendekat kepadaku..
"Lisa, kamu kenapa ngelihatin Dani terus?"Bisikku dengan pelan
"Dia ada sesuatu padamu"Sahut Lisa
"Eh Rin, kenapa?"Dani menepuk bahu ku. Karena dia melihatku menoleh ke arah kursi belakang yang kebetulan tidak ada penumpangnya.
"Enggak apa-apa kok.. hihi"Sahutku sambil tersenyum
"Ohhh"
Waktu terus berjalan..
Kini sudah hampir pukul 12 siang. Bus kami berhenti sejenak untuk istirahat makan dan Sholat bagi yang melaksanakan.
"Rin, kamu sholat gak?"Tanya Dani kepadaku
"Eh maaf aku gak sholat, soalnya lagi halangan"Sahutku sambil memainkan hpku
"Ohh yaudah aku sholat dulu ya"Ujar Dani sembari keluar pintu Bus
__ADS_1
"Iya"Sahutku
Aku pun turut keluar ingin membeli makanan untuk makan siang.
"Hmmm beli nasi goreng enak kali ya"Gumam ku dalam hati
Aku memutuskan membeli nasi goreng di kedai yang ada di Dekat Bus ini. Aku menunggu Nasi Goreng itu jadi sembari berjalan menuju tempat duduk. Aku yang tidak hati-hati tersandung batu yang ada disana..
Dugg..
Aku tak bisa menahan diriku hingga hampir terjatuh namun tidak jadi. Karena seseorang dari belakangku menahan tanganku.. Huhhh untung saja. Eh tunggu! siapa dia?
Aku berbalik badan dan melihat ternyata dia yang menolongku adalah Dani
"Eh Dani, makasih ya"Ujarku sambil menggaruk-garuk kepala
"Aku beli nasi goreng tuh buat makan siang. Kamu mau?"Sahutku dengan menawarinya
"emmm boleh deh lagian juga lapar nih belum makan"Kata Dani
Kami menunggu pesanan kami selesai dan kami kembali ke bus, lalu memakan nasi goreng itu didalam bus.
Kami telah selesai makan dan Bus berangkat kembali...
Kebiasaanku, sehabis makan pasti mengantuk. mataku berat dan aku menyandarkan badanku di kursi dudukku hingga aku terlelap tidur.
-POV Dani-
-------------
__ADS_1
Aku memainkan hpku melihat chatting teman-temanku. Setelah itu aku kembali meletakkan hp ku disaku baju ku. Kulihat dia yang manis nan cantik bahkan wajahnya yang anggun. Dia adalah Ririn. kulihat dia terlelap tidur. aku yang ingin mengajaknya berbicara, spontan membungkam mulutku
"Rii.. upss dia tidur, sejak kapan?"kataku dengan berbisik pelan
"hmm kasihan dia, mungkin kelelahan"Gumamku dalam hati
Aku suka melihatnya tidur, lucu sekali. hidungnya yang mancung dan bibirnya yang tidak begitu tipis dan tebal. sangat menawan..
Aku yang memandangi sekitar jalanan terlihat mendung yang bergemulai an diawan.
"Bentar lagi hujan nih"Kataku sembari menatap kearah jendela
Tak terasa hujan pun datang..
Ririn yang tertidur pulas hingga kepalanya tersandar dibahuku
"Eh eh.. aduhh rin kenapa harus bersandar ke bahuku?"Bisikku pelan
"hmm tapi gapapa deh kalo aku bangunin kasihan"ujarku dalam hati
Yaa sebenarnya aku senang Ririn bersamaku sekarang seperti ini. Jujur saja aku menyukainya sudah lama, namun aku belum bisa mengungkapkan perasaanku kepadanya
Lama-kelamaan Ririn semakin menyandarkan kepalanya diBahuku. Dia memang tidak sadar karena kepalanya tersandar kebahuku akibat jalanan yang berbelok-belok dan ada sedikit jalan yang mungkin berlubang.
Sungguh ini membuat hatiku berdegup kencang..
Namun, aku tidak boleh menunjukkan sikap anehku didepan Ririn.
-------
__ADS_1