
Hari ini aku mulai Kuliah lagi. Hari ini aku dan temen-temanku sepertu biasa sarapan bersama dikantin.
"Heiiii.. "Sapa Bela kepada Dani
"Ekhemmm, Yang disini ga disapa nih?" Kata Gilang cemburu
"Eh eh iya.. Hai sayang"Kata Bela yang berkata sembari tersenyum
"Eh sudah-sudah jangan berisik mari makan"Kata shiva mengajak
"Oke deh aku pesen dulu ya"Kataku sembari berjalan memesan makanan
Kami memakan makanan kami hingga selesai, Sampai pada akhirnya Shiva sadar bahwa tidak ada Ririn disini
"Loh lohhh tunggu dulu, Ririn kemana? aku baru sadar nih dia gak ada"Tanya Shiva kebingungan
"Ririn Ga masuk kuliah, dia sakit"Kataku dengan sedih mengingat Ririn
"Loh sakit apaan?"Tanya Gilang
"Gak tau, sakitnya aneh banget"Sahutku
"Aneh gimana sih?"Lanjut Shiva
"Jadi gini...."Aku menjelaskan sedetail mungkin kenapa Ririn tidak masuk kuliah hari ini
"Hmm kok bisa gitu ya?"Tanya Danar kebingungan
"Aku juga gak tau, Tapi sepupu ku udah nyaranin dengan temennya. Kalo temennya itu terlebih bisa dibilang istimewa lah"Jelasku kepadanya
__ADS_1
"Ohh begitu, yasudah kami boleh ikut gak?"Tanya Bela
"Boleh dong, kita rame-rame aja supaya Ririn nya gak sedih. Kasihan dia sedari kemarin sebelum aku pulang dia hanya diem dan mau sendiri"Jelasku
"Yaudah beberapa hari lagi kita kan diliburkan karena tanggal merah dan ada beberapa kasus Di fakultas kita yang harus diselesaikan. Jadi kita mendapatkan libur agak leluasa"Jelas Danar
"Ohh benarkah?.. Yasudah kita sekalian kan bisa jenguk Ririn!, dan sekalian bisa hibur dia"Ujar Shiva
"Iya semoga aja ya Ririn cepet sembuh"Kataku dengan wajah menunduk menyembunyikan kesedihan
"Eh Dan lu kenapa? kok sedih gitu. lu Rindu ya sama Ririn? atau suka sama dia?"Celetuk Gilang sembari tersenyum dan menepuk bahuku
"E...ee enggak kok. apaan sih lu. Gua tabok nanti nih"Gemas sekali dengan perkataannya
"Udah jujur aja lah, keliatan tau"Sambung Danar
"Iya iya aku suka sama dia, cuma belum saatnya aja aku bilang tentang perasaanku sama dia" Jelasku
"Hmm sepi banget rasanya tanpa Ririn"Lanjut Shiva
"Iya, kayak ada yang kurang"Ujar Bela
kami berbincang lumayan lama hingga tak terasa kami harus kembali ke kelas. Aku tak lupa melaporkan kepada Dosen tentang keadaan Ririn
----
Pulang dari kampus, aku berganti pakaian dan siap-siap akan pergi bersama Miko menemui temannya itu.
"Bu, Miko dan Dani mau pamit kerumah temen"Kata Miko sambil menyalami tangan ibunya
__ADS_1
"Iya Bi, kita pamit dulu"Lanjutku bersalaman dengan Bi sari
"Iya nak hati-hati"Sahut Bi Sari
Kami berjalan Menuju rumah teman Miko.
Sesampainya disana...
"Assalamualaikum.."Salam Miko sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam, eh miko. Silahkan masuk"Jawab teman Miko
Kami masuk kerumahnya dan dipersilahkan duduk.
"Oh ya Ben, ini sepupuku Dani"Kata Miko memperkenalkanku
"Iya, aku Beni"
"Aku Dani"
"Jadi, gimana? tumben nih sempet main kesini"Ujar Beni bertanya kepada kami
"Gini Loh..."Miko menceritakan masalah Ririn yang tadinya sudah kuceritakan semua
"Hemm aku tidak bisa melihat apa yang terjadi pada Ririn, jika aku tidak bertemu dengannya"Ujar Beni sembari mengelus-elus dagunya
"Tapi kami beberapa hari lagi akan ke kota. Dia sekarang sedang dirawat dirumah sakit atas pinta dari dokter. Apa kamu bisa ikut kamim"Lanjutku dengan pinta kepada Beni
"Ya tentu saja, selagi aku minggu ini tidak sedang sibuk"Terima Beni dengan senyuman
__ADS_1
Kami sudah merencanakan akan pergi bersama menemui Ririn.
----