Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 85: Baju


__ADS_3

Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya ya😉😊🤗


.


.


.


Malam hari....


Dikamar, aku beristirahat karena tubuhku begitu lelah hari ini. Teringat akan Putri, aku menelfon ibu untuk menanyakan tentang tante Rosa


"Assalamualaikum ibu" Ucapku


"Waalaikumsalam nak... Gimana disana?" Sahut dan tanya ibu


"baik bu, Sahutku


"Oh syukurlah" Kata Ibu


"Iya bu, mmm bu Ririn masih penasaran sama keberadaan tante Rosa. Kira-kira dimana ya? ibu kan juga kenal sama tante Rosa" Kataku pada ibu


"Ibu gak tau pasti, terakhir ngehubungin tante Rosa sekitar satu bulan sehabis temen kamu Putri itu meninggal" Sahut ibu


"Oh iya Ririn ingat waktu itu kan tante Rosa bilang mau pindah keluar kota. Ketempat siapa gitu lupa Ririn" Kataku


"Diluar kota itu ada dua tempat yang ibu tau itu keluarganya. Yang pertama diluar kota daerah **** itu tempat iparnya, terus yang daerah ****** tempat orangtuanya" Sahut ibu


"Oh ya nanti Ririn cari tau deh. Soalnya kasian bu si Putri pengen tante Rosa tau kalau anaknya belum tenang" Ucapku pada ibu


"Terus rencana kamu gimana?" Tanya ibu


"gak tau bu, nanti Ririn pikirin lagi. Kalo gitu Ririn tutup ya bu, salam untuk semuanya. Assalamualaikum" Ucapku menutup telfon


"Waalaikumsalam iya Rin" Sahut ibu


tut tut tut...


Telfon kami mati..


Pintu kamar terbuka menampilkan suamiku yang membawa segelas susu di nampan.


"Hai sayang" Ucapnya


"Hai, tumben bawa susu?" Tanya ku padanya

__ADS_1


"Iya ini untuk kamu, aku dari tadi liat kamu banyak ngerjain pekerjaan rumah. Padahal baru sehari disini, jadi aku buatin ini supaye badan kamu lebih enakan" Ucapnya


"oh gitu makasih ya. Lagian itu tugasku sebagai istri kamu dan menantu mama viana" Sahutku


"iya iya, nih diminum dulu" Katanya sembari duduk disampingku diatas ranjang ini


Aku langsung meminum habus segelas susu itu. Setelah habis, langsung kuletakkan gelasnya dinampan tadi.


"oh ya mas, besok kamu kerja gak?" Tanya ku


"Belum, aku dapet cuti sampe seminggu" Sahutnya


"oh kalau begitu, besok mau gak anterin aku ke rumahnya Putri yang dulu?" Tanyaku sembari bersandar dibahunya


"Mau ngapain?" Tanya nya membelai kepalaku


"Mau cari tau tentang tante Rosa mamanya Putri" Sahutku


"Yaudah deh besok di anterin. Tapi, gak gratis" Katanya


"lah terus bayar gitu?" tanyaku


"iya" Sahutnya


"Bayar pake uang? kan aku istri kamu mas" Kataku


"Ohh, tapi bener ya besok anterin?" Tanyaku mencari kepastian


"iya iya besok dianterin kok, asal bayarannya dulu" Sahutnya


"yaudah sini" ucapku mendekat kepadanya


Tak menduga bisa melakukan ini, dulu hanya sekedar teman dan tak pernah sekalipun aku berfikir bisa menikah dengannya. Sikap yang tak biasa kutemui. Sikap manja pada dirinya ada setelah menikah denganku.


Ciuman datang dan saling menyambut. Ia tak ingin ciumanku hanya ada dipipinya melainkan dibibirnya.


Nafasku tersengal karena dirinya yang semakin menginginkan ciuman itu lebih dalam. Hingga suara ganggang pintu yang terbuka mengagetkan kami dan langsung melepaskan ciuman kami.


Kleekk...


"Eh maaf, mama lupa ketuk dulu" Ucap mama Viana menutup mata


"Eee..ee gapapa ma. Ada apa ma?" Tanyaku merasa malu


"Mama mau kasih kalian baju" sahut mama Viana

__ADS_1


"Ma, gak usah nutup mata gitu lagi hehe" Celetuk suamiku


"iya, tadi kan mama kaget. Nih sayang bajunya" Ucap mama Viana


Aku beranjak mengambil baju itu. Dua pasang baju tidur Couple lelaki dan perempuan berwarna hijau tua polos dengan les berwarna oranye itu sangat cantik.


"Makasih ma, tapi kenapa mama kasih baju? kan baju kita udah banyak" tanyaku


"gapapa, anggap aja hadiah tambahan dari mama untuk kalian" Ucap mama Viana


"makasih ma" Ucapku dan suamiku


"sama-sama, yaudah mama keluar dulu. Lanjutin aja, jangan lupa kunci pintu ya" Ucap mama keluar


"iya mama" Sahut kami


Suamiku langsung beranjak dari ranjang dan mengunci pintu kamar kami. Aku baru saja meletakkan baju tadi didalam lemari, Akan tetapi ia langsung menarikku menuju ranjang.


" eh eh mas, jangan keburu" Ucapku


"gapapa, mau lagi. Udah gak tahan, setelah tadi kehenti" Katanya


Aku hanya menurut. Sebagai istri, aku menjalankan kewajibanku untuk melayani suamiku.


.


.


.


Tungguin Kelanjuttannya ya😊😉


Dan jangan lupa untuk like, komen, vote, favorite dan rate nya ya🤗😊


Jangan lupa juga untuk mampir ke novel ku yang lain. Daftar nama novelnya ada dibawah👇👇



Fajar Untuk Senja


Love Defeats My Psicopat


Cool Girls


Buruan Capcus mampir kesana lalu tinggalkan jejak serta dukungan kalian okey👍🤗

__ADS_1


Sekian Terima Kasih❤



__ADS_2