
Lanjut lagi ya hehe๐
.
.
.
Kala melihat kak Rian, aku langsung bangkit dari tempat untuk bisa duduk dengan benar lalu memeluk kak Rian yang sudah ada dihadapanku.
"kakak apa kabar?" Tanyaku pada kak Rian
"kabar kakak baik kok tenang aja, kamu sendiri gimana" Ujar Kak Rian
"Baik kak"Sahutku
"oh baguslah"Kata kak Rian
"kak ini siapa?" Tanyaku pada kak Rian setelah melihat perempuan yang tengah hamil disamping kak Rian
"Kamu lupa ya? dia kak Nurul istri kakak" Shaut kak Rian
Aku hanya menggelengkan kepala tanda tak tahu. Perempuan yang bernama kak Nurul yang katanya istri kak Rian itu tersenyum padaku dan mencoba berjabat tangan denganku
"Dek, gimana kamu sekarang? udah sehat?"tanya kak Nurul sembari menjabat tanganku
Disaat tanganku dan tangan kak Nurul berjabatan, aku melihat bayangan hitam putih yang tak jelas di pikiranku. Seperti pernah terjadi, dan pernah bersama. Namun, semakin aku mencoba mengingatnya kepalaku semakin terasa sakit dan mataku kembali buram.
Ketidaksadaran merenggut diriku..
Terdengar suara ibu..
"Ririn sadar?"Ujarnya
Bau minyak angin yang menyeruak di hidungku. Membuatku kembali sadar dan membuka mata dengan pelan. Sulit untuk dijelaskan apa yang aku lihat dan tentang ingatan itu.
__ADS_1
"kakak kenapa?"tanya dek Rizki
"tidak apa-apa" sahutku singkat
Ayah memberiku segelas air putih agar aku merasa stabil.
"Rin, tadi kenapa?"Tanya Ayah
"Ririn tidak tahu yah, apa mungkin itu bayangan dari ingatan ririn?"Tanya Ririn kebingungan
"sudah jangan terlalu dipikirkan ya, kamu istirahat saja nak. Ingatanmu akan pulih seiring berjalannya waktu"Ujar Ayah yang dibalas senyuman dengan Ririn
Beberapa waktu disini bersama keluargaku Yang menemaniku sambil-sambil bercerita mengenai keluarga kami serta tentang Istri kak Rian.
ย
Malam tiba, sekarang pukul setengah delapan malam. Aku hanya bersama dengan kak Nurul.dan Dek Rizki. Sedangkan, Ayah, Ibu Dan Kak Rian entah keluar kemana. Yang pasti mereka akan kembali.
"Dek, ambilin kakak minum dong"Pintaku pada dek Rizki
"Oke"Sahutnya
"Iya dek kenapa?"tanya Kak Nurul
"emmm enggak apa-apa"sahutku
Padahal, dibelakang kak Nurul ada sosok Mbak Kunti yang memperhatikan kak Nurul semenjak disini.
"Kak, Coba pindah disamping Ririn aja deh"PintaKu
"memangnya kenapa?"tanya kak Nurul
"gapapa"Sahutku
Kak Nurul pindah posisi dan Kunti tersebut menghilang seakan hanya bermain-main saja.
__ADS_1
Tak lama, Pintu terbuka menampilkan Ayah, Ibu dan Kak Rian.
"Assalamualaikum"Ucap salam ibu
"waalaikumsalam"sahut kami
"Rin, ibu ada berita baik untuk kamu"Ujar ibu
"apa bu?"Tanyaku
"Besok kamu sudah boleh pulang"Sahut ibu
"Serius bu? besok?"Aku bertanya lagi
"Iya"Sahut ayah, ibu dan kak Rian dengan serentak
Saking bersemangatnya aku akan kembali kerumah besok, aku rasanya ingin cepat tidur. Tak betah lagi berada dirumah sakit. Bukan tak betah dengan fasilitasnya, tetapi tak betah dengan hantu-hantu yang terus berkeliaran.
Memejamkan mata dan tidur sekarang ini adalah hal yang kupikir baik. Namun, susah sekali....
Lagi-lagi mereka usil dan mengganggu. Namun, Aku melihat ada sesosok hantu di ujung ruangan itu yang entah kenapa hanya terdiam saja.
.
.
.
Tungguin kelanjuttannya ya hehe๐๐
Jangan lupa dukung aku dengan cara Like, komen, Tip, Vote ya๐๐
Pastikan Novel ini ada di rak buku kalian okey๐ค๐ฅฐ
Mampir juga di novelku yang lainnya๐๐
__ADS_1
-Fajar Untuk Senja
Sekian terima kasih๐๐ค๐