Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 35: Terharu


__ADS_3

Aku masuk keruangan Dani bersama Miko yang menuntun ku agar tidak jatuh.


"Nak Miko, tolong ini Ririn dituntun supaya tidak jatuh"Ujar ibuku


"Baik tante"Sahut Miko


Aku masuk dan uang kulihat ada Dani yang terbaring dibrankar dengan infus ditangannya. Lengannya diperban lumayan banyak. Disana juga ada Lisa. Eh tunggu, kenapa Lisa ada disana?


"Lisa, kenapa ada disini?"Tanyaku berbisik memandang Lisa


"Ada yang berusaha mengikuti Dani Rin"Kata Lisa memandangi sudut ruangan


"Rin, bisa ngeliat yang gaib ya?"Tanya Miko tiba-tiba


"Iya, yang barusan ngajak aku ngomong itu Lisa sahabatku"Sahutku


"Hmm kata Lisa, Dani sedang diikuti"Ujarku yang masih melihati sudut ruangan ini


"Siapa?"Tanya Miko


"Dia disana"Jawabku sembari menunjuk sudut Ruangan


Setelah ku tunjukkan kepada Miko, Miko mendudukkan ku dikursi yang ada disamping brankar Dani. Dan dia memanggil Beni dan merapalkan doa menghadap ke arah sudut yang tadi kutunjuk. Beni juga ternyata membawa tasbih dan dia mengarahkan tasbih itu ke arah sudut ruangan.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Sosok itu menghilang dan Dani berteriak kesakitan sembari memegangi lehernya


"Aaakhhhh sakit"Teriak Dani yang mengejutkan kami


Aku yang ada didekat Dani sontak dibuat kaget dan aku panik harus bagaimana?..


"Rin, tolong pegangi Dani, kalau tidak Dani akan dibawa oleh makhluk ini. pemilik Makhluk ini marah karena Dani menghalangi nya untuk menjadikanmu tumbal. Cepat Rin..!!!" Ujar Beni yang membuatku semakin panik dan khawatir


Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung memegangi Dani. Lebih tepatnya kurengkuh dia agar tidak dibawa oleh makhluk itu. Aku takut, Dani dibawa dan dijadikan tumbal karena, wanita itu tidak berhasil menjadikanku tumbal. Entah sejak kapak aku merasakan takut akan kehilangan seorang Dani.


Bacaan Doa yang dibacakan oleh Beni dan Mikobterdengar terus. Suara Dani yang tadinya teriak membuat mereka yang diluar ruangan kaget dan memburu masuk kedalam ruangan. Mereka juga kaget melihat Dani yang teriak kesakitan memegangi lehernya.


"Astaghfirullah... Nak Dani kenapa?"Tanya Ibuku membungkam mulutnya


Kami bersama-sama berdoa agar makhluk itu cepat hilang. Beberapa saat kemudian kulihat makhluk itu sudah pergi dan Dani pingsan lagi.


"Alhamdulillah Makhluk itu sudah pergi"Kataku menatap ke arah sudut ruangan itu


"Alhamdulillah jika sudah"Lanjut Ayahku


Aku melepaskan rengkuhan ku tadi. Dan aku menangis tersedu melihat kondisi Dani yang menyedihkan.


"Cepat panggil dokter!!!"Kataku kencang sembari menangis didepan Dani yang tak berdaya

__ADS_1


Akhirnya Dokter datang bersama suster memeriksa keadaan Dani. Kami disuruh keluar ruangan agar tidak membuat Dani terganggu.


"Silahkan kalian keluar ruangan terlebih dahulu"Kata Dokter itu


Kami keluar Ruangan. Aku beranjak dari kursi yang kududuki sedari tadi dengan dibantu oleh Shiva dan Bela.


Kami menunggu untuk beberapa saat hingga...


"Assalamualaikum, bagaimana dengan Dani" Itu Mama Dani (Tante viana)


"Waalaikumsalam.. Dani sedang ditangani oleh dokter mbak"Sahut ibuku


Kami saling bersalaman.


Dokter keluar dari ruangan dan mengatakan Dani harus dirawat inap hingga masa pemulihan.


"Dok apa saya boleh masuk. Saya ingin melihat keadaan anak saya Dok"Pinta Tante Viana


"Baik. tapi saya mohon untuk lebih tenang agar pasien tidka terganggu. Sama seperti yang saya bilang tadi hanya boleh satu atau dua orang yang masuk"Jelas Dokter itu


Tante Viana dan ibuku masuk untuk melihat keadaan Dani. Aku serta keluarga dan teman-temanku menunggu diluar.


-----

__ADS_1


__ADS_2