
Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya ya😉😊🤗
.
.
.
Kami sudah keluar dari daerah tersebut. Ya, senang sekali akhirnya bisa menemukan Tante Rosa dan bisa menyelesaikan masalah Putri.
Beberapa Waktu berlalu, kami sudah hampir sampai kearah jalan menuju rumah ibu untuk beristirahat disana dan akan pulang membawa mama Viana.
Tetapi, sesuatu terjadi padaku lagi. Kepala yang pusing tiba-tiba dan rasa perutku yang tidak nyaman membuatku mual.
"Mas plastik..." Ucapku
"Nih nih" Sahutnya memberikan
Aku muntah disana. Tak lama kemudian, rasanya sangat lelah. Tak mampu untuk aku menopang tubuhku.
-POV Dani-
Ya selalu saja seperti itu, Pusing, mual... Hingga sekarang dia pingsan. Membuatku khawatir saja. Aku segera memutar balik mobilku dan memacu gas lebih cepat untuk membawa istriku kerumah sakit terdekat. Takut terjadi apa-apa.
Sampai dirumah sakit....
Aku segera membopong istriku menuju brankar yang sudah disiapkan oleh perawat jaga disana.
Sembari menunggu, aku menghubungi keluargaku tentang keadaan istriku yang pingsan diperjalanan.
Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
"Apa anda keluarganya?" Tanya Dokter itu
"Ya, saya suaminya" Sahutku
"Saya ingin mengabari dan mengucapkan selamat pada Anda" Kata dokter itu
"Maksudnya apa ya dok? saya tidak mengerti" Ucapku memang tak mengerti
"Saya ingin mengabari bahwa istri anda sedang mengandung selama 1 minggu. Selamat" Ucapnya
Seketika, hatiku merasa senang sekali. Ber yes ria mendapat kabar yang begitu menggembirakan.
"Terima kasih dok, apa saya boleh menemui istri saya?" Tanyaku
"tentu, silahkan" Sahutnya
Aku segera memasuki ruang pemeriksaan tadi. Istriku sedang berbaring di brankar itu. Masih dalam keadaan belum sadarkan diri.
"Sayang..." Ucapku sembari mencium punggung tangannya
Tak lama kemudian, Ia tersadar..
__ADS_1
"Mas..." Panggilnya
"Iya, kamu udah sadar. Alhamdulillah" Ucapku
"Ini dirumah sakit?" Tanya nya
"Iya" Sahutku
"kenapa kerumah sakit?" Tanya nya lagi
"Kamu pingsan di perjalanan pulang tadi, aku khawatir banget dan langsung bawa kamu ke rumah sakit. Dan kabar baik datang untuk kita" Ucapku
"Kabar baik apa?" Tanya istriku
"Kita akan menjadi orangtua" Sahutku
Seketika, istriku meneteskan air matanya. Tak kuasa menahan haru setelah mendengarkan kabar ini.
"Mas gak bohong kan?" Tanya nya memastikan
"gak bohong, disini ada anak kita yang tumbuh selama satu minggu. Kita harus menjaganya" Ucapku mengelus perutnya
-POV Ririn-
Keluargaku datang keruanganku. Aku tak menyangka akan memberikan kabar ini pada mereka.
"Rin apa kamu tidak apa-apa nak?" Tanya ibu
"tidak apa-apa bu" Sahutku
"Ada kabar mengenai Ririn ma, bu, yah" Ucap suamiku
"kabar?" Ucap mereka serentak
"kabar apa?" Tanya Ayah
"Ma, bu, yah, kami akan memberikan cucu untuk kalian" Kataku
Mereka bersorak gembira mendengar kabar kehamilanku. Aku juga tak menyangka, Allah memberikan isi dirahimku begitu cepat.
***
Keesokan harinya, aku sudah boleh pulang karena kondisiku yang sudah membaik dari sebelumnya.
Kembali kerumah bersama suamiku dan Mama Viana.
Malam harinya....
Suamiku begitu perhatian, ia membuatkan ku susu. Mengupaskan buah dan teratur sekali memberiku makanan.
"Mas, aku kenyang" Ucapku
"Gapapa, kan untuk dede bayi nya juga" Sahutnya
__ADS_1
"udah nanti lagi makannya" Ucapku
"Yaudah" sahut suamiku
Suamiku lantas beranjak naik ke ranjang, ia duduk disampingku dan mengelus perutku.
"Kelak jika anak kita lahir, aku ingin dia menjadi anak yang baik. Kita harus mendidiknya" Ucap suamiku
"pasti" Sahutku
Aku melihat ada Putri dipojok ruangan sedang tersenyum kearahku.
"Put ada apa?" Tanya ku padanya
"Tidak ada, aku cuma merasa senang. Setelah bayimu lahir, Aku akan pamit kembali ke alamku. Aku rasa cukup sampai melihat bayimu lahir dan kalian sudah menjadi keluarga yang lengkap" Ucap Putri
Aku meneteskan air mataku karena tak ingin sahabatku pergi untuk selamanya.
"kenapa sayang?" tanya suamiku
"Putri akan kembali ke alamnya setelah bayi kita lahir nanti" Sahutku menyeka air mataku
"Kita tidak bisa mencegatnya untuk pergi sayang, dia juga butuh ketenangan. Kita sebaiknya harus ikhlas dan ya kalau perlu kita akan berziarah ke makam Putri Saat kau ingin" Ucap suamiku
"Aku akan berusaha mas" Sahutku
"Yasudah sekarang kamu tidur ya" Ucap suamiku
Aku pun tidur agar tak terlalu memikirkan ini semua. Terlalu lelah dan tidak baik bagi kesehatan janinku.
.
.
.
Tungguin Kelanjuttannya ya😊😉
Dan jangan lupa untuk like, komen, vote, favorite dan rate nya ya🤗😊
Jangan lupa juga untuk mampir ke novel ku yang lain. Daftar nama novelnya ada dibawah👇👇
Fajar Untuk Senja
Love Defeats My Psicopat
Cool Girls
Buruan Capcus mampir kesana lalu tinggalkan jejak serta dukungan kalian okey👍🤗
Sekian Terima Kasih❤
__ADS_1