
Kami hari ini sudah berkumpul akan pergi ke kota. Disana kami akan menemui Ririn alias menjenguk keadaannya.
Begitu sampai disana..
"Assalamualaikum.."Salamku sembari membuka pintu ruangan
"Waalaikumsalam. eh nak Dani silahkan masuk"Sahut ibu Ririn
"Bagaimana tante, kondisi Ririn?"Tanya Bela
"Sudah beberapa hari disini, tapi keadaannya sama saja. tidak ada pemulihan"Kata tabte Renita sembari mengelus kepala putrinya.
Kulihat wajah Ririn yang biasanya tersenyum ceria, kini hanya terlihat kosong bagai tak ada bibit kehidupan disana.
"Maaf tante, saya Beni. apa saya boleh melihat Ririn lebih dekat?"Tanya Beni kepada Tante Renita
"Ohh silahkan nak"Sahut tante Renita
Kulihat Beni mendekati Ririn dan memegang tangannya. Dia seperti terdiam sejenak. Aku yang melihatnya memegang tangan Ririn, merasa sakit. Entah sejak kapan aku merasakannya?. Tapi tidak mengapa jika itu demi kesembuhan Ririn. Teman-temanku yang paham kenapa aku menunduk diam setelah melihatku memandangi Ririn tadinya. Mereka mengelus-elus punggungku.
"Haaaah!"Beni sontak kaget dan mengehela nafas berat
"Kenapa Ben?"Tanya Miko
__ADS_1
"Tante, Bisa kita semua keluar bersama"Ajak Beni
Kami semua keluar Ruangan dan membicarakan hal ini..
"Ririn.. di tempeli oleh makhluk besar yang memegangi kakinya dan membuat kakinya tidak bisa digerakkan"Ujar Beni yang mengagetkan kami semua
"Haaaah"Serentak kami kaget
"Bagaimana bisa?, Ririn juga kan bisa melihat makhluk gaib. tapi kenapa Ririn tidak melihat yang satu inu?"Ujar Tante Renita menanyakan
"Iya tante, ini karena makhluk itu menyukai Ririn. Kita harus menghentikannya. Dan sebaiknya Ririn dibawa pulang kerumah saja. karena ini bukan penyakit fisik"Ujar Beni kepada Tante Renita
"Baik kalau itu memang yang seharusnya dilakukan. Tante akan bicara pada ayah Ririn"Kata Tante Renita membalas.
"Rin, kamu harus kuat, aku yakin ini bisa diselesaikan"Ujarku menenangkan Ririn
"Tapi sekarang aku tidak bisa berjalan. Aku sudah tidak normal"Kata Ririn dengan nada datar
"Rin lu gak boleh kayak gitu. sabar aja semua bakal ada jalan keluarnya kok"Lanjut Shiva
"Tante, mungkin Ririn dibawa kekamar saja supaya bisa beristirahat"Pinta Dani
"Iya"Sahut tante Renita
__ADS_1
"Yaudah tante, biar Shiva sama Bela yang nganter Ririn ke kamar"Pinta Shiva
"Iya silahkan nak"Sahut tante Renita
Setelah Ririn dibawa kekamar, kini kami semua berkumpul diruang keluarga untuk membicarakan masalah Ririn.
"Nak Beni, kita sekarang harus bagaimana?"Tanya ayah Ririn
"Begini om, Ririn ini saya tau memiliki kelebihan yaitu dapat melihat makhluk gaib. Tapi, kali ini matanya yang itu ditutup oleh makhluk yang menyukainya. Jadi kita harus mencari keberadaan makhluk itu dan kita harus memusnahkannya" Jelas Beni
"Tapi nak Beni, kita saja tidak tau dimana makhluk itu berada"Kata Om Reno kebingungan
"Beni juga gak tau om, barangkali Ririn pernah pergi kesuatu tempat bersama keluarga dan Ririn sedang kotor pada saat itu. Karena didalam bayangan ku yang kutemukan hanya itu om"Kata Beni sembari menggaruk-garuk kepalanya
"Eh, ayah ingat gak sewaktu kita kerumah bi Indah? waktu itu kan Ririn sempat ketakutan dan bisa demam karena melihat mahkluk menyeramkan yang dibawah meja makan itu loh"Teringat kak Rian dengan kejadian sebelum Ririn masuk Kuliah.
"Sepertinya kita harus kerumah Bibimu"Ajak Om Reno sembari melihat kearah kak Rian
"Om, mungkin kami teman-teman Ririn dan kak Rian bisa kerumah Bibi, dan Om serta Dik Rizki bisa menjaga Ririn dirumah selain para perempuan" Kata ku meyakinkan mereka
"Yasudah kita pergi sekarang kerumah Bi Indah" Ajak Kak Rian
Kami Pun pergi kerumah Bibi Ririn dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan menggunakan satu mobil.
__ADS_1
----