
Hari ini sudah malam, tepat di jam 8 malam Ririn dipindahkan ke ruang VIP. Masih menunggu untuk Ririn sadar. Teman-teman yang lain juga demikian ada diruangan itu.
Beberapa menit berlalu, mama menelfon
"Dan, mama sudah di depan rumah sakit kamu dimana?"Tanya mama
"Ada di ruang VIP 701 ma"Sahutku
"baik mama kesana sekarang"Kata mama lalu menutup telfon
Terdengar suara ganggang pintu yang manandakan pintu dibuka.
Ceklekk...
"Assalamualaikum"Ucap mama dan yang lainnya memberi salam
"Waalaikumsalam, eh mama udah dateng"Kataku sembari bersalaman
Tante Renita langsung berlari menghampiri Ririn yang terbaring belum sadar itu. Ia menangis dan mengguncang-guncangkan tubuh Ririn supaya bangun
"Rinnn... Kamu kenapa nak? Hiks hiks hiks bangun nak"Tante Renita menangis di dekat Ririn
"Kakak... Kak Dani, kak Ririn kenapa bisa gini?"Tanya Dek Rizki
"Kakak juga gak tau Dek"Sahutku
Om Reno yang melihat tante Renita itu langsung menenangkan tante Renita
"Bu, sabar bu biar kan Ririn istirahat"Kata Om Reno
"Tapi mas,... Hiks hiks hiks"Kata Tante Renita sembari menangis
"Mbak Ren, sabar mbak. Kita tunggu saja sampai Ririn sadar mbak. Mbak harus tenang ya"kata mama menenngkan tante Renita
Tante Renita terlihat mengangguk sembari masih sedih. Mama membawa tante Renita duduk di kursi supaya lebih tenang.
Kupanggil Om Reno untuk membicarakan keadaan Ririn.
__ADS_1
"Om Reno, Dani mau bicara"Kataku memanggilnya
"Iya Dani, kita bicara diluar saja ya"sahut om Reno
Kami berdua keluar dari ruangan itu dan membicarakannya dikursi tunggu didekat ruangan itu.
"kamu mau bicara apa nak?"Tanya om Reno
"Tentang keadaan Ririn om"Sahutku
"kenapa nak?"Tanya om Reno lagi
Aku mengatakan semua yang dibicarakan dokter Hamidah dneganku tadi. Om Reno terkejut dan mengelus dadanya
"Om sabar ya om, kita berdoa saja untuk Ririn"Kataku menenangkan Om Reno
Beberapa menit kami bicara, Danar keluar ruangan dan memanggilku beserta om Reno
"Om Reno, Dani.. Ririn sudah sadar"Ujar Danar
Ririn sudah tetlihat sadar. Namun, dia bingung dengan sekitarnya. Mungkin ini yang dibilang oleh dokter Hamidah bahwa perkiraannya benar.
"Ririn, kamu sudah sadar. kamu baik-baik saja kan?"tanya Tante Renita
"Baik bu. Bu kenapa Ramai sekali disini ada apa?"Tanya Ririn
"Mereka menjenguk kamu nak"Sahut tante Renita
"bu dimana kak Rian?"Tanya Ririn lagi
"Kak Rian sedang menjaga istrinya jadi tidak bisa ikut kesini"sahut tante Renita
"Kapan kak Rian menikah bu?"Tanya nya lagi
"Kan sudah lama Rin"Kata tante Renita
Terlihat Ririn bingung memandangi sekelilingnya..
__ADS_1
"Rin, kamu kenapa?"Tanya shiva
"Kamu siapa?"Tanya Ririn
"Aku shiva Rin, masa kamu lupa"Kata Shiva
"Aku gak kenal kamu"Kata Ririn
disinilah mereka yang ada diruangan itu terkejut dan aku menjelaskan kepada mereka semua.
Mereka tak menyangka Ririn akan Amnesia seperti ini.
.
.
.
Haiii teman-teman..๐๐
maaf ya "Sahabatku yang tak kasat mata" lama update dikarenakan aku kurang fit akhir-akhir ini dan tugas sekolah ku menumpuk
Tapi sekarang sudah update kembali, mohon dukungannya ya..๐๐ฅฐ
Untuk setiap part jangan lupa Like, Komen, dan tip juga boleh banget ya hehe..
Jangan lupa vote dan Rate nya ya๐ฅฐ๐๐
Oke dehhh nantikan terus kelanjutan updatenya๐
๐
Mampir Juga ke Novel baruku
- Fajar Untuk Senja
Mohon dukungannya ya terima kasih๐
__ADS_1