
Mohon maaf sebelumnya yaπ Untuk part 89 gak sengaja kehapus dan hilang, padahal biasanya jika kehapus dari sini dan untuk pembaca nya tidak bisa hilang.
Harap dimaklumi. Untuk yang belum membacanya ini author tulis kembali ya, seingat author ceritanya gimana heheπ
Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya yaπππ€
.
.
.
Memasuki hotel tersebut dengan membawa barangku. Setelah dapat memesan kamar bernomor 301 dilantai sepuluh. Berjalan kearah lift sembari mengabari orang yang menemukan ponsel tante Rosa bahwa kami akan kesana.
"Sayang, udah hubungin orang itu belum kalo kita nanti sore bakal kesana?" Tanya suamiku
"eh iya lupa, bentar ditelfon dulu" Sahutku
"Permisi, aa Anda nanti sore ada waktu? saya akan berkunjung kerumah Anda untuk mengambil ponsel milik tante saya" Ucapku
"Tentu, nanti saya akan kirimkan alamatnya melalui sms" Sahutnya
"kalau begitu terima kasih, saya tutup telfonnya" Ucapku menutup telfon
Masih lanjut berjalan menuju lift. Masuk ke lift dan terasa udara yang berbeda dari sebelumnya. Merasa pusing lagi sehingga aku menjatuhkan tas yang kubawa. Itu sangat membuat suamiku khawatir.
"Kenapa sayang?" tanya suamiku
"gapapa cuma pusing." Sahutku
"bener?" Tanya suamiku memastikan
__ADS_1
"iya, mungkin kecapean terus telat makan tadi pagi" Sahutku
"oh yaudah entar sampai kamar kamu istirahat. Barangnya biar mas yang beresin" Ujarnya
Aku mengangguk menyetujuinya. Pintu lift terbuka, suamiku memapahku dan kami segera keluar dari sana menuju kamar kami. Sampai didepan pintu bertuliskan kamar nomor 301.
Kami segera masuk dan aku segera beristirahat.
"Mas gapapa beresin barangnya sendiri?" Tanyaku
"iya gapapa, udah kamu istirahat aja" Sahutnya
Aku beristirahat sekarang juga karena memang tubuhku terasa lelah. Sore hari sekitar pukul tiga aku terbangun.
Aku segera masuk toilet untuk membasuh muka sekalian juga mandi.
"Mas, jadi pergi kan?" Tanyaku memastikan
"bentar dicek dulu" Kataku
"eh iya nih udah ada. Alamatnya di ******* ****" kataku
"Yaudah kita kesana setelah ini" Katanya
Kami berangkat kesana. Sampai kesana, aku segera mengetuk pintu rumah miliknya.
tok..tok...tok...
Keluar seorang perempuan sekitar usia 30 tahunan itu.
"Permisi, saya Ririn. Apa benar ini Anda yang menemukan ponsel tante saya" Tanyaku sembari menjabat tangan dengannya
__ADS_1
"Benar, saya bu Anisa. Mari masuk dulu" Ucapnya
Kami masuk dan diersilahkan duduk di kursi tamu yang ada disana.
"Ini ponselnya, ada walpaper nya apa benar itu orang yang kalian maksud?" Katanya menyodorkan ponsel itu
"ya benar, ini tante saya. Terima kasih ya bu" Ucapku
"Ya sama-sama" sahutnya
"oh ya bu, saya Dani. Saya mau tau ibu dapat ponsel ini dimana ya?" ucap suamiku bertanya sembari memperkenalkan dirinya dibalas uluran tangan oleh bu Anisa
"Oh ya, saya dapat ponsel ini dijalan dekat Hotel Batu Indah. Awalnya saya berniat mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya. Saat itu disana tidak terlalu ramai. Saya bertanya pada satu, dua, sampai lima orang yang lewat. Mereka tak mengakui ponsel itu miliknya bahkan saya tidak menemukan orang yang ada di walpaper itu. Jadi, saya bawa pulang" Jelas bu Anisa
"baik bu terima kasih infonya. Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya" Ucapku
"apa tidak tunggu sebentar, saya buatkan teh dulu?" Ucapnya menawari
"tidak bu tidak usah. Kami langsung pulang saja karena waktu sudah semakin sore" Ujarku
"yasudah hati-hati" Katanya
Kami segera pulang ke hotel tempat kami menginap.
.
.
.
oke sampe sini yaπ
__ADS_1