Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 24: Takut


__ADS_3

-POV Ririn-


-------------


Ya Allah rasanya begitu menegangkan disituasi begini. Kapan sampainya?


"Dan, kamu kenapa?"Tanyaku kepada dani yang melamun


"Ehh gak apa-apa kok"Sahutnya


"Oh iya Rin, kamu kenapa pulang?"Tanya Dani


"Aku pulang karena beberapa hari kemudian adalah akad nikah kakakku"Jawabku


"ohh gitu"Sahut Dani


Aku dan Dani menunggu dan masih menunggu. Hingga akhirnya hujan mereda dan Bus yang kami Naiki kini kembali melanjutkan perjalanan.


"Dan kamu ngantuk?"Tanyaku kepada Dani


"Iya nih.. hoammmm"Sahutnya sembari menutup mulut saat menguap


"Yaudah tidur aja, nanti kalo udah sampe aku bangunin deh"Kataku


"Iya aku tidur dulu, bye"


"Bye"


Aku memainkan hpku sambil melihat-lihat jalanan dengan rintik-rintik hujan yang masih ada.


"Lisa, kamu dimana kok enggak ada si?"Bisikku


"Hmm sembunyi kali ya hehe, masa iya dia bisa sembunyi"Gumam ku dalam hati sambil tersenyum


Semakin lama membosankan. Hingga aku melihat Dani dengan wajahnya yang rupawan dan senyum manis di bibirnya.. ahhh aku ini bicara apa hehe. Semakin lama mataku juga berat kualihkan pandanganku kejalanan dan tak sengaja melihat sosok makhluk disana, sontak aku teriak dan mendusel kearah Dani. Kupegangi lengannya kuat sekali karena aku merasa takut. Teriakan ku membuat para penumpang lainnya kaget dan melihatku. Begitu juga dengan Dani yang terbangun karena aku.

__ADS_1


"Mbak.. mbak ada apa?" tanya penumpang yang ada di sebelah kursi seberang


"Aku gapapa, maaf mbak"


"Rin kamu kenapa? kenapa begini.. eh tatap aku"kata Dani panik melihatku


"Ada sosok disana, serem banget dan, aku takut.."Kataku dengan jantung berdegup kencang


"Udah jangan takut kan ada aku disini"Rayu Dani


Aku yang masih ketakutan masih memegangi lengannya dan masih menyembunyikan wajahku dilengan kekar nya itu. Tak lama kemudian mataku berat dan aku mengantuk hingga tertidur dalam posisi memegangi lengan Dani dan masih menyembunyikan wajahku.


-POV Dani-


------------


Ya Allah kenapa Ririn begitu mendekat kepadaku. Dia sangat takut hingga begini. Tapi aku senang dia berada didekatku seperti ini.


"Rin, kok kamu diem aja?"Tanyaku kepada Ririn yang masih mendusel dilenganku


"Rin?"


Namun Ririn tidak menjawab, dan sedikit kuangkat kepalanya..


"Rin..? kamu kenapa?"Tanyaku agak panik


"Engghh ngantuk..."Jawab Ririn


"Yaudah bobo aja"


"em em"


Haduh bisa frustasi nih kalo Ririn tidurnya kaya begini. Rin, apa aku bermimpi? haduh apaan sih ga jelas deh.. aku bingung jadinya hehe.


Bus tak kunjung sampai tujuan. Aku yang merasa mengantuk masih bertahan dan mataku terlelap. aku tertidur dengan posisi agak mepet ke Ririn karena dia mendusel kearahku tadi. Aku tidak tega membangunkannya.

__ADS_1


------


Sayup-sayup mataku terbuka, kulihat Bus masih berjalan. Dan kulihati jalan ternyata akan sampai ditujuan.


"Hoammm... bentar lagi sampai nih"kataku


"Haduh pules banget ya Ririn tidur nya. padahal tadi siang juga tidur"Kataku sembari menggeleng kepala


Kuamati dia, kulihat dia tidur masih dengan memegangi lenganku. Dikira guling kali ya? hehe..


Bus kami berhenti, kami sampai ditujuan. Segera kubangunkan Ririn.


"Rin bangun... rin"Ku tepuk-tepuk pipinya namun tak kunjung bangun


"Heii putri tidur, bangun dong udah sampai nih"kataku


-POV Ririn-


-------------


"enggghhh apa?"Sahutku


"Udah sampai tuan putri"


"Ha udah sampe ya?, lama banget aku tidur hihi.."


"iya lama banget, masih nyaman ya sama lengannya"ujar Dani sambil melirik ke lengannya


"Eh eh maaf"Kataku meminta maaf


"iya gapapa kok"


Kami turun dari bus dan aku menunggu taksi menjemputku..


-----

__ADS_1


__ADS_2