Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 52: Hantu Centil


__ADS_3

Yukk Guysss lanjut lagi ke part selanjutnya👇😊😘


Jangan lupa semangatin aku lewat like. Komen, and vote kalian ya hehe😘


.


.


Happy Reading Baby🤭👇😊


Kami kembali dengan tatapan mata kami karena Dani menarik tanganku dan mendekatkan wajahnya kearahku. Tiba-tiba..


"Kok punggung aku berat ya"Kata Dani yang membuyarkan tatapan kami


Aku juga tersadar hingga ku lihat ada makhluk yang centilnya luar biasa dibelakang Dani dengan melingkarkan tangannya di leher Dani lalu seperti ingin digendong


"eh eh mau ngapain tu?"Kataku saat memandang sosok itu


"Ada apa Rin? Siapa?"tanya Dani


"itu ada hantu yang mau kecentilan sama kamu. Pantes aja kamu keberatan gitu"Sahutku menatap makhluk itu sinis


"wahhh masa hantu centil banget sih, pergi gak! Aku berat nih"Ujar Dani


"Eh turun gak dari punggungnya isss"Karena reflek dengan hantu yang terus centil kepda Dani. Aku memukulnya dan entah kenapa aku bisa memegang hantu itu. Selama ini aku hanya bisa memegang Lisa namun sekarang setelah Lisa tidak ada kenapa aku bisa memegangnya?


"Rin... Cepet deh tolongin berat nih"Ujar Dani yang membuyarkan lamunanku


"Eh iya iya"Sahutku


"heyy hantu centil turun gak dari punggung Dani"Kataku menatap hantu itu tajam

__ADS_1


"Dia keren dan tampan, aku suka"Kata hantu itu


"Eh sejak kapan ya hantu bisa ngomong? Atau aku yang baru tau? Atau aku baru bisa mendengarnya? kan selama ketemu hantu, cuma lisa yang bisa ku dengerin omongannya.."Gumamku sendiri


"Ririiinn ngomong apaan sih?"Teriak Dani


"Tuh hantunya suka sama kamu"Kataku agak sebal


"ya jadi gimana dong? Masa aku ditempelin gini sih, mana berat banget"Ujar Dani yang keberatan


"Tunggu ya Dan, aku buat nih hantu melongo biar dia turun dari punggung kamu"Kataku


Aku mendekati hantu itu dari arah depan Dani, aku membisik kearah telinga hantu itu melewati leher Dani


"Heyy Dia ini punyaku"Kataku berbisik pada hantu tersebut sembari tersenyum


Hantu itu tertunduk sedih lalu turun dan pergi. Hebat ternyata semudah itu aku mengusirnya..


"Enggak, aku cuma bercanda biar hantunya tutun. Sekarang udah gak sakit lagi kan?"Kataku


"Enggak nih, makasih ya"Kata Dani sembari mendekapku


"Ehh lepasin gak, nanti ada yang liat Dan!"kataku agak berbisik


"Biarin wleeek"Sahutnya


Aku mendorong tubuhnya dan dia melepaskan dekapannya. Sekarang aku berbalik badan dan meninggalkannya.


"Rin, tungguin apa"Katanya


"Enggak, aku males"Sahutku sembari menyipitkan mata memandang Dani

__ADS_1


Bus telah selesai diperbaiki, kami semua segera masuk ke dalamnya dan duduk ditempat kami masing-masing.


"Sampai jam berapa ya Rin sampainya?"Tanya Dani kepadaku


"..."Tidak kujawab


"Rin kamu kenapa sih? Ngambek ya gara-gara aku peluk?"Kata Dani


"Hmmmm"Sahutku sepintas


"Yaudah deh maaf"ujar Dani memelas


Tak kudengarkan perkataan Dani, Aku kembali menghadap jendela bus yang terdapat korden kecil itu lama kemudian aku mengantuk dan tertidur..


-### POV Dani-


Ririn ngambek, gimana ya bujuknya.. Pikirku


"Ri..."Aku menoleh ingin berkata maaf lagi ternyata


"Hemm dia tertidur, kasihan juga kena paparan sinar matahari gitu"Kataku


Kututup korden jendela bus..


"Hem hemm perhatian nih yaaaa"celetuk Gilang


"Kenapa? Kamu mau kuperhatiin juga?"Kata ku


"Hehe gak usah deh mending minta perhatiin Bela aja hehe iya kan Bel"Ujar Gilang


"Hee eh iya kok sayang sini.."Kata Bela menyahut

__ADS_1


Aku hanya menggelengkan kepala melihat mereka bertingkah...


__ADS_2