
Yukk guyss baca part selanjutnya👇 jangan sampe ada yang kelewatan😊
Jangan lupa dukungannya...
Setiap part kasi like, komen, and votenya sekalian ya😄😊😋😘
Thanks...
.
.
.
Yukk silahkan dibaca lagi.. Happy Reading🥰😘
.
.
Aku dan Shiva berjalan menghampiri Pak Hendrik dan Pak Jamal yang ada didekat pohon itu. Aku merasa aneh dan bulu kuduk ku meremang.. Iiihhh merinding
"Shiva, perasaan aku gak enak banget nih. Balik aja yuk"Kataku mengajak Shiva
"aduuhh Rinnn aku udah kebelet banget nih"Rengek Shiva
"yaudah deh iyaa"Sahutku
Dihadapan pak Hendrik dan pak Jamal, kami segera bertanya
"Permisi pak, toilet deket sini dimana ya?"Tanyaku pada Mereka
__ADS_1
"Lurus saja dari depan sini"Sahut Pak Jamal dengan nada datar
"ohh yaudah pak terima kasih, yuk Rin aku udah kebelet banget nih"Kata shiva cepat mengajakku
"oke pak kami pergi dulu"Kataku
Berjalan kearah yang ditunjukkan oleh pak Jamal tadi, aku terus berfikir 'kenapa rasanya aneh?' dan terus merinding disepanjang jalan. Belum lagi, aku melihat 'mereka'.. Ada yang dipohon besar, ada yang sedang terbang, ada yang sedang menangis.. Huuh serem banget
"Rin itu kayanya toiletnya deh"Kata Shiva menunjuk
"Mana sih?"Kataku
"itu loh, aah sudah la aku kebelet nih tunggu ya"Kata shiva yang cepat-cepat masuk ke dalam toilet
Kenapa aku merasa sangat aneh ditempat ini?.. Lagi-lagi bulu-bulu halus ditanganku terbangun dari tidurnya.
"Duh serem banget yaa.. Shiva lama banget lagi"kataku dalam hati
"Shiv, cepetan dong"Kataku mengetuk-ngetuk pintu toilet
"iya nih iya udah selesai"kata shiva keluar dari pintu toilet
Aku segera menarik tangan shiva dan cepat-cepat menuju tempat kami kembali.
Hari ini semakin malam, sudah gelap disini. Aku merasa takut, untung saja aku bersama dengan shiva.
"shiva, aku aneh banget nih sama tempat ini. Yuk cepetan jalannya"kataku masih memegangi tangan shiva
"iya, mana gelap gini"kata shiva
Telah lama kami berjalan akan kembali ketempat kami, tapi kenapa kami berdua masih saja tidak keluar dari tempat ini?
__ADS_1
"Rin, kaya nya bener deh kata kamu.. Aneh banget dari tadi kita jalan kok enggak sampe-sampe ya?"Kata shiva yang mulai ketakutan akan keanehan ini
"tuh kan, jadi gimana dong?"Tanyaku
"ya mana aku tau Rin"Kata shiva
Kami masih bingung dengan hal ini. Tak lama kemudian, ada bau harum yang membuat kami terlena. Mata kami seakan hendak terpejam dan ingin tidur sekarang juga.. Sedikit demi sedikit pandanganku buram dan....
-POV Shiva-
Pagi hari dengan mentari yang menyinariku, terbuka mata ini. Tapi, kenapa aku ada di tengah-tengah hutan ini? Kenapa aku tertidur di tanah seperti ini?
"hah.. Aku dimana? Rin, kamu dimana?"Kataku kebingungan
"Aduuhh Ririn dimana? Masa aku ditinggal sendiri sih, mana sepi gini.. Riiinnn?"Teriakku memanggil Ririn
Karena aku ketakutan dan khawatir, aku berlari tak tau arah. Berharap keluar dari sini dan berjumpa dengan teman-temanku yang lain.
-POV Dani-
-----------------
Pengamatan akan segera dimulai pagi ini, dan kami seharusnya sudha betkumpul dengan masing-masing kelompok kami
"Bel, Ririn sama Shiva dimana?"Tanyaku pada Bela yang keluar dari tenda sendirian
"Gak tau nih, bangun-bangun udah gak ada tuh mereka berdua"Sahut Bela
"Duh kemana nih anak berdua, nanti kita telat pengamatan nih"celetuk Gilang
Kami menunggu shiva dan Ririn menemui kami sebelum pengamatan dimulai.
__ADS_1