
Hari ini adalah akad nikah kak Rian dengan Kak Nurul. Kami akan menjadi saudara ipar sekaligus keluarga.
Kami sudah bersiap akan menuju rumah mempelai wanita, Karena akad akan dilaksanakan disana.
Para saksi dan tamu undangan telah menghadiri pernikahan kakak ku. Para wali dari kedua belah pihak juga sudah siap dan pak penghulu akan memulainya.
Setelah kakak ku membalas perkataan pak penghulu semua para saksi menjawab
"Saaahhhh"
Alhamdulillah kak Rian dan sekarang istrinya Kak Nurul sudah Resmi. Pernikahan kakak ku kini berjalan lancar. Aku senang kini keluargaku semakin ramai dan semoga hubungan keluarga ini sampai pada maut yang memisahkan aamiin.
Malam hari kami sedang berbincang diruang keluarga. Alhamdulillah juga sekarang rumahku sudah lumayan besar untuk ditinggali banyak orang. Hari ini kak Rian begitu sumringah dan senyum lebar terus terpampang dibibirnya.
Kami beristirahat setelah mengobrol bersama. Aku masuk kekamar ku dan aku merebahkan diriku dikasur. Hari ini begitu melelahkan. Namun disaat mataku akan terpenjam, Lisa membangunkanku
"Rin hati-hati sesuatu akan terjadi"Kata Lisa lalu menghilang
"Hah? apa? sesuatu apa? Lisa kamu kemana?.. kebiasaan banget deh"Aku jadi linglung dan bingung tentang apa yang dikatakan Lisa.
__ADS_1
Haduhhh udah malem gini Lisa malah ngabarin begituan, sudah lah tidak udah terlalu dipikirkan. aku langsung tidur dengan mata yang sudah berat akan menuju ke dunia mimpi.
Aku membuka mataku dan beranjak mencuci muka lalu keluar kamar. Namun saat sebelum kubuka pintu kamarku, ada hembusan angin berlalu ditelingaku dan bulu kuduk ku berdiri membuatku melihat sekitar
"Ya Allah apa lagi ini?"Kulihat sosok perempuan bermata merah tajam melihatku. Tapi, kali ini aku tidak boleh takut. Aku mencoba merapalkan doa yang kuhafalkan. Begitu ku bacakan doa, sosok itu hilang. entah apa maksudnya mendatangiku di pagi hari seperti ini
Suasana saat sarapan bersama keluargaku begitu hangat sekarang ditambah dengan pasangan baru kali ini. Kami selesai makan dan berbincang di meja makan saat itu. Hingga sesuatu membuatku terpeleset saat akan mengangkat piring.
Pyaaarrrrrr...
"Aduhh dek kamu gapapa?"tanya kak Nurul
"Gapapa kok mbak"Sahutku
Aku dibantu berdiri tapi aku tidak bisa menggerakkan kakiku.
"Yaudah sini kakak bantu berdiri"Ajak kak Nurul sembari membantuku berdiri
__ADS_1
"Ehh kak, kakiku, kenapa gak bisa gerak ya?.. kak ini kenapa?" Aku yang heran dengan keadaan ini dan aku hampir menangis karena waktu terus berlalu dan kaki ku tetap tak bisa digerakkan.
"Yasudah kita bawa kerumah sakit, mungkin sesuatu telah membuat kaki Ririn tidak bergerak"Ujar ayah yang khawatir
Aku dibawa kerumah sakit dan aku diperiksa oleh dokter. Rasanya aku ingin menangis. Kaki ku tidak terasa sakit dan tidak bisa digerakkan. sebenarnya apa yang telah terjadi?...
"Ibuuu, kaki Ririn kenapa?"Rengekku sesaat ku peluk ibuku
Kami menunggu ayah dan kak Rian yang tadi pergi keruangan dokter untuk membahas masalah kakiku yang tidak bisa digerakkan ini. Disisi lain aku terus berdoa supaya kaki ku bisa digerakkan lagi.
Pintu kamar ruangan tempat aku diperiksa tadi, terbuka dan menampilkan sosok pria tinggi nan tampan. Dia adalah Dani, dia datang bersama mamanya. Loh Loh... kenapa Dani tau? rasanya aku belum memberinya tau
"Assalamualaikum.. Ren"Ujar Tante Viana
"Waalaikumsalam, mbak Viana akhirnya datang setelah ku kabarin kalo anakku lagi dirawat. Gimana kabarnya?"Sahut dan tanya ibuku kepada Tante Viana
"Alhamdulillah baik, kemaren itu aku gak tau loh kalo Ririn itu anak kamu. Tapi setelah Dani cerita dan aku jadi inget Kamu"Jelas Tante Viana
Ternyata dan ternyata Tante Viana adalah teman semasa SMA ibuku. Mereka benar-benar bertemu setelah beberapa lama ini hanya mengobrol di chatting Whatsapp dan tau itu semua dari Dani yang bercerita kepada tante Viana
__ADS_1