Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 18: Jadian


__ADS_3

Hari ini adalah hari sabtu, Kami tidak kuliah pada hari ini dikarenakan ini adalah tanggal merah. Aku bersama teman-teman ku berencana akan menonton film hari ini. Kami sudah janjian akan ketemuan dulu didepan rumahku.


Tok...tok..tokk


"Assalamualaikum.. Ririnnn"Salam Shiva sambil mengetuk pintu rumahku


"Waalaikumsalam, eh udah dateng ada Bela juga, sini masuk dulu sambil nunggu yang lain"Kataku mempersilahkan Shiva dan Bela masuk


Tak lama kemudian teman-teman kami datang. Sebelumnya mereka sudah kuberi tau dimana letak rumahku.


"Assalamualaikum.. Ririnn?"Ucap Gilang dan Dani


"Waalaikumsalam, nah tinggal Danar nih. Yuk masuk dulu"Kataku menyambut mereka


"Eheh maap nih harus duduk dilantai cuma pake tikar beginian, maklum rumah kontrak"Celotehku sambil menggaruk-garuk kepala


"Udah gapapa kok, lagian nyaman disini"Sahut Bela


"Eh guys, ini Danar chat aku katanya ada didepan jalan sini cuma ga tau rumah Ririn yang mana?"Kata Dani yang sedari tadi memainkan hpnya


"Oke bentar ya biar aku keluar"Sahutku dengan bergegas aku lari keluar menjumpai Danar.


Setelah kami semua berkumpul, kami semua berangkat menggunakan mobil Shiva. Mobilnya cukup besar jadi muat untuk kami berEnam. Gilang yang menyetir mobil Shiva, sebelah Gilang ada Danar dan dikursi tengah Shiva bersama Bela. Serta Aku dibelakang bersama Dani.


Dalam perjalanan...


"Rin..?"Panggil Lisa kepadaku


"Apa?"Dengan nada yang datar dan jelas, Sehingga teman-temanku menoleh karena merasa mereka dari tadi tidak ada yang memanggilku

__ADS_1


"Apa kesiapa Rin?"Kata Dani dengan raut wajah bingung


"Lisa.."sahutku dengan santai


"Ya Ampunnn kenapa Lisa ikut kamu terus sih, aku takut deh jadi merinding nih"Ujar Bela yang panik


"Tenang aja Bel, Lisa ini gak Jahat kok"Jawabku sambil tersenyum


di mobil, entah kenapa kulihat Shiva sedari tadi menatap kearah Danar. Lalu Lisa berkata padaku


"Rin, Shiva..Danar"Bisiknya ditelingaku


Hmm aku bingung dan mencoba mencerna apa maksud dari Lisa. Lalu aku Chatting Shiva "Shiva, kamu ada apa sama Danar?"kataku di via Chatting tersebut lalu dia membalas "gapapa kok" jawabnya.


karena dia tidak mau mengakui aku pun berkata pada chat itu "Tadi Lisa sebut nama kamu dan Danar"Ujarku kepada Shiva


Dengan kubilang seperti itu, Shiva langsung membalas "Ya aku suka pada Danar dan kami saling menyayangi tapi kami tidak dapat mengungkapkan perasaan kami karena efek malu"Jelasnya kepadaku


Kini aku, Bela, Gilang dan Dani meninggalkan mereka disaat keramaian diMall. Kami sengaja melakukan itu supaya mereka mau mengungkapkan perasaannya. Kami bersembunyi dan memantau mereka.


"Loh mereka yang lain kemana ya shiv?"Kata Danar sambil kebingungan


Aku melihat Danar gugup sekali bersama dengan Shiva, begitu pula sebaliknya. Lalu kulihat danar sekarang ini mempunyai detik-detik ingin mengungkapkan perasaannya.


-POV Danar-


--------------


Aduhhh jantung ku seperti meronta-ronta dengan kesejukan hati ini. Aku tidak menyangka bisa berdua dengan Shiva. Lagian kemana sih mereka main tinggal aja. Sekarang kan aku jadi gugup. Oh ya aku jadi teringat dengan apa yang dikatakan oleh Ririn, mungkin karena itu mereka sengaja meninggalkan ku bersama Shiva atau memang mereka tidak tau bahwa aku dan Shiva tertinggal oleh mereka.

__ADS_1


"Ehhh Nar.. Kita duduk dikursi itu dulu yuk, mungkin mereka tadi ga tau kalo kita ketinggalan"Ujar Shiva dengan nada gugup


"Eheh iya yuk"Sahutku yang sembari gugup juga


"emmm Shiv aku mau ngomong sama kamu, ini serius"Kataku sambil agak gugup


"Ngomong aja, emang nya mau ngomongin apa kok serius banget?"Ucap Shiva sambil menunduk malu


"Aku sayang sama kamu, aku ingin ada disamping kamu shiv, aku mau kamu jadi pacar aku"


"Hahh... kamu seriusan Nar, aku ga nyangka bakal hari ini kamu ungkapin nya"


"Iya aku serius, dua rius deh"Kataku sambil tersenyum lebar


"Yaudah aku mau"Sahut shiva malu-malu


"Yeayyy, terima kasih shiv kamu mau nerima aku"Ujarku kesenangan


-POV Ririn-


-------------


"Ciee yang udah jadian"Kataku sambil menepuk tangan


"Aduhhh bakal ada yang saingin keromantisan kita nih yank"Ledek Bela kepada Gilang sambil memegang Tangannya.


"Ehh apaan sih kalian"kata Danar malu-malu


Kami pun tertawa melihat tingkah mereka, kami sekarang kembali berjalan menuju Bioskop.

__ADS_1


---------


__ADS_2