
Kami masih menunggu ayah dan kak Rian yang tadi bertemu dokter memeriksa keadaan ku kembali ke kamar ruang tempat aku diperiksa.
Pintu Ruangan terbuka dan ada kak Rian yang masuk serta ayah yang membawa amplop surat.
"Yah, itu amplop apa?"Tanya ibu
"Ini Amplop keterangan setuju atau tidaknya Ririn harus dipantau untuk kondisi yang masih belum diketahui"Jelas ayah
"Ayah aku kenapa yah, kok kaki ku tidak bisa ku gerakkan?"Tanya ku kepada Ayah
"Rin, kamu yang sabar ya. Semoga saja kaki mu bisa sembuh"Kata ayah sembari mengelus kepalaku
"Iya ayah, tapi kaki ku kenapa?"Tanyaku yang semakin kurang paham akan keadaan ini
"Dek, biar kakak jelaskan. Jadi kata dokter tadi kaki kamu tidak ada cedera pada bagian tulang, sendi maupun yang lainnya. Dokter belum tau kenapa kamu bisa begini, jadi dokter tadi menyarankan untuk merawat inap kamu supaya dokter bisa melihat dan mengecek keadaan kamu selanjutnya. Dokter menyatakan kemungkinan kamu sekarang Lumpuh dek"Jelas kak Rian yang membuatku kaget dan tidak bisa menahan diriku yang meronta menangis
"apaaa?, tidak ini tidak mungkin hiks..
hiksss bahkan aku tidak merasakan sakit apapun dikakiku, ini pasti salah"Aku menangis saat mendengar penjelasan kak Rian
Aku terus meronta dan menangis dengan keadaan ku. Mereka yang mencoba menenangkanku tidak bisa melanjutkannya karena aku semakin tidak bisa menahan diriku.
Hingga...
__ADS_1
"Bu, sebaiknya kita panggil Dokter"Kata kak Nurul kepada ibu
"Iya, Nur tolong ya temenin ibu manggil dokter"ajak ibu
"Baik bu"
----
Aku membuka mataku dan melihat sekitar lalu teringat apa yang tadi terjadi, kini aku menangis kembali hingga tersedu. keluargaku dan tante Viana serta Dani masih disana
"Sudah nduk, kita berdoa saja semoga kaki kamu bisa cepat bergerak lagi"Kata tante Viana sembari mengelus tanganku
Aku tidak mendengarkan mereka yang mencoba menenangkanku.
"Rin, kamu yang sabar ya. Mungkin ini ujian dan kamu harus melaluinya dengan lapang dada"Ujar Dani
"Rin, aku temenin ya?" tanya Dani
"Aku ingin sendiri"Tetap masih dengan tatapan kosong dan Nada datar
"Yasudah kamu istirahat saja"Kata Dani
Aku masih terdiam hingga mereka semua keluar dari ruangan itu. Aku meratapi nasibku sekarang yang tidak bisa berjalan.
__ADS_1
-POV Ayah-
--------------
"sebaiknya Ririn kita izinkan dahulu kuliahnya"Kataku sembari khawatir dengan keadaan Ririn
"Yaudah Om biar Dani aja yang ijinin. Lusa kan udah mulai kuliah dan Dani entar siang juga berangkat kesana"Ujar Dani
"Yasudah ibu titip ijin ya. Semoga saja Ririn cepat membaik"Ujar istriku
Kami masih sedih dengan kejadian ini, Ririn yang ingin sendiri membuat kami sedih karena dia hanya terdiam semenjak penjelasan dari kakaknya Rian.
"Ayah sholat Duha dulu ya"kataku dengan berjalan kearah mushola
"Iya ayah"Sahut mereka
-POV Dani-
-------------
Aku masih kepikiran tentang Ririn, kasihan sekali dia. kejadiannya begitu tiba-tiba dan belum diketahui permasalahannya ada dimana.
Sekarang aku sudah bersiap-siap akan pulang kerumah yang ku tinggali selama aku diluar kota saat kuliah. Itu adalah rumah bibiku. Bibiku disana hanya tinggal bersama anaknya yang bernama Miko. Miko adalah sepupuku.
__ADS_1
Diperjalanan menuju luar kota, aku sungguh kepikiran terus dengan Ririn. Tapi apa boleh buat? aku tidak mengerti permasalahannya. Rin cepat sembuh, aku rindu.. batinku.
-----