Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 34: Ririn Sembuh.., Dani sakit


__ADS_3

Ririn terus berteriak kesakitan sembari memegangi kakinya hingga ia jatuh ketanah.


Aku melihat Wanita yang mungkin pemilik Sosok itu, dia lari kearah Ririn. aku yang didekat situ langsung mengahalanginya


"Rin,, awaaasss!"Teriakku saat berlalri ingin menghalangi wanita itu.


Dan dia berhasil mencakarku dengan kuku tajam nan panjangnya itu


"Awhhh sakit"Ujarku dengan lengan yang terluka akibat cakaran yang begitu dalam


-POV Kak Rian-


-------------------


Sungguh membuatku tegang melihat hal ini terjadi. Dani mencoba menghalangi wanita itu yang ingin menyakiti Ririn yang sedang teriak kesakitan. Kami yang didekat Ririn rasanya kaku tidak bisa apa-apa hingga Dani meraung kesakitan dan terbujur lemas ditanah.


Seketika itu pula Wanita itu juga terbujur kaku tak berdaya begitu pula dengan Ririn yang tak sadarkan diri.


Aku bersama keluargaku dan teman-teman Ririn segera keluar dari desa ini untuk pergi ke Rumah sakit terdekat. Kali ini kondisi Dani begitu mengkhawatirkan dibanding dengan Ririn yang hanya tak sadarkan diri.


Kami tiba dirumah sakit, Disana segera Dani mendapatkan pertolongan dan dia dibawa masuk keruang UGD dengan lukanya yang cukup dalam dilengannya.


Sementara, Ririn dibawa keruang periksa karena dia hanya pingsan.


Beberapa waktu berlalu, Ririn membuka perlahan matanya itu dan dia sekarang sudah sadar.

__ADS_1


"Dek, kamu sudah sadar?... Ayah, ibu, dek Rizki. Ririn sudah sadar"Ujarku sedikit teriak memanggil mereka


"Iya kak, Teman-temanku kemana?"Tanya Ririn


"Teman-teman mu ada diluar"Sahut ibu


Ririn kali ini tidak diberikan infus karena hanya pingsan biasa. Dia hanya terlalu lelah dengan keadaannya.


-POV Ririn-


-------------


Aku sekarang sudah beranjak dari brankar. Kakiku juga sekarang sudah bisa digerakkan namun masih lemah untuk berjalan. Aku dituntun oleh ibuku berjalan keluar. Disana aku melihat teman-temanku sudah duduk menunggu dikursi tunggu.


"Iya, aku udah bisa jalan. Makasih buat kalian yang udah bantu aku"Ujarku tersenyum kepada mereka.


Tapi, kurasa ada yang berbeda.Lebih tepatnya ada yang kurang. Satu lagi, temanku dimana? Dani?


"Eh Dani dimana kok gak ada?"Tanyaku kepada Mereka


Shiva dan Bela mendekatiku


"Emm Rin, tadi Dani selamatin kamu dari serangan Wanita itu"Kata Bela


"Iya tapi sekarang Dani kemana?.. kok perasaan aku gak enak gini"Gumamku

__ADS_1


"Eehh itu Rin Dani masuk ruang UGD karena lengannya terkena cakaran yang begitu dalam


"Hah apa?. terus sekarang gimana? Aku harus nemuin Dani"Aku meronta memaksa masuk kedalam ruang UGD yang letaknya disebelah ruangan yang kutempati tadi


"Eh Eh rin Dani masih ditangani oleh dokter, kamu harus sabar"Kata Danar menahanku


"Iya tapi.. hiks hiks.. Dani"Aku menangis sembari menyebutkan nama Dani


---


Beberapa saat kemudian dokter yang menangani Dani keluar dari ruangan.


"Dok bagaimana dengan sepupu saya"Ucap sepupu Dani yang kutau itu Miko


"Keadaannya lumayan parah, Lukanya juga lumayan dalam. Dia harus dirawat untuk beberapa hari bahkan sampai lukanya benar- benar sembuh"Jelas dokter itu


"Dok, saya ingin masuk boleh?" Tanyaku kepada Dokter


"Boleh, tapi saya minta yang masuk tidak boleh semua. tapi hanya satu atau dua orang saja"Kata Dokter


"Aku ingin masuk melihat Dani"Kataku melihat kepada mereka


"Yasudah, aku juga mau masuk. karena itu sepupuku, aku tidak mau sampai dia ada apa-apa"Sambung Miko


-------

__ADS_1


__ADS_2