
Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya ya😉😊🤗
.
.
.
Keesokan harinya kami berangkat. Tak lupa mengantarkan mama Viana kerumah Ibu dan berpamitan.
Sampai dirumah ibu, kami segera berpamitan karena waktu takutnya kami kelelahan jika sampai disana begitu siang ataupun sore.
"Ibu, ayah, mama kami pamit ya" Ucapku pada mereka lalu bersalaman
"Iya kalian hati-hati" Kata Ibu
"Iya bu" Sahut kami
"Kalian kabarin kami kalau sudah sampai" Ucap Mama Viana
"Pasti kok ma" Sahutku
"Oh ya, Dani jagain Ririn ya. Jangan lupa, Ririn punya alergi terhadap cuaca yang begitu dingin. Jadi jangan sampai alerginya kambuh" Pesan Ayah
"siap ayah" Sahut suamiku
"Ibu, Ayah, Mama, kami berangkat ya. Assalamualaikum" Ucapku pada mereka
"Waalaikumsalam" Sahut mereka serentak
"Cepat kembali" Kata Mama Viana
"Iya jangan lupa hadiah kabar untuk kami" Timpal ibu
"hehe iya" Sahutku melambaikan tangan dari dalam mobil dengan membuka kaca jendelanya
Kami berangkat menuju Pulau Batu Indah. Walau pulau tersebut tak perlu menyebrangi lautan, tetap saja itu disebut pulau karena dekat dengan area lautan.
Diperjalanan, kami puaskan dengan candaan dan tawa kami. Begitu senang akhirnya bisa pergi berdua. Dan harapan tak ada yang menggangu kami ketika Honeymoon nanti.
Beberapa waktu berlalu, kepalaku mendadak pusing. Tak seperti biasanya aku menempuh perjalanan jauh.
"Mas ada minyak angin gak?" Tanyaku padanya
"Ada ditas yang kecil" Ucapnya menunjukkan tas disampingku
Aku segera mencari minyak angin itu. Aku temukan dan langsung kupakai.
__ADS_1
"Kenapa? pusing?" Tanya suamiku
"iya, gak biasa sih. Mungkin kecapean" Kataku
"yaudah istirahat aja, entar kalo udah sampe mas bangunin" Katanya
"iya" Sahutku
Lama kemudian, aku tertidur. Terbangun ketika suamiku menepuk pipiku.
"Sayang, bangun... kita udah sampai" katanya
"emmm.. udah sampai?" Tanyaku
"iya udah sampai" Sahut suamiku
"mas cari makan dulu yuk, laper" Pintaku
"mau makan apa?" Tanya suamiku
"pengen seblak" Sahutku
"yaudah yuk kita jalan bentar cari seblak" Kami turun dan mencari seblak disekitar sini. Memarkirkan mobil didekat pohon dan menguncinya.
Sampai dikedai yang menjual berbagai macam makanan.
"ada seblak gak?" Tanyaku
"Ada mbak" Sahutnya
"mas mau seblak gak?" Tanyaku pada suamiku
"Mas mau nasgor aja. Mbak jadi pesannya nasgor pedas satu sama seblak satu ya" Kata suamiku
"baik, minumnya mau apa?" Tanya pelayan itu
"Es teh dua ya" Sahut Suamiku
"Oke harap ditunggu" Ucapnya
Kami menunggu pesanan kami hingga saatnya kami makan. Beristirahat sejenak disini dan mengisi perut kami yang lapar.
"Mas mau tambah" Pintaku
"Sejak kapan kamu makan banyak?" Tanya suamiku
"gak tau lah, mau nambah lagi pokoknya" Ucapku merengek layaknya anak kecil
__ADS_1
"Yaudah, mbak seblaknya satu lagi ya" Pesan suamiku pada pelayan itu
"baik" Sahutnya
Seblak kedua ku datang, kumakan dengan lahap. Masih ingin menambah lagi, tetapi perutku merasa tidak nyaman.
"kenapa sayang?" Tanya suamiku yang melihatku memegangi perutku
"gapapa, cuma perut gak enak aja" Sahutku
"Lagian kamu makan seblak sekalinya dua porsi" Ujarnya
"ya kan lagi pengen aja gitu" Sahutku
"yaudah yuk pergi cari hotel, habis itu kita istirahat. Nanti sore pergi kerumah orang yang kamu bilang" Kata suamiku
"oke yuk" ajakku
Kami menemukan hotel didekat sana. Masih dekat dengan jalan raya. Walaupun begitu, tetap dibilang pulau karena wilayahnya yang dekat dengan Lautan dan banyak pepohonan rindang layaknya seperti pulau yang jauh ditengah lautan sana.
.
.
.
.
Kelanjutan dari cerita ini di akhir ya, lihat aja di daftar episode paling bawah. Soalnya episode 89 ilang gaes🤧
Tungguin Kelanjuttannya ya😊😉
Dan jangan lupa untuk like, komen, vote, favorite dan rate nya ya🤗😊
Jangan lupa juga untuk mampir ke novel ku yang lain. Daftar nama novelnya ada dibawah👇👇
Fajar Untuk Senja
Love Defeats My Psicopat
Cool Girls
Buruan Capcus mampir kesana lalu tinggalkan jejak serta dukungan kalian okey👍🤗
Sekian Terima Kasih❤
__ADS_1