
Kami akhirnya sampai diloket pembelian tiket bioskop, Kali ini kami sepakat menonton film horor walau aku sudah berkali-kali melihat yang horor beneran..
"Eh kita berEnam kan?"ucap Dani sambil menghitung kami
"Iya berEnam"Sahut Gilang kepada Dani
Kami mengantri tiket dan setelah selesai, kami masuk lalu duduk dikursi nomor dua dari depan. Disana kami duduk saling berjejer. Ada Bela yang disamping kirinya adalah Gilang, disebelah Kanan Gilang ada Dani lalu Disamping Dani adalah aku. Dilanjutkan disebelahku ada Shiva dan terakhir ada Danar.
Kami menyaksikan Film itu dengan seru, Karena bukan hanya ada horornya tetapi ada humorisnya juga. Kami sudah sepakat mencari film yang bertema horor+humoris.
Kami tertawa saat adegan humor dan ketakutan disaat adegan horor. Namun, disaat adegan horor aku terkejut karena ada sosok yang mengerikan muncul didekat layar dan bersamaan dengan film itu saat adegan horornya
"aaaaaahhhhhhhhhhhh"Aku sontak terkejut dan berteriak histeris hingga aku bersembunyi dibalik bahu Dani dan memegang erat tangannya.
"Eh eh Rin, udah ga papa"Ujar Dani sambil melepaskan tanganku yang memegang erat lengannya.
"Eh maaf maaf, reflek tadi"Kataku malu-malu
"Soalnya tadi ada sosok muncul disana"Bisikku kepada Dani
Aku menunduk malu-malu karena reflek tadi. Disebelahku ada shiva yang tak kalah mesra nya
__ADS_1
"Ehemmm yang baru jadian, kaya nya seru banget tuh"Ledekku kepada Shiva sambil tertawa
Shiva yang tadinya berpegangan tangan dan bersender dibahu Danar, langsung melepasnya seakan tidak mau kita tau.
Waktu berlalu dan kini acara yang kita tonton sudah selesai. Kami semua beranjak dari tempat duduk dan..
"Rin, hati-hati temanmu sedang diikuti oleh sosok perempuan berambut panjang dan bermuka rusak"bisik Lisa dengan nada datar ditelingaku
Aku melihat mereka satu-persatu dan ternyata yang diIkuti adalah Dani. Aku kaget dan langsung berkata "Pergi, jangan dekati temanku"
Semua yang masih ada disana melihatku dengan aneh
"Dani jangan disitu!!"Teriakku sambil menarik tangannya
"ada apaan sih Rin?"Tanya Danar kepadaku
"Udah jangan banyak tanya, sebaiknya jangan ada pikiran kosong diantara kita. Kita harus segera keluar dari sini"Ucapku dengan tegas.
Kami buru-buru keluar dari tempat itu, namun entah kenapa kakiku rasanya tidak bisa bergerak. Berat sekali
"Tolong aku...!"Kataku sambil menarik kakiku
__ADS_1
"Eh lu ngapain Rin narik-narik kaki lu sendiri"Kata Danar melihatku heran
"Berat, aku gak bisa jalan nih tolongin dong"Pintaku kepada mereka
Namun kakiku sulit sekali rasanya digerakkan. Hingga pada saat Dani yang menyentuh kakiku, mencoba menariknya. Kakiku seketika bisa bergerak lagi dan aku jatuh kedalam dekapan Dani. Kami saling pandang mata beberapa detik hingga..
"Cieee kaya nya ada yang mau nyusul ni"Ujar Shiva meledekku
Aku yang tersadar langsung melepaskan dekapanku tadi. Aku malu namun apa boleh buat, daripada jatuh
"A.. apaan sih Shiv, orang tadi ga sengaja kok"Sahutku dengan nada gugup
"Iya ga sengaja tadi"ucap Dani sambil tersenyum
"Alasan saja kalian ini,kalo ada rasa ungkapin dong... hahahahaha"Ujar Bela dengan tawanya
Kami yang dibicarakan merasa malu, tapi kami tau mereka hanyalah bersenda gurau.
Kami yang ingin beranjak pulang kerumah tapi tidak jadi karena kami sudah kelaparan. Jadi kami mampir di restoran di dalam Mall itu
-------
__ADS_1