
Kami sampai dirumah Bi Indah..
"Assalamualaikum Bi Indah"Salamku sembari mengetuk pintu
"Waalaikumsalam.. mari masuk"Sahut bi Indah
"Gimana bi? masih ada suaranya?"Tanyaku kepada Bi Indah
"Masih nduk. Ga tau kenapa itu suaranya manggil-manggil kamu terus nduk"Jelas bi Indah
"Apa mungkin itu Lisa?"Ujar Dani
"Iya mungkin itu Lisa"Lanjutku
"Nduk sebaiknya kamu sama teman-temanmu beristirahat dulu. karena, ini sudah malam. Nduk Ririn tidur sama bibi aja, karena Man Deri kan belum pulang"Ucap Bi Indah
"Iya bi" sahutku
"Iya bi, saya juga capek"Celetuk Beni
"Huss kamu ini"Kata Miko
"Sudah tidak apa-apa.. mari"Ajak bi Indah
---
Pukul Dua dini hari, aku terbangun karena suara yang membuatku terkejut itu. Suara Gelindingan botol itu membuatku penasaran hingga aku ingin mencari keberadaan suara itu. Tiba-tiba..
"Rin.. tolong aku"Ucapnya meminta tolong
"Loh itu suara Lisa. Lisa kamu dimana?"Aku melihat sekeliling mencari keberadaannya
__ADS_1
"Emm coba aku keluar deh sebentar, Bi Ririn keluar dulu ya"Aku tak tega membangunkan bi Indah jadi aku keluar sendiri untuk mencri dimana suara itu berasal
Suara Lisa seperti semakin dekat. Akumengikuti arah suara itu sampai aku didapur dan suara itu semakin jelas
"Lisa, kamu dimana?"Tanyaku
Tak lama kemudian aku membuka pintu belakang rumah bi Indah yang mengarah ke perkebunan milik bi Indah dan Man Deri.
"Suaranya kok udah gak ada ya?"Tanyaku kepada diriku sendiri sembari bergidik ngeri
"Duh mana gelap lagi"
Ranting yang tiba-tiba jatuh sangat mengejutkan ku
"Astaghfirullah.. Lisa, apa itu kamu disana?"Aku penasaran dan mencoba melihat kearah pohon yang rantingnya tadi terjatuh
Disaat aku berjalan kesana, aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang sampai tiba-tiba...
---
-POV Bi Indah-
------------------
Pukul setengah 4 lagi, aku terbangun karena haus. Aku beranjak kelur kamr. namun, kulihat Ririn tidak ada disebelahku
"Loh Ririn kemana ya?"Tanyaku yang tak melihat Ririn
Aku segera keluar mencari Ririn, kucari disetiap ruang dirumah. Namun, Ririn tidak ada. Bergegas pula aku ke kamar yang ditempati teman-teman Ririn dan membangunkan mereka
Tok..tok.. tok..
__ADS_1
"Nak, bangun nak.. tolong Bibi"
Miko yang terbangun mendengar suara bi Indah membuka pintu kamar tersebut.
"Hoaaamm iya bi ada apa?"Tanya Nak Miko
"Ririn hilang, tolong bantu cari!"UjarKu yang sekarang semakin panik
"Hah apa?.. Daniiiii bangun dan, Beniiiii!!! Ritin ilang cepetan cari"Teriak nak Miko membangunkan keduanya
"Hahhh apa?? bagaimana bisa? cepat kita cari"Kami semua bergegas mencari Ririn yang tak kunjung ditemukan.
-POV Dani-
---------------
"Bi sebaiknya hubungi keluarga Ririn"Saran Dani
"Baik nak sebentar"
Bi Indah menelfon keluarga Ririn dan kami terus mencari Ririn yang tak tau ada dimana. Sampai azan Subuh berkumandang dan kami sholat serta berdoa supaya Ririn baik-baik saja.
Sampai pagi hari, kami masih mencari keberadaan Ririn.
Aku berjalan menuju kebun dibelakang rumah bi Indah. Aku merenung sejenak disana memikirkan Ririn. Saat lamunanku sudah terbuyarkan oleh angin yang sejuk, aku tak salah melihat didekat pohon yang lumayan tinggi itu ada sebuah sendal yang hanya sebelah saja. Kudekati itu dan kulihat ternyata..
"loh ini kan sendal Ririn?.. apa Ririn diculik?"Tanyaku mulai kebingungan
Aku langsung membawa sendal itu dan memberitahukan kepada teman-temanku dan bi Indah bahwa pemikiran ku jika Ririn telah diculik
"Bi Indah.. Ririn sepertinya diculik"Aku berlari dan berteriak memberitahu Bi Indah serta yang lainnya
__ADS_1
---