Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 64: Adopsi


__ADS_3

Happy Reading baby🤗🥰


.


.


.


Orang yang mencoba menculiknya mencoba kabur. Perempuan yang menyelamatkan bayi tersebut menimangnya karena bayi itu menangis kencang. Ia membawa bayi itu ke depan rumah sakit. Seorang suster yang pingsan tadi sudah ada di sampingku karena tau benar setelah arwah hantu santi tadi berbicara.


"maaf kan saya, tadi saya tidak percaya padamu"kata suster itu padaku


"iya tidak apa-apa. Itu bayinya"sahutku menunjuk perempuan yang kemari


"sus ini bayinya"kata perempuan itu


"terima kasih sudah menyelamatkan bayi ini"kata suster itu


"sama-sama"Sahutnya


Namun, raut wajah perempuan itu sedih. Dan dia berkata bahwa dia teringat dengan anaknya yang sudah meninggal. Masih bayi seperti anak yang tadi diselamatkannya itu.


Aku merasa iba kepada perempuan bernama bu Susi itu. Kesempatan untuk menolong hantu Santi dan bayinya mungkin disini. Lalu aku mengatakan itu kepada Bu Susi.


"Bu Susi, kami mendapat amanah dari ibu bayi ini. Ibu bayi ini ingin seseorang yang baik mengadopsi bayi ini. Apa ibu bersedia?"Kataku


Raut wajah Bu Susi terlihat sangat senang dengan linangan air mata dipipinya


"kenapa bu? apa ibu tidak mau?"Tanya suster itu


"saya mau sus, saya mau mengadopsi dan merawat bayi ini, karena saya sudah kehilangan bayi saya dan sangat hampa rasanya dihati saya"jelas Bu Susi


Setelah berbicara lama dan menyetujui pengadopsian Bayinya Hantu Santi. Bu Susi mengikuti suster itu untuk mengurusnya. sedangkan aku diantar suster lain ke ruangan.

__ADS_1


 


Setelah kejadian ini sudah terselesaikan, aku meminta suster untuk memapahku kembali keruanganku.


"sus, boleh tolong papah saya ke ruangan saya" Pintaku pada suster


"mari saya bantu"Sahut suster itu


Berjalan kearah lift dengan keadaan masih pusing dan tertatih-tatih. Terasa tak mampu lagi aku berjalan. Pandanganku mulai terasa buram melihat sekitar. Kepalaku semakin pusing. Dan aku terjatuh lalu tak tau apa yang terjadi lagi


 


Terbuka kembali mataku. Merasakan genggaman tangan yang begitu lembut dan erat. Mengelus jari-jemariku dengan penuh kasih sayang.


"Ibu"Kataku


"Nak kamu sudah sadar, alhamdulillah"Kata ibuku


"iya bu" sahutku


"Maafkan Ririn bu, Ririn tadi membantu seseorang" Kataku


"tapi keadaan mu seperti ini Rin, kenapa masih dipaksakan?"Ujar ayah


"maaf ayah, Ririn minta maaf"Kataku


"kak, kakak tidak apa-apa kan?"tanya dek Rizki


"tidak apa-apa"Sahutku


"yasudah kakak istirahat saja" kata dek rizki


"iya dek"sahutku

__ADS_1


Karena, ibu dan ayah yang sekarang mengawasiku aku tidak bisa keluar lagi. Aku sekarang hanya bisa menurut untuk diam beristirahat di ruangan ini.


 


Beberapa hari setelahnya...


Ibuku bilang hari ini kak Rian akan datang menjengukku. Aku sangat bersemangat karena sangat merindukan kak Rian.


Disini hanya ada aku, dek Rizki dan ibu sedangkan ayah sedang pergi keluar.


"Dek, nanti kalo kak Rian dateng bangunin kakak ya. Kakak ngantuk" Kata ku pada dek Rizki


"oke kak"Sahutnya


Belum sempat aku menutup mata, suara ganggang pintu terbuka mengalihkan pandanganku.


Terlihat ayah datang dan dibelakangnya ada kak Rian yang menyusul


"Kak Rian..." Kataku


.


.


.


Tungguin kelanjuttannya ya hehe😊😂


Jangan lupa dukung aku dengan cara Like, komen, Tip, Vote ya😊😘


Pastikan Novel ini ada di rak buku kalian okey🤗🥰


Mampir juga di novelku yang lainnya👇👇

__ADS_1


-Fajar Untuk Senja


Sekian terima kasih❤🙏😊


__ADS_2