
Datang kembali updatenya "Sahabatku yang tak kasat mata" yukk jangan lupa di like, komen, and vote kasi koin juga gapapa banget loh😁😊
.
.
Aku butuh dukungan kalian agar aku semangat update nya ya dan mendapatkan penceritaan dari novelnya yang lebih menarik..
Yaudahh guyss..
Happy Reading yaa🥰😍😊
.
.
.
Setelah pemakaman Mbok Ningsih selesai, kami pulang kerumah masing-masing.
Aku masih tak kunjung melihat Lisa yang biasanya bersamaku.
Sampai dirumah bi Indah, aku mandi dan akan siap-siap pulang.
Persiapan akan kepulangan kami kerumah kami sudah selesai, kini kami akan segera pulang.
Sewaktu aku akan melangkah masuk kedalam mobil, Lisa tiba-tiba muncul didepanku
__ADS_1
"astaghfirullah.. Kaget aku ada apa si Lisa?"Tanyaku padanya
"makasih ya udah mau nolongin ibuku"Ujar Lisa
"Makasih apaan, itu ibumu aja udah meninggal mana sempat nolongin. Keburu telat.."Sahutku padanya
"ya makasih aja kamu udah mau nemuin ibuku sebelum ibuku meninggal"Kata Lisa
"Rin, ayoo!"Ajak Ayah
"Iya yah sebentar"Sahutku
"Rin, itu kamu ngomong sama siapa?" Tanya Bi Indah yang keluar lagi karena melihatku berbicara sendiri
"Oh sama Lisa bi, dia mau nyampein sesuatu"Jawabku pada Bi Indah
"ohh begitu, yaudah bibi masuk duluan gapapa ya"Kata bibi
"Bu, tungguin ya nih Si Lisa mau ngomong sama aku"Pintaku pada ibu
"Iya iya..."Sahutnya
"Rin, aku mau ngomong sama kamu"Kata Lisa
"Mau ngomong apaan?"Tanyaku
"Aku mau pamit sama kamu"Jelasnya singkat
__ADS_1
"Maksud kamu apaan si? Mau pamit kemana coba?"Tanyaku yang masih tidak paham oleh ucapan Lisa
"Aku bersama ibuku akan tenang dialam sana, aku akan menemani ibuku dan tidak meninggalkannya lagi. Aku tau ini berat bagi kita setelah sekian lama kita bersama dan pada akhirnya harus berpisah. Tapi kami sudah seharusnya pulang Rin"Jelasnya
"Huaaaa kok kamu pergi, kamu gak boleh pergi Lisa. Kamu sahabat aku kan. Kamu yang selalu nemenin aku kapanpun dan dimana pun. Pokoknya kamu ga boleh pergi!"Aku melarangnya karena sedih untuk menjalani hidupku tanpanya
"Maaf Rin aku tidak bisa, kami sudah seharusnya pergi"Kata Lisa Lagi
Keluargaku yang tadinya didalam mobil, keluar setelah aku menangis histeris, begitu pula dengan Bi Indah dan Man Deri.
"Ya Allah Rin kamu kenapa?" tanya ibuku sembari mendekap diriku
"Lisa mau pergi bu, pokoknya ga boleh!"Sahutku
"Kenapa?"Tanya ibu yang masih tak mengerti
"Lisa, mau pamit pergi ke alam nya bersama mbok Ningsih, aku gak mau Lisa pergi bu hiks hiks hiks"Kataku sembari menangis
"Nduk, ikhlaskan mereka sudah berbeda dengan kita. Dan ini mungkin akan menenangkan mereka, kalo kamu masih saja tidak terima drngan kepergian mereka, mereka akan sedih nantinya"ujar bi Indah mengelus kepala ku
"Iya Rin bibi kamu benar"Kata ayah
Kupandangi Lisa yang akan pergi bersama ibunya itu. Dan aku mengangguk dengan air mata yang masih menetes ke pipi.
"lisa, jangan lupain aku ya hiks hiks"kataku memandangnya
"iya rin, aku sama ibuku pergi dulu ya dadahhh"Lisa pamit bersama mbok Ningsih dengan melambaikan tangnnya. Aku juga membalasnya. Tangisku mulai semakin pecah setelah Lisa pergi.
__ADS_1
Aku masuk kedalam mobil dan pulang bersama keluargaku. Didalam perjalanan aku selalu termenung karena mengingat Lisa yang sudah pergi bersama mbok Ningsih.