Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 91: Tante Rosa


__ADS_3

Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya ya😉😊🤗


.


.


.


Keesokan harinya, aku berkemas untuk melanjutkan perjalanan akan kerumah Neneknya Putri. Aku ditemani oleh Putri dikamar hotel ini. sedangkan suamiku sedang pergi membeli makanan.


"Rin, nanti setelah aku ketemu mama aku bakal seneng banget" Ucap Putri


"siapa sih yang gak seneng ketemu sama orangtuanya?" Tanya Ku


"Ya maksud aku kan, setelah mama tau ternyata yang dikubur dulu itu bukan aku dan jasadku udah dikubur di pemakaman dekat rumah sakit itu. Aku pengen mama tau aku dimana" Jelas Putri


"oh yaudah sih tenang aja setelah ini kita kan kesana" Ucapku


"iya, tapi...."Omongan Putri terpotong ketika suamiku masuk kekamar


"Haii sayang, nih bubur yang kamu minta tadi" Ucapnya


"wah makasih" Sahutku langsung beranjak mencicipi bubur itu


"mmm enak" kataku


Aku melahap habis bubur ayam itu. Sangat enak dan seperti yang kuinginkan.


"Mas, habis ini mau berangkat kan?" Tanyaku memastikan


"Iya" Sahutnya


Setelah menghabiskan makanan kami, kami segera berangkat menuju rumah Neneknya Putri.


Diperjalanan, kejadian yang sama terulang. Mendadak pusing dan mual.


"Mas, ada plastik gak?" Tanyaku


"Ada tuh" Sahutnya menunjuk


"mau muntah?" Tanya nya


"hoeekk... mas air" Kataku


"nih, kamu kenapa sih sering pusing terus mual gitu?" Tanya suamiku khawatir


"Gapapa mas, cuma kecapean doang kali" Sahutku


"Bener ya?"


"iya"

__ADS_1


Putri menunjukkan arah jalan yang ia tau, sampai pada sebuah rumah yang berada di komplek. Rumah bercat putih dan berpagar hitam.


"Bener ini rumahnya?" Tanyaku pada Putri


"iya, ini rumah nenek. Aku harap Mama ada disana" Kata Putri


Kami segera mengetuk pintu rumah tersebut.


tok...tok...tok..


"permisi" Ucapku


Seorang perempuan membuka kan pintu untuk kami. Seorang yang ku kenal, dan selama ini kami cari...


"Tante Rosa...." Aku menghamburkan diri memeluk tante Rosa


"Ririn... loh kok kamu bisa ada disini? darimana tau alamat tante?" tanya tante Rosa


"tante, nanti akan kami jelaskan" Sahutku


"yaudah masuk dulu yuk" Ajak tante Rosa


Disana terlihat ada seorang perempuan tua, sepertinya ini neneknya Putri. Terlihat, Putri juga senang bercampur aduk dengan kesedihan. Terharu melihat mamanya yang masih sehat dan neneknya yang juga masih sehat.


"Ini Ibu tante, panggil aja mbah" Ucap Tante Rosa


Kami bersalaman dengannya lalu duduk kembali.


"Oh ya kenalin tante ini suami Ririn, namanya Dani" Sahutku


"saya Dani tante" Ucap suamiku menjabat tangan tante Rosa


"Oh ya, bagaimana kalian sampai kesini?" Tanya Tante Rosa


"Tante, kita sudah lama nyariin tante. Kami sampai kesini karena bantuan Putri" Ucapku


"Putri...?" Mendadak tante Rosa kaget mendengar ucapanku


"bagaimana bisa? Putri sudah tiada" kata Tante Rosa tak percaya


"apa tante lupa kalau Ririn bisa melihat 'mereka'?" tanyaku


"ah iya tante lupa, terus kenapa putri masih disini? apa dia tidak tenang?" Tanya tante Rosa


"Iya tante, justru kedatangan kami kesini untuk memberitahu sesuatu tentang Putri" Timpal suamiku menyahut


"sesuatu apa?" tanya tante Rosa


"Jasad yang dikuburkan dulu bukanlah Putri......" Aku menjelaskan semuanya


Tante Rosa meneteskan air matanya, selama ini ia kira anaknya sudah tenang. Tapi, ternyata anaknya masih belum tenang dan masih ingin memberitahu tentang ini semua ke tante Rosa.

__ADS_1


"Baiklah terima kasih Rin kamu sudah memberitahu tante. Tante akan pergi ke makam itu dan tante akan doa kan Putri supaya ia tenang. Walau jauh, tante akan tetap berziarah kesana" Ucap Tante Rosa


Terlihat Putri sangat senang, wajahnya kembali tersenyum setelah tadinya ia bersedih.


"Putri sudah senang tante. Oh ya ini ponsel tante" Ucapku menyodorkan ponselnya


"loh ini kan ponsel tante yang hilang.. darimana kamu bisa dapat?" Tanya Tante Rosa


Aku menceritakannya dan tante Rosa sudah faham dengan tujuanku menemuinya. Masalah dengan Putri sudah selesai. Sekarang waktunya kami akan berpamit pulang.


"tante kami mau pamit" Ucap suamiku


"Tapi kan ini sudah malam, bagaimana kalau besok saja kalian pulang. Tante akan siapkan kamar untuk kalian" Kata tante Rosa


"baiklah tante. Tak baik juga kalau kami sampai sana terlalu malam" Sahutku


Akhirnya kami menginap dirumah tante Rosa. Keesokan harinya, kami pamit untuk pulang kerumah.


"Hati-hati dijalan. Salam untuk orangtua kamu" Ucap tante Rosa


"iya tante dadah" kataku


Kami melambaikan tangan dan berpisah. Putri yang sudah tenang akhirnya kembali tersenyum. Tetapi, ia tak seperti yang lainnya. Ia belum kembali ke alamnya setelah tenang. Sebaliknya denganku, aku juga tak ingin Putri kembali.


.


.


.


Mungkin ada yang bertanya kenapa kamu Crazy up terus thor?


Jawaban: Karena Novel ini akan tamat beberapa episode lagi. Jadi, Author lagi ngejar ceritanya supaya bisa cepet tamat dan fokus sama novel yang lain.


Tungguin Kelanjuttannya ya😊😉


Dan jangan lupa untuk like, komen, vote, favorite dan rate nya ya🤗😊


Jangan lupa juga untuk mampir ke novel ku yang lain. Daftar nama novelnya ada dibawah👇👇



Fajar Untuk Senja


Love Defeats My Psicopat


Cool Girls


Buruan Capcus mampir kesana lalu tinggalkan jejak serta dukungan kalian okey👍🤗


Sekian Terima Kasih❤

__ADS_1



__ADS_2