Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 93: Lahir


__ADS_3

Yuk dibaca lagi dan jangan lupakan dukungan pada setiap bab novelnya yaπŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ€—


.


.


.


Keesokan harinya....


Pagi-pagi sekali sudah terbangun, aku mencoba keluar rumah untuk menghirup udara pagi yang menyejukkan.


"Loh Rin kamu sudah bangun?" Tanya mama Viana


"Iya ma, tadi malem Ririn tidur agak awal" Sahutku


"Oh ya mama ada daster untuk kamu, nanti mama ambilkan" Ucap mama


"makasih ma" Kataku


"Iya sama-sama" Sahut mama


***


Siang hari, ketika sedang menonton televisi diruang keluarga. Mendadak aku ingin mangga muda.


"Ma, Mas kemana? bukannya masih libur ya?" Tanyaku pada mama Viana


"ada dibelakang, gak tau lagi ngapain" Sahut mama


"ohh gitu, yaudah Ririn mau kebelakang bentar" Pamitku


"iya hati-hati" Sahut mama Viana berpesan.


Di dekat dapur, terdapat pintu yang menuju arah belakang rumah. Disana ada berbagai tanaman, salah satunya yaitu tanaman favorit almarhum papa. Maka dari itu, Suamiku selalu menjaganya.


"mas" Panggilku


"iya ada apa sayang?" Tanya nya


"Pengen mangga muda" Ucapku


"ya nanti beli" Sahutnya

__ADS_1


"mau sekarang" Kataku sedikit memaksa


"Yasudah tunggu ya, mas pergi bentar" Ucapnya


Menunggu dan akhirnya mendapatkan mangga muda yang aku inginkan. Apa ini yang dinamakan ngidam?... Sering juga makan banyak dan ingin yang bermacam-macam.


***


Sembilan bulan kemudian....


Bersama dengan suamiku dikamar, suamiku sedang membereskap pakaian bayi yang kami beli kedalam tas untuk persiapan kelahiran anak kita nanti. Sekarang usia kandunganku sudah mencapai sembilan bulan. Tinggal menunggu waktu saja.


Tapi, beberapa jam kemudian perutku terasa sakit. Tak kuasa menahannya sehingga aku berteriak.


"Mas.... mama...." Teriakku memanggil mereka


"Sayang kamu kenapa?" Tanya suamiku saat ia melihatku


"sakit mas" Ucapku lirih


"astaghfirullah Rin, sepertinya kamu akan melahirkan. Dani, cepat pergi siapkan mobil" pinta mama


"iya ma" Sahutnya segera


Kami menuju rumah sakit diwaktu itu juga. Langsung ke ruang persalinan. Suamiku menemaniku didalamnya. Keluargaku juga sudah dikabari bahwa aku akan melahirkan.


Aku mengangguk seraya menggenggam tangannya erat. Tak kuasa menahan sakitnya.


Beberapa menit kemudian....


Oee...oeee..oee


"Selamat, kalian telah menjadi orangtua. Bayi kalian perempuan" Ucap dokter yang menanganiku


"Alhamdulillah" sahut kami


Setelah melakukan pembersihan dan pindah ruangan, kelurgaku boleh menjengukku. Bayiku sudah da disampingku kini. Sangat cantik nan lucu. Sudah di azani oleh sumaiku juga tadi.


"Mas anak kita.." Ucapku


"makasih sayang, udah menjadikan aku seorang ayah" ucapnya


"ya sama-sama" Sahutku

__ADS_1


"Aduh lucunya, cucu nenek" Kata ibuku


"Akhirnya kita punya cucu lagi ya mas" Ucap ibuku pada ayah


Singkat cerita, beberapa waktu dirumah sakit, Akhirnya aku sudah diperbolehkan membawa bayiku pulang. Kami juga mengadakan syukuran untuk kelahiran bayi kami. Keluarga serta teman-teman datang mengunjungiku.


"Selamat ya Rin" Ucap Shiva yang sekarang sudah menikah dengan Danar


"makasih" Sahutku


"Siapa nama anak kalian?" Tanya ustad yang menjalankan acara itu


"Indah Arindina" Sahutku bersamaan dengan suamiku


"nama yang bagus" ucapnya


Setelah acara syukuran selesai, kami semua beristirahat.


Dikamar, Putri masih saja berada dipojok ruangan.


"Put..." Kataku memanggilnya


"Rin, aku akan segera kembali ke alamku. Sekarang kamu bisa ikhlaskan aku pergi kan?" Tanya Putri


"Put, aku sedih sekali jika kau harus pergi kembali. Tapi, apa daya aku tidak bisa mencegahmu. Aku akan berusaha ikhlas" Sahutku meneteskan air mata


"Terima kasih Rin, kalau begitu aku pamit. Selamat tinggal" Ucapnya


Tangis membanjiri pipiku setelah Putri benar-benar pergi untuk selamanya. Suamiku mencoba menenangkanku. Aku tak berfikir sebelumnya bahwa ia benar-benar akan pergi.


Selama Putri pergi untuk selamanya, aku memutuskan untuk menutup mata batin yang ku punya.


Keesokan harinya, seorang kyai datang dan menutup mata batinku. Aku sekarang tak bisa melihat mereka lagi terkecuali hanya merasakan. Aku harap, Indah anakku tidak mengambil alih mata batin itu.


Mungkin inilah akhir kisahku bersahabat dengan mereka yang tak kasat mata. Aku lebih memilih hidup normal bersama keluargaku tanpa masalah dengan mereka yang tak kasat mata lagi.


...~THE END~...


Tetap dukung karyaku yang lainnya ya😊


Jangan bersedih hati karena novel ini tamat, Masih ada novel yang lain untuk dibaca. Dan InshaAllah, setelah 2 atau 3 novel yang lain tamat Author bakal Mereview Novel baru yang berjudul.....


Penasaran ya?...

__ADS_1


Nah kalo penasaran terus pantengin ya, jangan sampe ketinggalan. Info akan tetap author kasih di setiap bab novel ya😊


Terima kasih sebelumnya karena telah meluangkan waktu kalian untuk membaca dan mendukung karya iniπŸ™πŸ˜Šβ€


__ADS_2