Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 10 : Semangat belajar nya


__ADS_3

Reina.


Dua hari aku di rawat di rumah sakit rasanya tak menyenangkan, selain tidur dan makan tidak ada lagi kerjaan yang aku lakukan membosankan. Ngomong kalian tau siapa yang menjaga ku selama dua hari ini? Tentu kedua sahabat ku, yakk aku sayang benget sama mereka.


Kalian tau? Waktu kedatangan Om Sihhab dan tante Aleen ke sini, ini ruangan kek pasar mereka serasa reunian sedangkan ini anaknya yang sedang sakit tak berdaya di diam kan. Ingin rasa aku teriakk , mereka sibuk dengan obrolan nya masing masing. Abang es yang sibuk dengan game online nya dan Ais? Tentu saja ia sibuk memperhatikan nya. Tapi tenang Rama selalu di samping ku hehhe aku dan dia sedang menonton film kesukaan ku ahhh Drakorrrr love love.


Terlebih lagi Ais yang selalu datang setiap hari, tumben banget dia rajin, aku tau alesannya karena Abang es ku itu, dasar bucin.


Tiga hari lagi adalah Ulangan kenaikan kelas. Tentu saja aku sibuk untuk belajar hufff melelahkan rasanya. Ingin aku rasanya jadi presiden dan menghapus Ulangan di sekolah


"Nana...Nana.. " Teriak Mommy dari bawah.


"Ckk, Iya Mom bentar nih lagi di sepatu." Ucapku. Aku sudah selesai di sepatu dan turun menuruni anak tangga berjalan ke arah ruang tamu yang dimana keluarga tercinta ku tengah berkumpul.


"Ayo bang!." Ajak ku yang sudah duduk di antara Mom and Dad.


"Lama! Ngapain aja seh?." Omel manusia es itu.


"Tapa."


"Bodoh."


"Hust, sudah cepat kalian pergi sebelum terlambat." Ucap Mom yang di angguki oleh ku namun tiba tiba teriakan seseorang menghentikan langkah kami.


"Nana!! Assalamu'alaikum!! Gue bare---, Ehhh lagi kumpul Assalamu'alaikum semua Heheh!." Cengir nya, siapa lagi kalau bukan Ais yang tiba tiba datang dengan seragam panjang nya juga ransel di punggung nya itu.


"Waalaikumsalam, ehhh nak Ais, sini sayang." Mommy menyuruh Ais berjalan menghampiri nya tentu Ais mencium kedua tangan orang tua ku.


"Ngapain lo?." Tanya ku.


Dia berdecak "Pergi bareng yahhhhhhhhhhhh." Aku memutar bola mata jengah lalu melirik Abang es di samping yang hanya melirik sekilas.


"Bang?" Aku menyenggol bahunya ia hanya melirik ku sekilas, hufff bisa ngomong ga sih nih orang?


"Ya udah Ais bareng aja pergi nya sama Abang dan Nana lagian mobil cukup kok untuk badan kalian bertiga." Ucap Daddy yang kembali duduk di sofa.


"Yesss... Makasihh Omm. Om the best deh." Ucapnya sambil memeluk Mommy dari samping.


"Kok Tante yang di peluk kenapa ngga Om?." Omygad please deh Pah, Ais itu anak orang bukan anak mu ohhh sungguh aku ingin teriak.


"Nanti deh Om kalau udah jadi Papa mertua Ais heheh." Gamblang nya. Itu mulut lemes bener minta di tabok kali sama sambel nya Bi Yuki yang super pedes.


"Mimpi lo." Aku mendorong kepalanya kebelakang dia berdecak.


"Aamiin ke--".


" Mom kita pergi dulu Assalamu'alaikum." Nah kan aku yakin Si Manusia es resah sama keadaan kek gini, Aku tertawa pelan melihat wajah cemberut Ais kasian deh Ais duh sahabat ku yang malang, Dia pergi keluar duluan dan di susul oleh kami.


Aku duduk di belakang bersama Ais sedangkan si Abang Es duduk di depan, Awalnya dia memaksa ku untuk duduk di depan tapi aku menolak setelah melihat wajah Malang nya si idiot itu. Dan di hanya pasrah dengan ini toh dia juga seperti kasian. HAHA makanya Ais ku sayang punya muka di kontrol.


Sampai di sekolah Aku turun bersama Ais dan berpamitan kepada Abang ku tersayang, Aku merindukan kerusuhan kelas. Saat aku masuk kelas semua teman teman bercerita bahwa setelah kejadian itu Glice tidak muncul lagi di sini hanya kedua temannya saja karena di beri keringanan oleh pihak sekolah namun tidak dengan Glice yang termasuk ketua dari gank itu.

__ADS_1


"Kenapa lo ga Ngeluarin Fay dan Zelica juga?." Tanya ku yang sudah duduk nyaman di bangku ku. Dia membalikkan badannya menatap ku lalu tersenyum. Gila kali.


"Kan lo sendiri yang bilang Jangan ngusir Fay dan Zelica karena itu bukan kesalahan nya, mereka hanya mengikuti perintah Glice." Ucapnya meniru Nada bicara ku tempo hari.


Aku terkekeh "Hehe lupa."


"Hai! Gimana keadaan lo?." Tanya seseorang yang sudah duduk di bangkunya di sebelah ku pastinya. Cowo dingin menurut semua orang namun tidak bagi ku. Ia tersenyum tipis lalu menopang dagu dengan satu tangannya.


"Alhamdulillah seperti yang lo liat gue baik heheh." Jawab ku sambil memberikan senyuman termanis ku ini kalau kalian liat pasti kena diabetes tuh wkwkw.


"Semangat!." Ucapnya aku menyatukan alis ku bingung semangat? Semangat apa? Toh aku tidak mengikuti lomba maraton.


"Semangat belajar nya." Ya Ampun.... Ga usah di potong potong kalau ngomong Mas ah bikin otak ku boros aja.


"Oke.. Lo juga harus." Jawab ku sambil mengacung jempolku ke arahnya.


Pelajaran di mulai, yak hari ini aku tidak tertidur fokus pada guru yang sedang menjelaskan materi di depan itu, aku harus semangat karena sebentar lagi Ulangan Kenaikan kelas aku tak ingin mengecewakan Mom and Dad tentunya. Saking fokus nya tak terasa jika waktu berjalan dengan cepat hingga jam istirahat aku punya tidak menyadari nya.


"Tumben fokus bener mbak?." Ais bertanya sambil berdiri dari duduknya.


"Iya dong, Btw lo mau kemana?." Jawab ku lalu aku bertanya kepada nya toh aku bingung dia mau kemana sudah main berdiri aja.


Tak!


Dia menjitak dahi ku membuat aku Meringis dan mengelus nya pelan "Lo Oon ya? Ini udah jam istirahat!."


Aku melihat sekeliling ku memang benar anak anak sudah tak ada di kelas bahkan Guru pun sudah keluar "HEHE maafin." Kok aku jadi idiot gini sih? Deket deket Ais pastinya.


"Gila lo parah ngga lah."


"Jus jeruk 1,Es teh manis 1,Jus Mangga nya satu, Air mineral nya satu dan Mie ayam 2, Nasi Goreng spesial pake hati dan cinta 1 yak." Ais memesan makanan yang di mana kita sudah berada di kantin kesayangan kita hufff aku rindu..


"Itu yang terakhir ga ada Neng adanya Hati ayam." Ucap salah satu pelayan di situ Aku terkekeh pelan sedangkan Rama hanya tersenyum tipis.


"Dia udah Gila bi!." Ucap ku.


"Ga apa apa Bi Hati ayam juga yang penting ngga di PHP in." Bacott pikir ku tuh otak gimana sih yah kali ayam mainin perasaan, tapi ada ga sih? Ahh ada kali.


"Si Neng mah Ada ada wae ah.."


"HEHE." Tawanya, ckk lucu juga kaga lo.


"Owh iya Bi Es Cream Coklat 1 yah." Pesan ku yang di angguki oleh si BiBi. Namun nampak dua tatapan tajam mengarah kepada ku.kalau bukan mereka siapa lagi?


"Na....lo kan baru sembuh." Sahut Rama melirik ku sekilas lalu fokus lagi ke handphone nya.


"Heheh...Ga apa apa yah please sekali ini doang kok please yahhhh.." Mohon ku kepada kedua sahabat ku tersayang, aku yakin mereka akan mencegah ku maka dari itu aku mengeluarkan jurus Avatar ku wkwkw.


"Ckk, percuma emang ngomong sama lo." Ais berdecak kesal


Kita menikmati makanan hari ini, tiap hari juga nikmat kok, ahh hari ini si Es tidak menjemput ku dengan tawaran yang baik Rama bersedia mengantarkan ku ke rumah, Yes ga harus ngeluarin uang saku wkwkw.

__ADS_1


"Ayo Ram..." Ajak ku yang menghampiri dia yang sibuk membereskan buku bukunya


"Bentar." Ucapnya aku mengangguk.


"Nana... . . Gue pulang duluan yah.. Maaf ga bisa bareng Mama gue lahiran cuy." Teriaknya sambil memeluk ku dari samping padahal cuman beberapa langkah kenapa harus teriak coba? Bikin telinga ku budeg aja huff!.


"Yayaya... Sana pul-- APA!! Tante Aleen Lahiran kok lo ga ngomong seh ahh?."


"Gue aja Anaknya baru di kasih tau tadi."


"Iya juga sih.. Ya udah gue balik dulu nanti InsyaAllah Gue And Family nengok Dede bayi okey.. . Dan Ceiii jadi Kaka ah HAHAHA."


"Sialan lo."


Aku dan Rama pulang bebarengan di perjalanan aku mengoceh membahas beberapa topik yang menurut ku penting sih dan kalian tau? Dia hanya menganggukkan kepala percuma dong aku ngomong dari tadi.


Revaldi.


"Val, jadi kan kita ke Cafe biasa?." Tanya Iqbal yang sambil terus fokus pada layar handphone nya.


Aku mengangguk "jadi kok, Nata juga ikut." Membuat Iqbal melirik ku. Andri memicingkan matanya, colok juga tuh mata.


"Kenapa?." Tanya ku bingung. toh emang benar


"Ga salah? Lo ngajak Nata?." Ucap si Andri aku menggeleng.


"Wahhhh kayanya ada something nih." Andri menaik turunkan alisnya, aku tersenyum kecil.


"Kepo lo ah."


Aku menunggu Nata di parkiran hari ini kita berencana untuk menghabiskan waktu bersama di cafe tempat nongkrong kita, cafe ini milik Bunda jadi yah bebas bebas aja sih, termasuk teman teman ku yang kalau udah datang serasa ada perampok datang menghabisi semuanya.


"REVALDI!! " Teriak seorang cewe menggunakan seragam dengan rok di atas lutut berlari kecil ke arah ku senyuman terus mengembang di bibirnya. Aku ikut tersenyum.


"Haii! Lama Nat!." Sahut ku saat dia sudah sampai dan berdiri di hadapan ku.


"Sorry, tadi gurunya minta di protes." Ucapnya aku terkekeh pelan lalu mengajak nya ke dalam mobil.


Sampai di cafe aku melihat Iqbal dan Andri yang sudah datang dan... What? Sudah ada minuman di depannya parah emang tuh bocah pada! Aku berjalan beriringan dengan Nata. Kami duduk di depan mereka berdua. Mereka memicingkan matanya aku curiga.


"Dari Mana lo? Kok baru nongol?." Tanya Andri sambil mengunyah makanan yang ada di tangannya itu.


"Jangan di tanya, palingan mereka pacaran dulu." Ck, bodoh sekali si Iqbal ini. Lihat lah sekarang pipi Nata berubah menjadi merah kalau dia baper beneran gimana? Otak dimana otak.


"Apaaan sih lo ah, Gue laper mau makan." Aku melambaikan tangan kananku lalu datang lah pelayan Bunda aku memesan beberapa makanan untuk ku dan juga ketiga teman ku itu.


"Ngga usah ngelak oiii!." Andri melemparkan kacang kupas kepada ku, ckkk sialan umpat ku.


"Gila lo!."


"Kita ga kemana mana mana kok, tadi Pak Sandi minta di protes lamaaa bener dah." Nata akhirnya berbicara, yang aku yakin pasti dia deg degan dan menutupi rasa malunya aduhhh maafin gue Nat ah!.

__ADS_1


"Tuh dengerin bodoh!." Ucap ku sambil melempar kacang kupas kedepannya.


__ADS_2