Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 45 : Kalau aku yang gangguin kamu gimana?


__ADS_3

Ujian Nasional akan segera tiba. Dua hari lagi Siswa Siswa di seluruh dunia akan melakukan Ujian Nasional. Semua siswa mau pun siswi mereka sedang sibuk-sibuknya mempelajari berbagai macam materi.


Yang malas mendadak menjadi kutu buku, kemana mana mereka akan membawa buku, sama seperti Nana dan Ais yang selalu menghafal sampai tidak tau tempat. mereka kadang lupa tempat di toilet pun mereka bisa baca. Aneh udah:)


"Rasanya sangat melelahkan, setiap hari kita selalu di berikan soal latihan latihan." Cicit Gadis berjilbab putih itu sambil menyeka peluh nya yang turun.


"Benar, tapi kalau tidak begini kita tidak akan lulus ini semua demi kebaikan kita juga." Ucap Gadis berambut panjang bergelombang itu.


"Benar kata si Nana." Ucap kedua gadis cantik yang baru datang dari arah koridor.


"Ehhh Fay, Zel dari mana lo?" Tanya Ais.


Mereka duduk di samping kedua sahabatnya "Dari toilet sedari tadi si Zel kesakitan akibat datang bulan nya itu." Jelas Fay yang di angguki oleh Nana dan Ais.


"Tapi, gimana keadaan lo Sekarang?"


"Gue baik baik aja kok Na, jangan terlalu khawatir heheh."


"Pede bener lo!!."


"HAHA!!."


Keempat gadis itu selalu mencuri tatapan siswa lain karena keberasamaan dan kekompakannya. Banyak yang iri terhadap persahabatan mereka, namun gitu ke empat cewe cantik itu tidak pernah memperdulikan nya karena tujuan mereka hanyalah menjalin kebersamaan dan mempererat persaudaraan.


Tringgg!!!!


Bel pulang berbunyi menandakan pelajaran di hari ini sudah selesai, semua siswa berhamburan keluar kelas.


"Kita Cafe biasa kann??" Tanya Fay yang sudah berdiri di depan meja Nana.


Gadis itu mengangguk "Iya, katanya ada yang ingin Rama katakan."


"Tapi apaan yah? tumben banget dia ngajak kita ke cafe hanya ingin mengatakan sesuatu?" Ujar Aiss bingung.


"Iya sih, tapi sudahlah ayo kita keluar dia pasti sudah menunggu." Ajak Nana.


"Hey! gue Absen dulu yah perut gue sakit banget!." Keluh Zel yang memegang perutnya.


"Iya lo balik aja gpp, hati hati yah." Ujar Fay melambaikan tangannya yang di ikuti oleh Nana dan Ais.


"Udah yuk!."


Mereka sampai di parkiran dan menemukan Pria tampan menggunakan seragam yang bajunya di keluarkan dan dasi yang tidak di naikan full tengah berdiri di depan mobil sport putih dengan tangan yang di masukan ke saku celananya.


Tiga gadis itu berjalan anggun ke arahnya, banyak pasang mata yang iri melihat mereka bisa berdekatan dengan ketua Tim Basket dan senior paling tampan di SMA ini.


'*Astaga, Rama cakep bangettt.'


'Emang dia paling tampan kan suami gue.'


'Lu kalau halu jangan berlebihan nanti jatuh sakit lagi.'


'Bodo Ah... Ramaaaaa I Really Love Youu*!!!!.'


Kisrak kisruk itu terus terdengar sampai akhirnya ketiga cewe cantik itu sudah berdiri di hapadan Rama.


"Assalamualaikum, Senior tampan." Ucap mereka serentak


"Waalaikumsalam, lama banget sih! gue pegel gila!!" Ketus Rama.


"Sorry, Yah Udah ayo keburu soree." Ajak Ais.


"Udah sore OGEB!." Ralat Nana.


"Heheh gue hilap!."

__ADS_1


"Btw bentar, si Zel kemana?" Tanya Rama yang tidak menemukan keberadaan satu Sahabat nya itu.


"Owhh dia Absen katanya." Jawab Fay yang di angguki oleh Rama.


Sampai di cafe mereka memesan makanan favorit mereka saat ke cafe tempat nongkrong nya ini.


"Btw lo mau ngomong apa sih?" Tanya Nana di sela sela makannya.


"Habisin aja dulu, nanti lo keselek lagi." Jawab Rama.


'Apa ini waktu yang pas buat gue ngomong yang sebenarnya? tapi kayaknya ngga enak deh kalau ada Fay dan Ais.. ah lebih baik gue minta tolong bantuan Bang Al sama Kak Reno buat jemput mereka.' Batin Rama yang memperlihatkan ketiga cewe yang tengah melahap makanannya.


Fay yang melihat Rama bengong membuat nya heran "Lo kenapa? kesambet?"


"Gila lo!! eh gue ketoilet bentar yah." Pamit Rama dia bergegas ke toilet dan meroboh Handphone nya untuk menghubungi Al dan Reno di grup para cowok.


BoyBoyan🐙


Itulah nama grup mereka, Rama mengetik lincah di papa keyboard Handphonenya.


👤Me : Permisi Akang... Tetehh...


👥Reno : Mangga Neng...


👥Al : ???


👥Demian : What?? Whatt??


👤Me : Gue minta tolong dong, sekarang gue ada di Cafe biasa Gue sama cewe cewe. Nah gue mau ngomongin soal perpindahan gue sama Nana, tapi gue ga enak kalau ada mereka berdua dan @Al @Reno bantu gue dong Jemput Fay sama Ais.


👤Me : Jangan Minyak doang dong!! gue lagi di toilet nih!!


👥Demian : Ngga ada Zel gitu?


👥Reno : Gue siap sangattt siap!


👥Al : @Demian yang tabah wkwkw


👤Me : @Demian Zel si bocah itu PMS dia kesakitan jadi kagak ikut ngumpul.


👥Demian : Astaga Calon Pacar Gue sakit? yah udah kalian ke cafe gue ke rumah Camer dulu bye!!


👥Reno : Gue sama Al otw.


👤Me : Ok Gue tunggu.


Ketiga Cewe itu tertawa lepas ketika membicarakan hal hal yang menurut mereka konyol dan ngakak.


"HAHA!! receh lo Na!!." Tawa Fay mengisi ruangan VIP cafe tersebut.


"HAHA! biar lah ini semua gara gara tinggah si Ais masa iya dia makan sup pake sedotan." Cicit Nana di sela sela tawanya.


"Gila kalian malah kegawain gue!!." Dengus Ais kesal.


Rama datang dan duduk kembali "Sepeninggal gue kayanya senang banget ada apa?"


"Haha!! liat si Ais masa iya di makan sup kae sedotan ngga masuk akal!!" Tawa Nana pecah ketika melihat Ais yang lagi lagi menyeruput supnya menggunakan sedotan jus.


"HAHAH!! Gila lo Is, Kalau Bang Al liat gimana nanti?" Ujar Rama sambil terkekeh.


"Benar gimana?? lu ga malu apa?" Tanya Fay, tapi hal itu tidak menggubris kefokusan Ais terhapas sup pedas yang di sedotannya itu.


"Ngga mungkin lah! dia kan ngga ada di sini dan lagian nih iya ini tuh benar benar nikmat dan apa lagii sup pedas iga ini benar benar enak apa lagi pake sedotan ini HAHA!!." Ucap Ais, Membuat semua orang melongo heran sama cara fikir orang ini.


"Tapi serius lo ngga malu apa? jika Bang Al liat?" Tanya Lagi Rama.

__ADS_1


"Ihhh diem dehh gue lagi makan sutt!! dia ga akan tau lok tenang!!." Jawab Ais pede.


Tanpa dia sadar Al berdiri sedari tadi di belakangnya hanya Rama dan Nana yang tahu karena mereka berhadapan langsung dengan Ais dan Fay.


Al menepuk pundak kiri Ais "Ihhh diem dehh gue lagi fokus nih." Ucap Ais tanpa menoleh.


Al menepuk Kembali pundak Ais tapi kali ini Ais tidak menggubris nya, Fay yang melihat itu awalnya terkejut tapi Rama memberinya kode untuk diam.


Al kembali menepuk pundak Ais "Astaghfirullah diem deh Fay!! gue lagi makan ganggu aja!!." Protes Ais dia sangat yakin bahwa Fay yang melakukan itu.


"Lo apa apaan sih! dari tadi gue makan tau! liat tangan gue kotor masa iya tangan gue gerak sendiri." ketus Fay.


"HAHA!! Ais tuh sup nya habisin dong sayang loh." Ucap Nana mencoba mengerjai Ais.


"Ihh bener banget gue lupa udah yah gue mau lanjut makan no ganggu ganggu!!! kalau kalian berani gangguin gue liat aja gue bak---."


"Kalau aku yang gangguin kamu gimana." Bisik Seseorang tepat di telinga Ais, suara halus milik Al berhasil membuat Ais tertegun.


Dia menoleh dann ...


Cup...


Ais justru malah mencium pipinya Al karena wajah Al berada sangat dekat dengan pipi Ais sehingga saat Ais menoleh bibirnya malah mengenai pipi putih Al.


"Astaghfirullah kaliann!!!" Teriak Nana.


"Ka-- Ka All ngapainn di sini??" Ketus Ais yang mencoba menghilangkan rasa gugupnya.


"Jemput Kamu." Al duduk di samping Ais dan memandang nya dengan menopang dagu dengan satu tangannya.


"Ihh apaan sih receh bangef!!." Ujar Ais yang mengambil tysue dan mengelap kedua tangannya.


"Kenapa? udahan makan sup pake sedotannya?" Tanya Al Membuat Ais menunduk malu.


'Ya Allah kenapa sihh dia muncul di saat gue lagi nikmat banget!!.' Batin Ais.


"Ahhh itu kak.. Aiss harus.. Ais harus cuci tangan dulu soalnya lengket banget." Ucap Ais mencoba menjauh dia tak tahan jika Al terus memandang nya seperti itu.


Ais hendak berdiri namun dengan cepat Al menarik tangan nya sehingga dia duduk kembali dan lebih dekat dengan Al membuat dirinya menegang seketika detak jantung nya sudah meronta ronta.


"Di sini ada tysue basah kenapa harua cuci tangan." Al menarik tangan Ais dan mengelapnya dengan lembut.


"Please gue baperr!!!" Teriak Fay gemas melihat nya.


"Kita bisa melakukan seperti yang mereka lakukan, kamu mau?" Goda Reno yang berhadapan dengan Fay lalu dia meraih tangan Fay dan mengelapnya dengan tysue meniru Al dan Ais.


"Terus kita jadi apa?" Tanya Nana menatap Rama.


"Kita ke taman yuk, ada yang gue ingin sampaikan ke lo!." Ajak Rama menarik tangan Nana.


Sepeninggalan Nana dan Rama, Al tak henti menggoda Ais dia sangat gemas melihat tunangannya itu.


"Udah deh Kak jangan terus menggoda aku!! bisa bisa aku jatuhh terus ngga bangun bangun Gimana?"


"Iya aku akan bangunin kamu apa pun caranya."


"Udah ah, Ayo pulang!."


"Kemana?" Al masih sangat suka membuat Ais kesal.


"Ke Akhirat mau ikut?!!" Ketus Ais yang berjalan duluan keluar cafe.


"Asalkan sama kamu aku mau!!." Teriak Al mengejar Ais.


"NGGA JELAS!!!"

__ADS_1


__ADS_2