
Secepat apapun suatu kebohongan berlari, tetaplah yakin bahwa kebenaranlah yang akan melewatinya.
-Endahps. Kam, 23/07/20
°•°•°•°°•
"Na! Cocok ga gue kalau pake baju kaya gini?"
"Hemm."
"Serius Na."
"Hemm iya."
"Na, Liat dulu dong bagus gak nih? gue pengen tampil cantik di depan calon suami gue."
"iya iya."
"Nana, ser--."
"IYA AISHA MUGHNY ANGGARA, CALON KAKA IPAR GUE, YANG CANTIK NYA MELEBIHI MIMI PERI YANG UDAH GANTI RAMBUT."
"IHHH NANA! JAHAT DEH SAMA KAKA IPAR SENDIRI."
"BACOT LO AH!!."
Yah, kedua cewe itu kini tengah berada di dalam bagunan besar yang banyak di kunjungi banyak orang, Mall, bangunan ini adalah salah satu milik Daddy Aidan. Ais dan Nana berencana untuk membeli beberapa baju keluaran terbaru sekarang.
Reina.
Hari ini aku di ajak Ais untuk berbelanja beberapa keperluan ku dan dia, aku memilih untuk berbelanja di salah satu mall milik Daddy, meski ini milik Daddy tetap saja aku lebih suka membeli dari pada meminta, meski kadang para pegawai selalu menawarkan produk gratis.
Kini aku seperti seorang juri fasionshow duduk dan memperhatikan seseorang memberi pendapat yang kadang aku malas untuk menjawab, Ais anak Oon itu benar-benar membuat ku naik darah, sudah satu jam lebih aku menunggu nya, huff menyebalkan.
"Sudah kan?" Tanya ku ketika melihatnya datang menghampiri ku dengan beberapa peaper bag di tangan nya.
"Sudah dong Na, tinggal kamu bayar hehehe." Jawabnya, Ckk gila emang anak kini, belanja seenaknya yang bayar orang yang pakai dia? huff..
Aku hanya memutar bola mataku jengah dan memberikan senyuman manis "Udah yuk, gue laper pengen makan." Ucapku menarik tangan nya.
"Kaya nya ini enak deh, aku pengen ini dan ini, ahhh ini juga, wahhh kelihatan ini enak aku ini juga deh." Ucapnya, Mataku membulat bagaimana bisa dia makan sebanyak itu sedangkan badannya sama sekali tidak berisi.
"Lo Laper apa kesurupan?" Tanya ku heran sambil membuka daftar menu.
"Laper iya sih, tapi kalau kesurupan.... bisa di bilang karena gue udah kejang kejang liat Abang lo Na." Jawabnya, Basa basi parah nih anak.
"Serah lo deh gue cape."
"Sir, I ordered all the menus here except for the foods that contain nuts ( Pak saya pesan semua menu yang ada di sini kecuali makanan yang mengandung kacang kacangan ) ." Ucap ku, Ntah kenapa rasanya aku ingin makan semua makanan yang ada di sini,
"Lo gila? banyak banget lohh, terus siapa yang mau habisin nanti." Ucap Ais kepada ku, Aku tersebut lalu membuka tutup Tumblr biru milik ku dan meneguk habis air yang aku bawa tadi.
"Gue Alhamdulillah sehat kok, soal itu santai aja kali gue jamin bakalan habis."
"What? kata lo bakalan habis?? parah emang itu perut apa karet, muat banget."
"Iya perut lah gila lo! iya maksud gue kalau ga habis bisa di kasih ke orang orang yang membutuhkan nanti waktu kita pulang, bisa kan? gitu aja ribet."
Nampak Ais mengangguk "Gitu yah, gue ga nyangka seorang Reina bisa berbuat baik juga."
"Lo baru nyadar apa ketinggalan zaman."
Di Tempat lain nampak seorang gadis kecil yang merajuk ingin berkeliling, Rasa lelahnya hilang seketika saat ia menginjakkan kakinya ke Negeri ini. Ia sesekali menarik tangan sang Kaka untuk mau mengikuti kemauan.
"Reva kita baru nyampe masa iya mau jalan jalan langsung sih." Dengus Sang kaka sambil berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan gadis kecil itu.
Lagi lagi gadis kecil itu merengek "Ngga Kaka! Reva ingin makan es cream di mall yang sama kaya waktu itu." Rengeknya lagi lagi sang kaka hanya mendengus.
"Aduhhh Bunda sama Ayah malah enak enakan pergi berdua mana main titip titip aja lagi huff." Reval menatap Reva yang siap untuk menangis, ia tak tahan jika melihat orang yang dia sayang menitikkan air matanya.
Reval tersenyum lalu mengangguk dan meraih tubuh mungil milik Reva ke dalam pelukannya "Iya udah ayo."
"YEAYYY!!! Kaka memang baik Reva sayang Kaka!." Ucapnya sambil memeluk tubuh Reval erat.
"hemm mana nih poinnya."
Cup.
"Nih poin bagus buat Kaka Heheh."
Reval tersenyum saat Reva mencium nya, dia akan bahagia ketika melihat adiknya bahagia. Tidak penting seberapa besar rasa lelah yang ia rasakan, prioritas pertama nya adalah membuat semua orang yang dia sayang bahagia.
Hari ini memang Abraham, Anita, Reva dan Reval baru sampai di London tadi pagi, Ab yang terburu buru karena urusan bisnis nya membuatnya langsung pergi ke kantor, Anita yang kasian kepada sang suami lebih memilih untuk ikut dengan terpaksa Mereka menitip kan Reva kepada Kakanya, Reval.
"Kak, tau ga kenapa Reva suka banget sama negera London ini?" Ucap Reva sambil melirik Reval yang tengah mengemudi itu.
Reval melirik Reva sekilas dan menggeleng "Ngga."
__ADS_1
Reva tersenyum lalu memperhatikan jalan dari dalam mobil "Karena Reva suka sama kaka cantik yang tinggal di sini, dan Reva harap bisa ketemu lagi heheh." Ujarnya penuh harap, Reval menyatukan Alisnya. dia masih bingung siapa sebenarnya Kaka cantik yang selalu Reva cerita kan itu.
"Seperti apa sih kaka cantik itu? sehingga membuat adik kaka ini kelepek kelepek."
"Ahhh ga bisa di jelasin kak, intinya dia perempuan."
Reval mendegus dengan jawaban Reva, iya jelas jelas perempuan orang yang di sebutnya aja kaka cantik. pikirnya menggeleng kan kepalanya.
"Tapi cantikkan mana nih Kak Nata sama kaka cantik itu?" Tanya Reval membuat Reva berfikir dengan mengetuk ketuk jarinya di atas pelipisnya.
"Emmm cantik dua duanya sih, tapi Reva lebih suka sama Kaka Cantik hehe." Jawabnya Membuat Reval tertegun, lalu tersenyum melanjutkan perjalanan nya.
Lama mereka di perjalanan akhirnya sampai di depan Toko Es cream dekat dengan Mall besar di London ini.
"Ngantri de, duduk aja dulu yuk." Ajak Reval yang melihat beberapa orang tengah mengantri untuk menikmati es cream lezat ini.
"Lama ga yah kak." Ucap Reva yang duduk di pangkuan Reval.
Reval mengelus rambut panjang Reva "Sebentar yah de, sabar dong orang sabar di sayang tuhan."
Reva mengangguk matanya memperhatikan orang orang sekitar yang sedang berlalu lalang.
"Nih Es cream nya, Rasa strawberry khusus untuk adik kaka yang cantik ini." Ucap Reval menyodorkan Ea cream monas strawberry, Mata Reva berbinar
"Wahh terimakasih Kaka Reva."
_o0o_
"Ais Jajan es cream yu, pengen banget nih." Ucap Nana yang berjalan keluar dari mall besar itu
"Lo ga kenyang emang? makan banyak banget, mana semua menu lo pesan lagi! liat nih sisa kan? mubazir tau." Ujar Ais menasehati
Nana memasang wajah melasnya "Please lo tau sendiri gue sehari ngga makan es cream bagaikan ngga makan nasi setahun." Celetuk Nana.
Ais menggeleng dia sangat tahu Sahabat nya ini memang sangat menyukai es cream, ia juga selalu sabar ketika Nana ingin makan es cream secara mendadak.
"Iya udah ayo, jalan aja deh yah." Ucap Ais yang langsung di angguki oleh Nana.
Cup.
"Yes, lo memang sahabat gue banget." ujar Nana mencium pipi kanan Ais, dengan cepat ais mengelap nya
"Jijik gue Na."
"Huss gila lo."
"Na!."
Ckrek..
"Ihhh apaan sih lo!."
Ais tersenyum melihat hasil karya nya yang bagus, Foto Nana yang terlihat real dengan rambut panjang lurus, senyuman manis terbit di bibirnya.
"Wahhhhh bagus juga."
"Iya dong karya gue."
"Sombong lo!."
Nana melanjutkan jalannya, Ais mengikuti nya du belakang ia memotret beberapa objek yang menurut nya menarik, Seketika langkah Nana berhenti saat melihat seorang nenek yang tengah mengemis itu.
Hatinya merasa iba, ia berjalan menghampiri sang Nenek lalu berjongkok "Grandma, are you hungry?" Tanya Nana menggunakan bahasa Inggris.
Nenek itu mengangguk "Yes non, I haven't eaten since yesterday ( Iya non, saya belum makan dari kemarin.) " Jawabnya dengan Nada lemah.
Nana memberikan makanan sisa yg tadi iya beli di restoran mall, nenek itu tersenyum
"Thank you Non, best prayer for you."
"Amiin, you are welcome Grand."
Ais tersenyum melihat sikap baik Nana, dia sangat bangga memiliki teman baik seperti Nana.
Di tempat yang sama seorang gadis kecil tengah berjalan beriringan sambil di genggam erat oleh sang kaka, mereka menikmati suasana sore hari dengan berjalan jalan di sekitar mall itu.
"Sebentar kak, tali cepatu Reva copot." Ucapnya sembari berjongkok membenarkan tali sepatunya nya
Reval mengangguk dan tersenyum.
Namun entah sejak kapan mata coklat milik Reva itu tertuju pada sosok gadis cantik yang mungkin seumuran dengan kakanya atau mungkin hanya berpaut satu tahun, sosok yang sangat ia idamkan untuk bertemu dan jika jujur ia merindukan nya. Dan entah kenapa rasa nyaman dan sayang ini hadir di hati untuk sosok itu.
Reva masih terus berjongkok matanya masih tertuju dengan sosok gadis itu yang tengah berbincang dengan seorang anak kecil yang mungkin pengemis di negeri ini. Reval yang melihat adiknya terdiam membuat nya heran sekaligus bingung. Ia mengikuti arah pandang Reva, matanya menyipit untuk melihat siapa yang ia liat.
Reval melihat seorang gadis berambut panjang yang tengah berjongkok di hadapan seorang anak kecil gadis itu memunggunginya sehingga ia sulit untuk melihat wajahnya.
__ADS_1
"De, Siapa dia?" Tanya Reval, dia benar benar di buat bingung karena sikap adiknya yang sedari tadi terus memperhatikan sosok itu.
Reva tersenyum matanya masih fokus apa objeknya "Kaka cantik..." Cicit nya kecil, Reval menoleh
'Kaka Cantik? apa kah dia gadis yang selama ini Reva idamkan untuk bertemu dengan nya? tapi siapa sebenarnya gadis itu?' Batin Reval.
"KAKA CANTIK!!!!." Teriak Reva keras, Reval terperanjat.
"KAKA CANTIKK!!!." Teriaknya lagi kali lebih keras.
Reina.
Aku senang bisa berbagi dengan orang orang aku juga senang bisa membantu orang yang tengah kesulitan, aku bersyukur karena Daddy seorang pengusaha besar di berbagai Negera contoh nya negeri ini aku sangat bersyukur karena dengan itu aku bisa membantu orang lain yang mungkin kehidupan nya lebih jauh dari kehidupan ku.
Kali ini aku melihat seorang anak kecil pinggir jalan, nampak nya dia lapar, aku berjalan bersama Ais lalu menghampiri nya dan benar saja ia kelaparan aku memberikan semua sisa makanan yang tak termakan tadi kepadanya nampak bahagia di raut wajah polosnya itu.
Namun ntah sejak kapan aku merasa ada seseorang yang memangil ku, tapi siapa?
aku masih setia memperhatikan anak kecil ini yang tengah makan dengan sangat lahap.
"KAKA CANTIK!!!!." Teriak seseorang, aku melihat ke kanan dan kiri tapi tak ada siapa pun,
"Lo kenapa Na?" Tanya Ais.
Aku mendongak melihat Ais yang tengah berdiri dan menggeleng sebagai jawaban ku.
"KAKA CANTIKK!!!."
Deg...
Suara ini? suara yang sangat aku ingin jumpai, suara lembut nan lucu milik seorang anak kecil asal Indonesia itu, Reva? apa dia? tapi masa iya dia di sini.
Aku berdiri dan berbalik Arah
Deg...
Aku tersenyum ketika melihat sosok anak kecil lucu tengah berjongkok dengan rambut panjang lurus yang di ikat kebelakang, senyuman yang terbit di bibirnya, kulit putih dan ahhh pasti itu sangat lembut. Tapi tunggu, siapa yang bersama nya itu? Kakanya? mungkin sih.
Aku memperhatikan sosok yang di samping gadis kecil itu..
Deg...
kenapa? jantung ku berdetak lebih kencang? dan entah kenapa aku merasakan rasa yang sudah lama aku tak rasakan, aku merasakan sosok kehadirannya, sosok pria yang sangat aku rindukan.
"REVA!!." Teriak ku.
"Lo panggil Reva emang dia ada di sini?" Tanya Ais, lalu mengikuti arah pandang ku.
"Wahhh benar itu Reva Na... tapi?? itu siap-- WAHHHH NANA ITU BUKANNYA ATLET PEMAIN BASKET WAKTU EMPAT BULAN YANG LALU YAH."
Aku menghiraukan teriakan Ais dan berjalan menghampiri Reva, Nampak jelas Reva tersenyum senang aku semakin ngga sabar untuk menghampiri nya.
Aku tersenyum melihat Reva juga ikut berjalan menghampiri ku, kini jarak kita hanya di pisah oleh jalan raya, Aku melihat Reva sudah mendekat tanpa sadar Reva kini berada di tengah tengah jalan.
Dari barat manpak sepeda motor yang melaju dengan cepat, aku yang menyadari itu melihat Reva dengan rasa khawatir aku mempercepat langkah ku untuk segera bisa menangkap tubuh mungilnya.
Sepeda motor itu semakin cepat aku melihat sekilas seseorang berusaha berlari mengejar Reva aku tau dia kakanya, nampak dia sangat khawatir pasti dia juga menyadari semua nya.
"Nana!!! awass!!."
"REVA!!!."
"NANA!!!."
HAP!.
BUGH
"ahhh.." Ringis ku saat tangan ku mengenai tanah aspal. Aku tersenyum melihat Reva yang berada di dekapan ku, ternyata aku berhasil menyelamatkannya.
Author.
Reval dengan cepet memeluk kedua gadis itu menghindar kecepatan laju kendaraan bermotor itu, ia berhasil karena dorongan dari Nana.
Nana yang merasakan pening di kepalanya membuat nya sulit untuk bangun, ia melirik tangan seseorang yang menjadi bantalan di kepalanya. Dia tau bahwa itu berhasil menyelamatkannya diri nya dari benturan aspal. Nana tersenyum ke arah pria yang sama tengah terbaring di samping Reva.
'Kenapa? tangan ini begitu hangat, tangan ini sama seperti Reval, tangan ini berbeda dari yang lain.Tapi dia bukan Reval dia bukan sahabat kecil ku, aku yakin ini hanya kemiripan belakang dan soal rasa dan detak jantung ku, aku juga yakin kalau ini hanya perasaan ku karena aku sangat merindukan nya.' Batin Nana dengan setengah terpejam.
Reva meringis ketika lututnya terkena aspal tapi ia tersenyum ketika melihat sang kaka dengan Kaka Cantik yang ia rindukan itu.
Pandangan Nana memudar ia tak kuasa menahan sakit di kepala nya, meski tak mengenai Aspal tetap saja ia merasakan pusing karena penyakit yang ia derita.
Pandangan Nana kini sudah sepenuhnya hitam,Dia jatuh pingsan tepat di telapak tangan milik Reval.
"NA!!!!... BANGUN HIKS... GUE MOHON..." Ais menangis saat melihat tubuh lemas Nana
__ADS_1