Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 4 : Lebih lebih dari anak kunti


__ADS_3

"Enak bangettt sumpah parah..." Aish yang sedang makan siang bersama kedua temannya itu.


"Pelan pelan napa?? lo mau keselek ha? mending kalau sama nasi kalau sama biji salak gimana?? Mati lo!." Sahut Rama sinis.


"Hahah bener lo bener banget!!." Tawa Nana pecah begitu saja.


"Gila lo pada!!." Dengus Ais yang memanyunkan mulutnya kedepan.


"Haha muka lo mirip babon kalau gitu parahhh anjay!." Lagi lagi ucapan Rama membawa tawa Nana.


'Gue seneng Na bisa bikin lo ketawa kek gitu meski pun harus ngorbanin si Ais HAHAHA.' batin Rama yang melihat Nana tertawa.


drrttt drrttt....


Tiba tiba ponsel milik Nana bergetar ia meroboh benda pipih dan terlihat nama "Abang Es" lalu ia meletakkan ponselnya di telinga kanannya.


"Hallo bang ada apa?." Tanya Nana yang belum berhenti mengunyah.


Orang yang di sebrang sana berdecak "Ckk, Kunyah dulu tuh makanan baru ngomong!."


"Hahaa iya iya udah... Ada apa?."


"Pulang bareng sama Abang!."


"Emang Abang udah beres tugasnya?."


"hemmm."


"Oke! Eh tapi Nana pengen ke toko buku yah bentarrrrr aja."


"ga!."


"Giliran ada maunya baru muji muji."


"Heheh ke toko buku dulu yah ada buku baru yang udah terbit nih."


"Hem."


"Yesss oke..Nanti Abang tunggu di parkiran aja yah Nana makan dulu bye...muach!."


Nana mencium ponselnya sendiri sambil cengar cengir sedangkan kedua temannya menatap ngeri pasalnya kalau Nana udah ke toko buku ibarat pergi jalan jalan ke luar Negeri.


"Gila lo ya Na?." Tanya ais.


"Ngga gue lagi seneng aja kok Heheh!."


"Tadi sedih sekarang seneng, ribet banget yah hidup lo!." Timbal Rama.


"Hemmm suka suka dong!."


Aldio.


Hari ini Aldio PPL di sekolahnya Nana seperti biasa setelah selesai dia langsung pulang ke istananya namun saat ia hendak menjalankan mobil nya ponsel genggamnya bergetar nampak pesan dari sang Mommy.


Mommy.

__ADS_1


Abang nanti ajak Nana pulang bareng yah soalnya takut kabur dia..


Dia berdecak kesal. Bukan tak ingin menjemput adik kesayangannya namun ia malas jika pergi bersamanya akan ada sesuatu yang ia minta kepada sang kaka.


Aldio.


iya mom Aldio nunggu Nana.


Mommy.


Terimakasih sayang.


Aldio.


ya Mom sama sama.


Akhirnya Aldio memutuskan untuk menghubungi Adik kecilnya itu.


"Hallo bang ada apa?." Tanya Nana yang belum berhenti mengunyah.


Aldio berdecak kesal "Ckk, Kunyah dulu tuh makanan baru ngomong!."


"Hahaa iya iya udah... Ada apa?."


"Pulang bareng sama Abang!."


"Emang Abang udah beres tugasnya?."


"hemmm."


"Oke! Eh tapi Nana pengen ke toko buku yah bentarrrrr aja."


"ga!."


"Giliran ada maunya baru muji muji."


"Heheh ke toko buku dulu yah ada buku baru yang udah terbit nih."


"Hem."


"Yesss oke..Nanti Abang tunggu di parkiran aja yah Nana makan dulu bye...muach!."


Bocah gila pikir Aldio.


Cukup lama Aldio menunggi di dalam mobil sambil memainkan handphone nya hingga sadar ketukan dari luar kaca menganggunya.


tok tok tok


Nampak gadis cantik dengan rambut di ikat kebelakang yang mulai agak berantakan namun terlihat menawan, Seragam lengkap dan tas ransel yang di gantung di sebelah pundaknya.


"Bangggg oiii buka dong panas nihhh!!." Teriaknya


Gue membuka kunci mobil dan dengan cepat gadis itu sudah duduk di samping gue dengan cengar cengir sendiri so manis banget.


"Ngapain kamu senyum senyum gitu?." Tanya gue yang mulai menyalakan mesin mobil.

__ADS_1


"Ke Toko buku yahhhh..." Pinta nya.


Tanpa menjawab pertanyaan Nana, Gue menjalankan mobil dan meninggalkan halaman sekolah Nana.


"Banggg..." Ucapnya kesal.


'Gue kerjain ahhh' Pikiran busuk menghantuinya.


"hemmm."


"ke toko buku yah pleaseeeeeee..." Rajuknya dengan muka memohon 'imut juga ade gue kalau gini' pikirnya lagi.


"Kata mommy harus pulang!."


"Tapi bang sebentar doang tinggal belok kok yahhh..."


"Ga ah ngga gue sibuk!." ucap gue sesantai mungkin padahal rasa tawa ini mulai menguasai tubuh gue.


"Ahhh Abang jahat!!!." Dengus Nana sambil memalingkan wajahnya ke luar jendela


'ternyata kalau marahh lebih lebih dari anak kunti ***** serem...tapi lanjutin ahhh..' Batin Aldio yang melirik Nana.


Hening sesaat di perjalanan Aldio masih fokus mengendari mobilnya dan Nana masih setia memperhatikkan jalan dari kaca mobil.


Aldio memang tak bisa melihat adik kecilnya itu marah dan cemberut ia sangat sayang dengan Adiknya. Tanpa Nana sadari mobil Aldio telah berhenti di salah satu toko buku besar di sana.


Nana yang bingung ini di mana mulai melihat Abangnya yang tengah sibuk mencari sesuatu.


"Bang.." Nana mulai membuka suara.


Aldio masing enggan membuka suara dan sibuk mencari sesuatu yang dari tadi masih belum ketemu.


"Bangggg ih..." Teriaknya kesal.


Aldio tersenyum singkat karena dompet yang dari tadi ia cari ketemu juga lalu melirik adiknya yang tengah kesal itu dengan wajah yang siap menerkam mangsanya.


Aldio menyodorkan Kartu kredit gold ke adik tersayangnya.. Nana menyeritkan dahinya bingung.


"Sana beli buku yang kamu mau! jangan lama!!!." Ucapanya seketika wajah Nana berubah drastis senyuaman menggembang di bibir mungilnya itu..


"Beneran bangg??? Makasihhhhhhh." Nana memeluk Abang satu satuanya itu.


"Lepasin bisa bisa Abang alergi di peluk sama lo de!." Pekik Aldio yang langsung dapet cubitan kecil dari Nana.


"Ya udah Nana masuk dulu bye tunggu yah!." Pamit Nana.


Nana dengan senang hati masuk ke toko buku dengan berlari kecil senyuman di bibirnya terus berkembang indah...


ia memilih beberapa Novel kesukaanya yang sudah terbit itu


"Ahhh gue jadi pengen pilih semua deh!." Gunggam Nana dengan senyuman


ia memilih 5 buah buku Novel Romansa kesukaanya lalu ia dengan cepat berlari ke arah kasir tanpa di sadari


Brukkk....

__ADS_1


Nana tak sengaja menabrak seseorang sehingga buku Novel yang ia genggam jatuh berserakan semua ke lantai.


__ADS_2