
Reina POV
Pagi - Pagi sekali mentari sudah membangungkan ku dengan pancaran sinarnya yang hangat menyentuh wajah ku.
Aku mengerapkan mataku perlahan melihat langit langit dinding kamar yang berwarna biru seperti kesukaanku perlahan aku meraba raba sekitar ranjangku mencari keberadaan ponselku yang ternyata ada di atas nakas Shit bodoh pikirku.
masih jam setengah 6 lenguh ku setengah sadar dan kembali menaruh ponselku dan membaringkan tubuh ku lalu beberapa saat kemudia aku tersadar bahwa aku belum menjalan kan kewajibanku sehagai islam.
'ya ampunnnn gue telat!!!masih belum telat kan!!ahhh ini hampir shalat dhuha.' Teriakku yang langsung berlari ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menjalankan kewajiban ku ini.
Setelah itu aku bergegas mandi dan bersiap untuk sekolah. Sudah beres semuanya aku turun ke bawah yang pasti dimana Daddy, Mommy and Manusia es sudah ada di kursi meja makan.
Sedikit berlari aku menghampiri mereka
"Pagi semua.." Sapa ku di sertai senyuman tipis.
"Pagi sayangg!." Jawab Daddy and Mommy namun tidak dengan si manusia es.
"Abang kok ga jawab?." Tanya ku sambil duduk di kursi yang bersebrangan dengannya.
"Pagi!." Sesingkat itu kah dia menjawab cih,sombong.
"Emmmm yayyaya."
Mommy memang telaten dalam menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga, di sini memang memakai pembantu namun dalam urusan meja makan Mommy lah yang bertanggung jawab.
"Owh iya Abang masih PPL di sekolah Nana?." Tanya Daddy yang di angguki oleh manusia es itu.
"Pergi bareng aja sama Nana!." Ucap Mommy tiba tiba.
"Ga!." Ucap dan Abang bebarengan.
"Dihhh why??apa salahnya coba?." Tanya Daddy.
"Ga kenapa kenapa , cuman Nana mau di jemput aja sekarang!." Jawab ku sambil mengunyah makanan.
"Kunyah dulu tuh makanan nanti keselek baru tau rasa!!." Pekik si Aldio itu.
Memang kebiasaan ku sih kalau makan sambil ngobrol ga bisa di rem hehe.
"Iya iya Abang es!."
__ADS_1
"Sama siapa kamu di jemput?." Tanya Daddy mengintrogasi ku dengan tatapan tajam nya.
"Dengan teman Dad." Jawab ku enteng memang dengan temen toh bukan pacar.
"Cewe Cowo?." Tanya Mommy membuatku memutarkan bola mata jengah.
"Cewe Mommy Namanya mau tau?? nih yah namanya Aisha Mughny Anggara!." Jelasku tanpa ba bi bu.
"Oh gitu... okey lanjutkan makan!." Sahut daddy.
Makan pagi itu berjalan dengan lancar, aku menunggu si Lemot itu di ruang tamu bersama semua anggota keluarga ku, Daddy and Mommy seperti biasa bermesraan tanpa rasa malu peluk pelukan eohhh, dan manusia es itu? tentu saja ia sedang fokus pada game online nya itu, hufff semua cowo sama aja.
Ting Tong!
Yakkk, bel rumah ku berbunyi aku segera berdiri dari sofa yang ku duduki namun dengan cepat Daddy menarik tangan ku membuat aku kembali duduk di sofa.
"Why Daddy?." Tanyaku heran.
"Biar Bibi aja yang bukain." Ucapnya, aku mengangguk mengiakan.
Dari luar nampak Ais tengah diam di depan pintu besar milik keluarga Pratama itu, menunggu seseorang dari dalam yang tak kunjung datang juga.
Tak lama ia menunggu datanglah wanita yang sudah tua dengan pakaian seperti ART rumah tangga.
"Assalamualaikum Bi,Ada Reina nya ngga?." Tanya Ais sambil tersenyum semanis mungkin.
"Waalaikumsalam Neng, silahkan masuk Non Nana sudah menunggu di ruang tamu." Ucapnya sopan.
"Iya bi Terimakasih." Ais memasuki rumah mewah itu. Nampak keluarga kecil tengah berkumpul di situ matanya melirik kagum sosok pria tampan di sana.
'Masyallah tampannya ini cowo!! Wahhh bisa bisa gue ke pikat lagi dalam satu pandangan.. Dan apa kah ini di sebut cinta pandangan pertama ahhhh Umi!! Anak mu ini sudah jatuh cinta.' Batin Ais yang meronta - ronta melihat ketampan Aldio.
Nana yang memperhatikan sahabatnya yang baru datang itu malah bengong di tempat dengan tatapan yang tertuju pada sang Abang tercinta.
"AISH!! . "
Nana berlari dan memeluk sahabatnya itu dengan kaget Ais membalas belikan Nana.
"Astaghfirullah Nana lo bisa pelan pelan ga! Gue sesek nih bisa bisa mati di sini gue!." Omel Aish yang mendapat kan senyuman manis dari Nana.
"Heheh sorry!! Habis nya lo terlalu fokus sama Abang gue sih!! Jangan jangan.."
__ADS_1
"Shttttt... . Berisikkk duhh!!! Abang lo tampan!." Sahut Ais yang tak sadar tiga orang kini sedang memperhatikan mereka berdua.
"Jadi anak Mommy yang satu ini sudah ada pengemar baru yahh..Cantik lagi orang nya." Ucap Gina yang mendengar Obrolan Nana dan Ais.
"Gara-gara lo sih jadi kan mom lo tau ah!." Bisik Ais.
"Ga usah bisik bisik sini ngobrol!." Ucap Aidan sang papa yang melihat dua gadis malah asik mengobrol sambil berdiri.
Baru sempat Ais dan Nana hendak duduk Aldio lebih dulu berdiri dan berpamitan " Dad, Mom, Abang pergi dulu.. . Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam hati hati bang!."
Ais dan Nana saling pandang. Nana tahu betul Abangnya kini merasa risih "Oiii bang di sini ada orangg pamitan juga kek ga sopan banget sih!!." Teriak Nana yang melihat Aldio berjalan santai menuju pintu.
Aldio berhenti dan berbalik 90 derajat "Abang pamit!." Ucapnya datar lebih lebih dari datarnya triplek. Lalu ia berbalik dan pergi begitu saja.
"Dasar manusia es huuuu!." Pekik Nana kesal.
Ais yang melihat itu tersenyum kecut pasalnya ia baru bertemu orang sedingin ini hufff terbuat dari apa hatinya itu pikirnya.
"Maafkan anak tante yah Nak! Dia memang begitu sifatnya dingin namun aslinya penyayang kok!." Ucap Gina pada Ais.
Ais tersenyum manis "Ahhh tante ga apa-apa kali, Siapa tau Ais bisa nge luluhin tuh hatinya Abang Aldio heheh." Celetuk Ais yang membuat semua orang terbengong - bengong.
Nana tahu Sahabat nya kumat kembali makan dari itu ia mengajak cepat cepat pergi kesekolah "Ais sayang mendingan kita ke sekolah keburu siang yuk!." Ajak Nana di buat selembut mungkin aslinya muall dia!
"Sekolah siapa Na?." Tanya Ais yang lagi lagi membuat Gina dan Aidan menahan tawa nya sedangkan Nana merasa kesal dan membuang nafas panjang.
"Ke SLB aja gimana?." Sahut Nana sambil menarik tangan Ais agar berdiri dari duduknya.
"Ngapain kesana Na?."
"Iya nyekolahin kamu biar pintar!." Sahut Nana dengan nada kesalnya.
"Ahhhh kamu jahat Nana!!." Ucap Ais memukul bahu temannya. Gina dan Aidan berhasil tertawa lepas di pagi pagi kaya gini.
"Sudah sudah kalian pergi sana keburu terlambat!."
"Ahhh siap Tante ayo Na!. "
"Ya udah Nana sama Ais pergi dulu yah Mom, Dad Assalamu'alaikum." Mereka berdua mencium punggung telapak tangan keduanya, Nana menarik tangan Ais dengan cepat. Keburu kumat lagi yah ga Na?
__ADS_1
"Assalamu'alaikum calon mertua!." Teriak Ais bener bener pede nya minta ampun.