
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Babak demi babak mereka lewati kini tinggallah babak terakhir grand final antara permain dari London dan Indonesia, piala dunia mereka rebutkan dengan sehat.
"RAMA SPIRIT!!!!!" Pekik hampir semua pendukung Rama yang sedang menonton pertandingan basket yang sedang berlangsung. permainan sudah hampir selesai. para pendukung pun tak henti hentinya meneriaki dan memberi semangat untuk tim perwakilan dari London.
Begitu pun dengan Reval semua tak henti hentinya memberi semangat untuk tim dari Indonesia, para pendukung kadang menyanyikan lagu Indonesia raya. kali ini Tim Reval menggunakan baju berwarna biru dan ia mendapatkan nomor 1 sebagai capten.
Sedangkan Rama yang memakai baju berwarna hijau stabilo itu terlihat tampan dengan kulit nya yang putih.
"Nat, gue deg degan banget nihhhh siapa yang bakalan jadi pemenang nya." Beo Ais sambil memegang kedua tangannya di depan dada.
Hari ini mereka datang sesuai rencana kemarin. mereka di antarkan oleh Aldio yang mana Aldio kini tengah menyaksikan pertandingan ini, namun tidak se antusias para cewe cewe ini. ia terlihat santai dan tenang menonton pertandingannya.
Nana meliriknya "Gue juga ga tau, berdoa aja yang terbaik deh buat mereka."
"Gue yakin tim Rama lah yang akan menang." Pede Zelica sambil menepuk kedua tangannya.
"Yapss, kita harus yakinnnn!." Imbuh Fay sambil tersenyum.
"Na! coba lo liat deh! cowo yang dari Indonesia itu, Tampan kannnn." Ucap Ais sambil menunjuk Reval yang tengah fokus pada bolanya itu.
"Hemm." Nana hanya Berdehem sebagai jawabannya.
'Kenapa? kenapa wajahnya mengingat kan ku pada Reval yah.' ucap Nana membatin.
"Cool banget parahhhh! siapa yah namanya emmmm." Zel ikut nimbrung
"Mana gue tauuu lah." Fay mengangkat kedua bahunya.
""REVALLL!!! SEMANGAT!!!." Teriak seseorang, yang terdengar oleh telinga Nana.
seketika tatapan nya kini lurus kedepan mencoba mendengar lebih jelas teriakan seseorang tadi yang menyebutkan nama sahabat kecilnya. namun sayang sekali teriakan itu hanya sekali ia dengar.
'Reval? ahhh mana mungkin dia ada di sini. Kan banyak yang namanya Reval, dan ga mungkin kalau Reval ini adalah Revaldi sahabat kecil ku. Mungkin aku hanya merindukan nya saja.' Batin Nana mencoba menyingkirkan rasa ingin tahunya ini.
Aldio yang melihat adiknya bengong menjadi bingung "De, Kamu baik baik aja?" Tanya nya sambil memegang kedua bahu adiknya. Nana mengangguk sebagai jawabannya.
"Aku hanya haus Bang." Elak Nana.
"Biar Abang aja yang ambil oke." Sahut Al yang hendak melangkah pergi namun dengan cepat Nana menahannya.
"Ga usah Bang, biar Nana aja." Aldio mengangguk mengizinkan adiknya untuk mengambil minum.
"Guys aku ambil minum dulu yah haus nih." Ucap Nana sedikit teriak kepada teman temannya itu.
"Oke Na! Hati hati!."
Sedangkan di sisi lain seorang cewe sedang antusias menyemangati pria tampan nya itu, ia yakin bahwa cowo nya itu lah yang akan menang. karena ia tak pernah melihat seorang Reval kalah di medan pertandingan. kini ia berdiri di samping kedua orang tuanya juga kedua orang tua Reval.
"REVALLL!!! SEMANGAT!!!." Teriaknya Lagi.
"Tante, Apa Tante yakin Reval akan memenangkan pertandingan ini." Tanya Nata kepada Anita yang sedang asik menonton putranya itu.
Dari sekian lama Nata bersahabat dengan Reval baru kali ini lah ia memperkenalkan kedua orang tuanya mereka. tapi karena Anita sosok wanita yang ramah, meski pun baru bertemu ia sudah seperti akrab lama sekali. begitu juga dengan Nata yang nyaman jika berdekatan dengan Anita lebih tepatnya keluarga Reval.
"Tentu dong, Tante yakin Reval bisa mengalahkan nya." Jawab Anita dengan penuh percaya diri.
Nata tersenyum lalu matanya melirik gadis kecil cantik yang ada di atas pangkuan Anita " Haii cantikk." Sapa Nata sambil melambaikan tangannya.
Reva melirik Nata sambil tersenyum "Hai Ca eh Kaka." Sahutnya yang sedang belajar berbicara Kaka.
"Nita ini adik nya Reval?" Tanya Elina Mama dari Nata.
Anita mengangguk "Iya dia adiknya."
Elina dan Nata mengangguk.
tapi Reval tak pernah menceritakan tentang adiknya? nanti deh aku tanyain ini pikir Nata.
Nata kembali menatap Reva " Nama kamu siapa cantik?" Tanya Nata kepada Reva.
Reva mendongak kan kepalanya lagi " Revalina kak." Jawab nya di sertai senyuman manis.
"Nda..Ndaa Reva hausss emmm." Rengek Reva sambil memeluk Anita.
Ab yang tengah asik menyaksikan pertandingan anaknya bersama Akbar Papa dari Nata mereka memilih tempat yang di ujung agar jauh dari istri istrinya itu. ntah lah mungkin tidak ingin terganggu.
"Bunda ambilin yah sayang." Ucap Anita pada Reva namun dengan cepat Reva menggeleng.
"Reva ingin cendili Nda." Ucapnya sambil merengek.
"Bahaya sayang banyak orang di sini." Anita memberi pengertian.
__ADS_1
tapi lagi lagi Reva menggeleng "Ngga Nda ngga hiks." Reva mulai menangis membuat Anita gusar.
Nata yang melihat itu merasa kasian pada Anita " Tante biar Reva ambil sendiri, namun Nata akan mengikutinya dari belakang." Jelas Nata memberi saran.
Anita terdiam sebentar lalu mengangguk dan melirik Reva yang sudah tak bisa diam itu "Ya udah, Bunda kasih izin yah. tapi kamu harus hati hati oke." Ucap Anita lembut sambil mengelus rambut panjang Reva.
Reva tersenyum senang lalu mencium pipi Anita.
Cup. "Telimakacih Nda."
Reva pergi menuju kantin yang tidak jauh dari situ, ia memang anak kecil namun dia tidak bodoh ia memiliki kecerdasan yang sama dengan orang dewasa lainnya. Nata yang diam diam mengikuti Reva terus fokus pada Reva agar tidak kehilangan nya.
Hingga tiba tiba seorang anak kecil berlari dan menabrak tubuh Nata.
Bruk..
"Aduhhh De! Hati hati dong." Pekik Nata menatap anak kecil di hadapannya.
Nampak anak kecil itu hanya diam dan bengong. Nata menepuk jidatnya, ia lupa jika ia sedang berada di negera Lain.
"Be careful please! You can fall if you run like that. ( hati hati dong de! kamu bisa jatuh kalau berlari lari seperti itu )." Sahut Nata dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Sorry sis, I'm in a hurry for fear of my parents looking for me later ( Maaf kak, aku sedang buru buru karena takut orang tua ku mencari ku nanti )." Jelasnya membuat Nata tersadar bahwa ia kehilangan jejak Reva.
"Okay, it's ok, then I'll go bye first ( Oke ga apa apa,kalau begitu kaka pergi dulu bye )." Pamit Nata yang panik ia bergegas mencari keberadaan Reva. ia takut kalau Reva hilang.
/Reina
Aku masih memikirkan nama yang di sebut seseorang tadi, Reval? apakah dia ada di sini? tapi tidak mungkin lah, aku berjalan sambil memikirkan hal itu. Namun di dunia ini banyak yang bernama Reval mungkin itu hanya kemiripan Nama, lagian Reval sahabat ku kan namanya Revaldi jadi ga mungkin dong.
Aku berjalan menuju kantin untuk membeli minuman, aku bukan mengelak tadi memang benar aku merasa haus dan bosan. maka dari itu aku meminta izin pada bang Al untuk membeli minum dan aku yakin sekarang ini Ais sedang berusaha mendekati bang Al Heheh, semoga berhasil yah Ais ku sayang.
Hampir sampai di Stand air mineral, aku melangkah untuk segera sampai namun langkah ku berhenti mendengar tangisan seorang anak kecil. Aku membalikkan tubuh ku terlihat anak kecil perempuan berambut hitam panjang, memakai dress putih dengan bunga bunga kecil di atas lutut dan renda di bagian bawahnya.
Aku menghampiri nya karena merasa kasian.Aku berjongkok menyamakan tinggi badan ku dengannya.
"Haii Cantikk, kenapa kamu menangis sayang?" Tanyaku dengan Lembut. Gadis kecil itu menatapku dengan tatapan takut. aku tersenyum mengerti bahwa ia ketakutan.
"Hei! aku orang baik kok, kamu ga usah takut yah." Ucapku meyakinkan, ia mengangguk dan tersenyum. aku menghapus air mata yang ada di pipinya.
"Kenapa kamu sendirian?" Tanyaku sambil mengelus rambut panjang nya itu.
"Aku mau ambil minum haus, cuman aku ngga tau di mana Ca eh Kak." Jawabnya aku tersenyum mendengar nya ia masih belum lancar berbicara ternyata, pikir ku
"Aku ingin mandili kak, cepelti Caca Eval." Aku sedikit bingung dengan ucapan nya, Caca Eval? ohh mungkin kaka nya bernama Eval.
"Owhhh iya sudah, ayo kita ambil minum." Ajak ku sambil menggenggam tangan mungilnya lalu berjalan menuju kantin.
"Permisi, Nona bisa kah saya meminta dua air putih dan satu susu putih."
"Tentu Nona, Silahkan Tunggu Sebentar." Aku dan Gadis kecil ini duduk di salah satu kursi yang dekat dengan Stand ini.
"Nona! ini pesanan Anda." Aku menerima pesenan ku itu.
"Terimakasih Kak."
Aku kembali duduk lalu melirik gadis kecil itu yang tengah celengak celenguk seperti mencari seseorang.
"Hei! nih kaka kasih minum dan satu susu untuk mu." Sahut ku sambil duduk di samping nya.
"Telimakacih kak, Cac eh Kaka udah baik, cantik lagi hehe." Ujarnya sambil terkekeh, aku gemas melihat nya hingga tangan ku menyubit kedua pipi tembemnya itu.
"Uhhhh kamu lucu cekali cihhh, nama kamu siapa cantikk?"
"Nama ku Reva Kaka." Sahutnya aku kembali tersenyum.
"Namanya cantik sama seperti Orang nya." Puji ku, seketika Anak ini memeluk ku membuat ku kaget, namun aku senang bertemu dengannya aku membalas pelukannya dengan hangat.
"REVA!!!" Teriak seseorang sambil berlari ke arah kami. aku melihat perempuan dengan rambut panjang berparas Indonesia, perempuan itu memakai pakaian berwarna kuning yang membentuk postur tubuhnya dengan celana jeans panjang.
"Reva..kamu ngga apa apa kan? Kaka nyari nyari kamu loh, kaka panik Banget sayang." Cerocos nya sambil menyentuh wajah Reva.
"Aku ngga apa apa Kak, untung ada Ca eh Kaka cantik ini, jadi aku baik baik aja." Jawabnya, membuat gadis berambut panjang itu mendongak dan menatap ke arah ku. Aku tersenyum lalu menganggukkan kepala ku kecil.
"Thank you, I'm really thankful ... if that's the case, excuse me ( Terimakasih aku sungguh berterima kasih..kalau begitu aku permisi yah )." Ucapnya nya aku mengangguk dan tersenyum.
"Sama sama..Reva anak yang lucu."
"Hehe iya dia Anak dari orang tua sahabat ku." Aku mengangguk sebagai jawaban.
"Wait, bentar bukan kah kamu selebgram yang sedang naik daun itu." Ucapnya, lah saking aku terkenal nya orang Indonesia pun kenal. wkwkw
__ADS_1
"Owh yess, betul hehe."
"Nama kamu Renna kan." Aku tersenyum mungkin orang mengira aku ini Renna padahal itu singkatan dari Reina dan Nana wkwkw.
"Aku Nathalia Afsheen Myesha, berasal dari Indonesia." Ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
Lagi lagi aku tersenyum dan membalas uluran nya "Sebenarnya aku bersama Rein--."
"PEMENANGNYA ADALAH INDONESIA!!!."
"Owhhh maaf aku harus pergi, sampai jumpa Renna." Ucapnya
"Kaka Aku pelgi dulu yah, campai ketemu lagi bye Kaka Cantik." Ucapnya, aku tersenyum lalu memeluk nya lagi.
"Bye."
/Author
"INDONESIA... INDONESIA... INDONESIA..." Teriakkan pendukung Indonesia menggema di seluruh ruangan.
Kali ini Indonesia berhasil memenangkan pertandingan tahun ini, kembali membawa piala dunia, kembali membanggakan warga Indonesia.
Tim Indonesia dengan senang dan haru saling berpelukan. penonton pun ada yang menitikkan Air matanya.
Reval memeluk kedua sahabatnya "Kita ga sia sia bro." Ucap Reval sambil tersenyum girang.
"Benar, Kita ga sia sia latihan.." Sahut Iqbal bangga.
Reval melambaikan tangannya ke arah kedua orang tuanya juga para sahabatnya yanh tengah menonton itu.
Rasa bahagia menyelimuti nya, Sedangkan untuk London kali ini ia harus menerima kenyataan kalau mereka kalah. tapi tak apa mereka masuk juara 2 piala dunia.
Rama tersenyum setidaknya mereka sudah berusaha untuk berada di sini, suatu kebanggaan juga ia bisa bertanding di sini.
"Ga apa apa, setidaknya kalian sudah berusaha." Sahut Nana yang memeluk Rama. Ia tahu yang di rasakan Rama tapi ini kenyataan nya Indonesialah yang memenangkan pertandingan ini.
"Kalian harus tetap semangat." Sahut Ais sambil mengangkat kedua tangannya yang mengepal.
Rama tersenyum " Terimakasih guys." Sahutnya.
"Rama... semangat lohhh jangan sedihh oke jadiin pelajaran buat lo." Sahut Fay sambil tersenyum.
"Nice." sahut Zel membetulkan.
Aldio menghampiri Rama dan memeluk nya " Semangat Bro, masih banyak kesempatan untuk bisa memenangkan piala dunia ini."
Rama tersenyum " Thanks Bang."
"Kak! Kok Ais ga di peluk sihh." Sahut Ais sambil tersenyum ke arah Al.
"Mau?" Tanya Al membuat mata Ais berbinar seketika.
"Mauu donggg." Jawab Ais antusias.
"Tuh! Tembok peluk!." Aldio menjawab acuh membuat Ais mengembungkan mulutnya kesal.
"Jahat!."
"HAHAH." Tawa yang lain pecah melihat wajah Ais yang kesal.
"Selamat yah Revall kamu memenangkan pertandingan ini." Nata tersenyum dan memeluk Reval.
"Thanks yah ini juga berkat doa kalian semua."
"Sayang..Bunda bangga dengan kamu nak." Anita memeluk tubuh sang Anak dan menangis haru.
"Ayahhh sangat bangga dengan prestasi yang kamu capai nak." Ab memeluk sang putra nya itu.
"Makasih Bun, Yah, ini semua juga berkat dukungan bunda dan ayah juga."
"Celamat Ca eh Kaka Eval." Celoteh Reva yang berhasil membuat Reval memandang nya.
"Cama Cama adik kaka Reval yang cantik ini."Sahut Reval dengan meniru suara Reva.
Reval hendak menggendong nya namun dengan cepat Anita menepisnya "Kamu bau belum! banyak keringat mandi dulu baru boleh peluk Reva."
"Bunda....sekali aja yahh." Melas Reval yang benar benar ingin memeluk adiknya.
"Ngga!."
"Kasian deh yang di tolak mentah-mentah." Celetuk Iqbal.
__ADS_1
"Diam lo!." ketus Reval.