Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 48 : Ini hari bahagia jangan sampai air matamu jatuh


__ADS_3

Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal, bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan.


~Na


5 bulan kemudian......


"Congratulations Na!!! gue bakalan rindu masa masa sekolah kita."


"Ahhh Congratulations Guyss!! gue bakalan rindu banget sama kalian semua!!"


"Congratulations Calin kaka iparrr quehhh!!."


"Pun Nana!! semangat terus untuk maju Sis."


Lima bulan berlalu begitu cepat sama dengan perginya Rama yang sekarang mereka tak tahu keberadaannya. Semenjak saat itu Rama dan yang lain juga last kontak, hal itu justru membuat semua para temannya merasa bingung kemana sebenarnya dia? Nana sering kali melamun merindukan sosok sahabat nya itu. sudah lama sekali mereka tidak bercengkrama bersama.


Tepat di hari ini Kelas 12 sekolah besar di London merayakan hari kelulusan bagi mereka. Semua siswa siswi menggunakan baju dan Toga wisuda.


"Andai ada Rama di sini, pasti suasana akan jauh lebih ramai dan kebahagiaan juga akan menambah." Lirih gadis berambut panjang yang tengah berkumpul dengan teman-temannya di tengah tengah gedung megah itu.


"Benar, Apa kabar dia??"


"Sebenarnya dimana kamu Rama...." Lirihnya lagi, dia menunduk Air matanya turun begitu saja, betapa besar kerinduan yang dia pendam selama ini untuk sahabat nya itu. Fay, Ais dan zel memeluk Nana


"Lo ngga boleh nangis Na, ini hari adalah hari kebahagiaan lo." Ucap seseorang yang berjalan ke arah mereka.


Nana menonggak air matanya kembali turun ketika melihat Sahabat kecilnya hadir di acara penting nya ini. Ketiga sahabatnya tersenyum senang melihat itu.


Nana berlari dan memeluk tubuh kekar milik seseorang itu.


"Reval hiksss gue kangennn hikss." Tangisnya pecah, Tangan itu mengelus lembut surai hitam milik Nana.


"don't cry princess. ini hari bahagia jangan sampai air matamu jatuh." Nana semakin mengeratkan pelukannya ketika mendengar ucapan pria itu.


"Congratulations Sayangnya Mommy." Ucap Gina memeluk Nana.


"Anak Daddy udah besar sekarang udah mau nikah dongg." Aidan bergantian memeluk putri kesayangannya itu.


"Abang dulu Dad baru Nana!." Timbal pria dingin yang tengah merangkul pundak sang tunangan nya itu.


"Itu mah pengennya Abang!." Pekik Nana menghapus air matanya.


"Haha!! maklum udah ngga sabar." Celetuk Aidan Membuat Ais menunduk malu.


"Duhh calon manten malu malu." Ujar Reno melirik dua sejoli itu.


"Udah lo, kita nyusul." Celetuk Demian dengan merangkul Zel yang telah resmi menjadi kekasihnya itu.


"Nah udah lo, giliran kita sayang." Reno yang mengenggam tangan Fay berucap dengan gamblang.


"Ya udah sekalian aja bukan Acara pernikahan masal!!" Pekik Nana kesal. yang membawa gelak tawa mereka.

__ADS_1


_o0o_


"Reval balik lagi ke London?" Tanya Iqbal pada pemilik netra hitam itu.


Dia mengangguk "Hm, kata dia temannya wisuda."


Andri melirik Iqbal lalu merangkul nya "Emang lo lupa apa? sekarangkan hari wisuda sahabat kecilnya yang cantik itu." ucap Andri tanpa sadar.


Iqbal yang mendengar itu mengijak kaki Andri Membuat sang pemilik meringis.


"Awww gila lu!!"


"Maksudnya?? apa?? Reval ke London untuk menemui sahabat kecilnya??"


"Maksud kalian... dia ke sana menemui perempuan yang sering dia sebut princess itu?" lanjut lagi Nata.


"Iya.."


"Awww."


"Ngga tau Nat, kita aja ngga di kasih tau iya ga Ndri?"


"Iya iya Nat bener aww!!."


"Yah udah kita balik dulu udah sore bye!!"


Iqbal membawa Andri meninggalkan tempat nongkrong mereka, dia tahu bahwa Nata bukanlah perempuan bodoh pasti dirinya telah mengetahui semuanya.


"Lo gila!! Nata bisa aja cemburu atau marah ke Reval agkk!!." Iqbal mengusap wajahnya frustasi.


Andri yang bingung memiringkan wajahnya menatap Iqbal dari samping "Bagus dong jadi dia ta...."


"BERSISIK LO!!" Ketus Iqbal.


"BERISIK OGEB!!."


"Iya maksud gue gitu Ndir udah ahk..."


_o0o_


Di Tempat lain sebuah cafe mewah yang berada di atas bukit itu ramai di penuhi para remaja remaja yang tengah bahagia akan kelulusannya itu.


Nana memang bahagia ketika di hari istimewa nya ini Seseorang yang istimewa juga datang jauh jauh dari negeri lain ke negerinya. Tapi hati kecilnya juga sedih ketika dia tidak tahu keberadaan sosok pria yang selalu ada selama ini untuknya, dia sama sekali tidak tahu bagaimana keadaannya, dimana dia sekarang, dan bagaimana kehidupannya sekarang.


"Lah, kok melamun." Ucap seorang pria yang ikut duduk di sampingnya sambil memegang gelas yang berisikan minuman.


"Eh, Reval.. apa?" dia tersadar ketika menyadari Seseorang duduk di sampingnya.


"Ngga, kata Bunda dia kangen. dan kata Reva dia rindu kamu" Ucap Reval mengacak rambut Nana.


"Bilangin sama Bunda, Nana juga kangen dan tolong sampaikan juga rasa rinduku kepada Reva."

__ADS_1


"Kenapa ngga bilang langsung aja?" Tanya Reval, Nana menyatukan alisnya, pasalnya dia tahu bahwa Anita tidak mungkin ke sini hanya karena dia Wisuda.


"Mana mungkin, Bunda kan ngga ada. ahh iya masih ada video call aku lupa..."


"Bunda di sini Na!." Suara lembut itu berhasil membuat dirinya terdiam, dia menoleh kebelakang nampak Seorang wanita paruh baya dan gadis kecil tengah berdiri di tengah keramaian.


"Bunda..."


"Kaka Cantik!!!"


Reva berhambur memeluk tubuh Nana, Dia memeluk gadis kecil di hadapannya beribu kerinduan dia lepaskan, beralih dia mencium punggung telapak tangan Anita dan memeluknya.


"Bunda... kata Reval Bunda ngga ikut..." Ucap Nana melirik Anita dan beralih melirik Reval.


"Kamu kaya ngga tau dia aja, Bunda tadi nemenin ayah dulu ketemu client di sini nak." Timbal Abraham yang di angguki Nana.


"Yah udah, kami ke Mommy and Daddy kamu dulu yah." Ujar Anita menatap Nana, dia tersenyum lalu mengangguk.


Nana menatap kesal Reval lalu menyikutnya, dia beralih menatap Reva dan membawanya pergi untuk bermain di area cafe itu yang kebetulan ada tempat bermain untuk anak-anak.


Sedangkan ditempat yang sama terlihat dua orang yang tengah menikmati waktunya, Al yang sedari tadi mencari keberadaan sang kekasih yang tak kujung ketemu akhirnya dia menemukan nya di ujung cafe tepatnya di taman kanak-kanak.


Nampak Gadis cantik berjilbab itu tengah sibuk dengan bola bola ditangannya, dia juga melihat sang adik dan anak kecil yang tengah bermain itu. dia tersenyum dan berjalan ke arah dimana gadis itu berada.


"Ahhhkk bola bola ini sangat menggemaskan." Ucapnya yang masih tak sadar akan kehadiran seseorang.


"ahh."


"Lepasinnn,, siapa sihh..." Teriak Ais yang mencoba melepaskan tangan seseorang yang menutup kedua matanya.


dari belakang Al memberikan isyarat kepada Adiknya untuk diam. "Nana!! oiii tolongin gue dongg!! lo mau gue di culik ha??!."


"Kalau aku yang culik kamu mau?" Ucap Al yang melepas kedua tangannya dan memiringkan wajahnya mengahap ke Ais.


Ais membeku senyuman nya terukir kini dia menatap Al yang berada di samping, Wajah Al sengaja di taruh di bahu Ais sehingga jarak mereka sangat dekat.


Ais Tersenyum manis lalu memukul tangan Al yang berada di pundaknya "Kaka mau Ais jantung apa??! tega bener ngerjain Ais!."


Cup.


Al mencium pipi Ais dari samping "Udah dong marah marahnya nanti cepet tua, masa iya aku harus pacaran sama Mak mak."


Ais blushing di situ tapi dia masih kesal sehingga memalingkan wajahnya "Iya terus kalau aku tua kaka ga suka lagi gitu sama aku? ga cinta lagi?"


Al melongo kenapa ceritanya jadi ke sini pikirnya, Nana yang melihat dua sejoli itu mendegus kesal "Hei!! Please deh kalau mau pacaran atau bertengkar jauh jauh dari gue! gue muak liat nya!." Teriakkan Nana berhasil mengalihkan pandangan Ais dan Al.


Reva menarik narik ujung baju Nana, dia berlutut menatap Reva kecil "Kakak, kalau kaka iri cama mereka kaka bica kok mesra mesraan cama Kaka Reval."


Nana melongo mendengar ucapan Reva, Tanpa dia sadar Reval kini sudah berada di belakangnya. "Jangan kencang kencang nanti kaka kamu dengar suttt yahhh." Ucap Nana.


"Ahkmm, emang kalau aku dengar kenapa?"

__ADS_1


"Reval...."


__ADS_2