Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 56 : memang benar cinta dapat membuat seseorang lupa segalanya


__ADS_3

"Siapa tadi? Kenapa cowok itu nampak asing? Perasaan aku baru melihat dia hari ini? Dann, kenapa kamu bisa bersama nya?" Pertanyaan demi pertanyaan Ais lontar kan kepada sang adik ipar yang baru saja datang.


Nana berjalan dengan lesu menuju sofa "Bisakah aku datang di sambut dengan lembut dan spesial? Tidak kah kau ini berpikir bahwa aku ini sangat lelah? Huh! Kaka macam apa kau ini." Pekik Nana yang sekarang tengah menyenderkan punggungnya di sofa.


Ais memutar bola matanya jengah "Hei!!! Kau ini baru juga datang sudah marah marah, Kenapa? apa sesuatu yang terjadi di kampus?" Tanya Ais yang sekarang berpindah duduk di samping Nana.


"Iya terjadi hal yang sangat membosankan, dannnn,,, soal Cowo itu namanya Radelio entah dari mana asalnya dia sangat mengenal ku, huh! Itu sangat menyeramkan."


"What??? Dia mengenal mu? Tapi kamu sendiri tidak mengenal nya? Bagaimana bisa?!!"


"Hei!!! Kecil kan suara mu, itu dapat membuat seisi rumah kaget."


"Kenapa? Lagian di rumah hanya ada aku, kamu dan Bi Lesma."


Nana mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, lalu kembali menatap Ais "Mom dan Dad? Lalu Abang?


"Mom menemani Dad meeting di kantor nya. Dan Abang mu sedang keluar mencari mangga muda untuk ku."


Nana mengangguk "owh baiklah aku akan beristirahat sebentar di kamar, bye!"


...* * *...


Di kediaman keluarga lain, suara Rengekan anak kecil itu mengisi seluruh ruangan.


"Bunda tau ngga? Reva udah nunggu Kaka Berjam jam! Untung Reva ngga di culik bagaimana jika ada seseorang yang berniat jahat?"


"Astaghfirullah Nak, sabar! Mungkin Kaka kamu ini lupa menjemput mu atau mungkin dia ada kelas tambahan mungkin karena itu sayang."


Celotehan juga Protesan yang keluar dari mulut Reva gadis kecil yang sekarang duduk di bangku kelas 1 itu berhasil membuat sang Bunda di landa kebingungan.

__ADS_1


Memang benar Reva tumbuh menjadi gadis dingin,cuek namun tidak jika bersama keluarga nya dia akan bersikap manis dan manja. "Ngga Bunda! Reva yakin Kaka pasti pergi berkencan dengan kak Nata."


"Berkencan? Apa maksud mu nak?"


"Sudah lah Bun, tanyakan saja pada orangnya nanti. Reva mengantuk dan ingin beristirahat."


Reva berjalan meninggalkan Anita yang tengah duduk di ruang tamu itu dengan perasaannya yang bingung.


"Huh! Hari ini sangat menyebalkan bagaimana bisa Kaka tidak menjemputku, memang benar kata temanku kalau seseorang sudah jatuh cinta mereka akan melupakan segalanya. jika sudah dewasa nanti aku tidak ingin merasakan jatuh cinta. itu akan sangat menganggu ku." Gerutu Reva pada diri nya sendiri sambil berjalan kesal ke arah kamarnya.


Tak selang lama pintu utama terbuka, Pria Tampan yang mengenakan seragam sekolah dan jaketnya itu berjalan santai memasuki kediamannya.


"Dari mana saja kamu?"


Pertanyaan itu berhasil menghentikan Reval ketika ingin menaiki anak tangga, Anita bertanya dengan nada yang dingin tanpa menoleh kepada sang putra. Pandangannya fokus pada majalah yang dia pegang


"Bunda? Sedang apa bun--"


"Apa Bun? Reva?..." Ucap Reval terkejut, dia masih belum sadar akan amanah sang bunda yang di berikan kepadanya tadi.


"Kamu lupa? Bunda menyuruhmu untuk menjemput Reva hari ini!." Ucap Anita dengan nada yang kesal dan berdiri dari duduknya menghampiri Reval.


"Maafkan aku Bun, sungguh aku lupa akan hal itu."


"Bagaimana bisa kamu melupakan adikmu sendiri Kak, tidakkah dia lebih penting dari pacar mu itu? Kenapa kamu lebih mementingkan dirinya ketimbang adik mu sendiri hah??!" Anita yang biasanya bersikap lembut kini bersikap tegas kepada Reval.


"Aku minta maaf Bun.." Ucap Reval dengan kepala Menunduk, dia sangat menyesal akan perbuatannya kali ini.


"Dengar baik baik yah kak, pikir Kaka bunda mungkin memiliki hati yang lemah dan lembut tapi, itu jika Kaka melakukan hal yang baik dan benar! Dan bunda akan bersikap tegas ketika Kaka melakukan hal yang salah. Tapi? Bunda masih penasaran bagaimana bisa kamu bersikap seperti ini? Coba kamu pikirkan ingat ketika kamu bersama Nana. Kamu tidak pernah pulang sampai larut malam bahkan melupakan kegiatan hal terpenting dalam hidup kamu. Tapi sekarang? Ahh bunda sungguh kecewa!"

__ADS_1


Ujar Anita dengan air mata yang turun, dia sangat kecewa akan perbuatan anaknya itu. Dia meninggalkan Reval yang berdiri lesu, dengan kaki yang lemas dan dada yang sesak Anita berjalan meninggalkan Reval.


"Bunn maafkan Kaka.." Ucap Reval dengan menatap Anita yang berjalan menaiki anak tangga.


seketika langkah nya terhenti, Anita menatap Reval dengan tatapan sendu " Minta maaf lah kepada Adikmu." Ucapnya, lalu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Reval yang berdiri diam.


"Apa yang sudah aku lakukan? Hari ini aku membuat kedua orang yang sangat aku sayangi kecewa." Gumamnya pada dirinya sendiri.


Reval melangkah pergi ke kamarnya dengan rasa bersalah dan penyesalan pada dirinya.


Sedangkan di tempat lain seorang pria tampan dengan lihai memotong mangga Muda yang baru saja dia beli tadi sore untuk sang istri tercintanya.


"Sayang, mangga muda nya sudah jadi. Ayo makan." Ucapnya ketika selesai memotong mangga dan menaruhnya di atas piring lalu membawanya kepada sang istri yang tengah asik menonton televisi di ruang tengah.


"Wahhh, terimakasih Kak." Ujarnya semangat ketika melihat sang suami menghampiri nya dengan mangga muda di tangannya.


Cup, " sama sama sayang. Ayo makan kasian baby kita pasti menginginkan buah mangga ini." Al mencium kening Ais dengan lembut diserangi senyum manisnya.


Ais yang sudah tak tahan dengan mangga muda yang menggoda nya itu dengan cepat mengambil potongan mangga dengan garpu lalu menyantapnya dengan nikmat.


Al melongo menatap sang istri yang dengan lahap memakan mangga muda itu. "Sayang bukan kah itu sangat masam? Jangan terlalu banyak." Ucapnya, dia sendiri khawatir terjadi sesuatu.


"Kaka ngga mau? Enak loh, lagian bukan Ais yang mau ini kemauan baby kita. Ini normal kak ." Jelasnya sambil menyantap kembali mangga muda nya.


Al menggeleng "Ngga, Kaka ngga mau, itu pasti akan sangat masam. Kamu makan saja lah."


Ais terkekeh melihat tingkah sang suami "Gemes banget sih punya suami."


"Sudah sudah jangan menggoda ku, lebih baik kamu makan lalu kita pergi beristirahat."

__ADS_1


Ais mengangguk dan tersenyum " Iya sayang."


__ADS_2