
Malam pun tiba, Gadis cantik itu masih berdiri di depan kaca dia memakai dress selutut bermotif bunga bunga kecil, rambut yang di biarkan tergerai.
Matanya fokus menatap kaca yang menampakkan dirinya, hatinya benar benar gelisah. hari ini adalah hari yang melelahkan baginya, rasa sedih, cape, kesal menjadi satu.
'Apakah kau akan datang ke rumah ku malam ini? apa kau akan memilih untuk pergi dengannya malam ini?' Pikirnya.
'Ternyata memang sangat sulit membuang perasaan yang sudah kita tetapkan ketimbang menaruh perasaan pada seseorang.'
Tok tok tok..
Ketukan pintu berhasil membuyarkan lamunannya, dia berjalan dan membuka pintu.
"Oiii!!! lu lama banget sih, bukannya bantuin gue di bawah tapi malah diem di kamar berdiri di cermin udah kaya mayat hidup lo!." Cerocos Gadis berpasmina hijau itu.
"Udah?? udah kan ngomelnya?? Oii!!! berisik lo datang datang ke kamar gue tiba tiba ngomel ngomel ngga jelas udah kaya mak mak kehilangan anak nya neng!!!" Pekik Nana tak mau kalah.
"Heii!! sampai kapan kalian akan berdebat seperti itu?" Ucap seseorang yang berjalan mendekat ke arah dua gadis itu dengan tangan di depan dada.
"Ngapain ke sini?" Tanya Ais sinis.
"Lah aku kan mau menemui istriku, yang udah lama pergi meninggalkan aku di bawah."
"Oh, maaf sudah membuat mu menunggu.... yah sudah sekarang kamu ke bawah duluan takutnya Tante Anita juga Om Abraham keburu datang sayang."
Al merangkul pundak istrinya itu "Ya sudah kita turun bersama sama."
"Tapi aku hany,,,,"
"HEII!! kalian ini kalau mau menebar keromantisan jangan di depan ku dong!! kebiasaan ga tau tempat!!" Pekik Nana kesal lalu berlalu melewati sepasang suami istri yang tengah bengong memperhatikan sikap Adiknya itu.
"Gila tuh bocah!"
"Sudah ayo susul dia." Ajak Al menuntun Istrinya itu, Ais mendegus lalu menurut saja.
Nana menuruni anak tangga dan menyusul kedua temannya yang sudah datang sedari tadi, dia duduk di antar Iqbal san Andri.
"Lah lah... nih bocah datang datang muka di tekuk gitu? kenapa neng? galau??!!" Tanya Andri melirik Nana.
Nana mendengus "Berisik lo!!"
"Eh si Reval jadi ke sini ngga yah?" Iqbal mengeluarkan handphone nya hendak menghubungi Reval.
"Ngga bakalan di jawab sama dia, orang dia lagi kencan ***." Ujar Andri yang melihat Iqbal kembali menghubungi Reval yang kedua kalinya.
"KALIAN BERISIK BANGET SIH!!!" Teriak Nana bangkit dari duduknya, membuat Andri dan Iqbal tersentak.
"Kenapa,, ini kenapa kok pada teriak teriak?" Ucap Gina yang datang dengan nampan di tangannya.
Sontak membuat ketiga remaja itu menoleh "Eh Tante, ini tante Kayanya anak Tante butuh obat." Ucap Andri sambil tersenyum manis.
"Kenapa?? Nana, kamu sakit sayang?" Gina menaruh nampannya dan bertanya kepada Nana.
"Itu Tante Nana butuh obat penghilang rasa cemburu dan galau." Lanjut Iqbal yang dapat pukulan keras dari Nana.
"GILA LO Nyet!!"
Nana melirik Gina lalu memeluk manja tangan Gina "Momny ngga usah dengerin kata mereka, mereka itu memang gila"
"Ya ampun kiarin Mommy kamu kenapa, yah sudah ini Mommy bawakan bahan untuk kalian bakar bakar.. ada jagung juga ikan untuk bumbu sudah lengkap semua jadi kalian tinggal bakar aja lalu hidangkan deh."
"Ahhh Tante ngga usah repot-repot dong." Ujar Andri
"Alahh!!! gue tau itu jurus lo doang!! bilang aja lo cari perhatian!!." Cibir Iqbal.
"Iya kan biar enakan Bal... malu dong masa langsung serebet aja tuh."
"Biasanya juga gitu lo mah!!." Pekik Nana yang di lanjutkan Tawaan Hangat.
"Kalian ini ada ada saja.."
Tak lama Keluarga Abraham datang mengunjungi Rumah besar milik keluarga Aidan itu, Mereka di sambut dengan hangat dan baik. Memang hari ini sengaja Gina dan Aidan mengundang Keluarga Abraham untuk jamuan di rumahnya maka dari itu Nana juga mengundang teman dekatnya.
__ADS_1
Nana mendegus ketika dia tak mendapatkan seseorang yang sedari tadi dia tunggu. kini dia duduk di kursi Taman sambil memandang Andri dan Iqbal yang heboh membakar jagung juga Ais dan Al yang menebarkan keromantisan nya. di temani oleh gadis Cantik yang duduk di sampingnya itu.
"Kaka cantik, kok mukanya sedih gitu sih?"
Nana menoleh dan tersenyum, dia mengelus rambut panjang milik Reva, sudah lama dia tak jumpa dengan-nya.
"Ngga apa apa kok Heheh.. kaka cuman lapar aja mereka semua lama huh!." lagi lagi Nana harus menunjukkan senyuman palsunya.
"Kaka ga boleh boong sama Reva, kata Bunda Boong itu dosa tau!! Reva tau kaka lagi memikirkan kenapa Kak Reval belum datang juga kan?" Nana di buat melongo mendengar ucapan gadis kecil di hadapannya. bagaimana bisa seorang anak berusia 7 tahun itu bisa mengucapkan hal seperti itu.
"Tadi Kak Reval pergi duluan, katanya dia mau ada urusan dulu dan Reva tau kok kalau kak Reval itu bukan ada urusan melainkan bertemu dengan Kak Nata."
"Reva sebal dengannya, bagaimana bisa dia memilih kak Nata dari pada Kaka Cantik!! Reva kesal huh..."
Reva terus saja melupakan kekesalan dengan mengucapkan berbagai hal tentang Reval, Nana tertawa mendengarnya.
"Ahhh kamu ini lucu banget sihh,,, Ga apa apa dong Mungkin kak Nata lebih penting dari Kaka,,, dan ga masalah jika dia ngga datang kan ada Reva yang menemani kaka iya kan?"
"Iya!!! Reva bakalan jagain kaka dan akan selalu ada untuk kaka."
Nana memeluk gadis kecil di hadapannya, hatinya sakit ketika dia Reval memang melakukan hal itu kepadanya.
Sedangkan di ruang tamu, Seorang pria berpakaian casual baru saja datang dengan di temani oleh seorang gadis di sampingnya.
"Reval kok kamu baru datang, dari mana saja kamu?" Tanya Anita datar, Reval berjalan memberi salam kepada Anita, Ab, juga Gina dan Aidan.
"Malem Tante, Om semuanya..." Sapa seorang perempuan berambut panjang dengan dress atas lutut berwarna merah.
"Maaf Bun, tadi Reval,,,"
"Berkencan dulu sampai lupa acara yang penting ini." Ralat Abraham memotong ucapan Reval sambil menatap lurus kepada sang putra.
"Ngga gitt,,,"
"Sudah lah Ab.. Reval ini sudah besar jadi dia bebas melakukan apa saja terutama menentukan mana yang menurut nya penting dan tidak." Ucap Aidan menenangkan Sahabat nya itu.
"Sudah lah,,, sekarang kamu ke taman saja mereka sudah menunggu dan memulai acaranya." Ujar Gina tersenyum manis.
Nata sedari tadi meremas dressnya kuat dia sangat takut, dia yakin bahwa Ab dan Anita marah karena ulahnya untuk memaksa Reval menemaninya menonton film tadi.
Sampai di Taman Reval menemukan kedua temannya yang tengah tertawa sambil membakar beberapa jagung juga ikan dan sepasang suami-istri yang tengah sibuk menghidangkan makanan di atas piring. kini tatapannya tertuju pada seorang gadis dengan gadis kecil di samping nya yang sedang bercanda riang, Tawa mereka berhasil membuat senyuman terukir di bibir pria tampan yang tengah berdiri itu.
"Reval, seperti orang tua kam,,,"
"Sudah ga apa apa, ayo kita gabung sama mereka." Ujar Reval memotong ucapan Nata dan berlalu cepat menuju Nana dan Reva.
"Kaka Cantik, lucu kalau kaya gini." Reva menunjukkan desain rambut di layar notebook yang dia bawa ke Nana.
"HAHA!! Kamu ini bisa aja." Ucap Nana sambil tertawa yang di ikuti oleh tawaan Reva.
"HEII!!!" Teriak Reval yang berhasil mengalihkan pandangan semua orang.
"Kemana aja lo?" Tanya Al sinis, yang di ikuti tatapan tajam oleh Ais.
"Gue,,,"
"Sayang, dia kan sibuk mengurus dulu urusannya jadi dia telat." Ucap Ais datar, dia melirik Nata dengan tatapan dingin.
"Owhhh gitu, aneh!"
"Siapa dia?" Tanya Al dingin melirik ke arah Nata yang berdiri di samping Reval.
"Halllo Kak, Saya Nata satu kampus dengan mereka." Jawab Nata dengan sedikit menunduk,
"Oh" ucap Al singkat lalu berbalik melanjutkan kegiatannya.
"Oii!!! Lama banget lo!! giliran makanan udah beres lo datang!." Andri melambaikan tangan ke arah Reval.
Nata sedari tadi menunduk dengan hati yang terus gelisah, dia tahu bahwa dirinya sangat lah salah memaksa Reval untuk mau melakukan keinginannya.
"Maaf Bang Al, Ais, Dan semuanya aku telat." Ucap Reval.
__ADS_1
"Sudah, sekarang lo udah ada di sini jadi nikmati aja kegiatan ini." Al berkata sambil tak berhenti melakukan kegiatannya.
Reval mengangguk kini pandangan nya tertuju pada Gadis berdress motif bunga bunga yang tengah berdiri memandang dirinya, dia berjalan ke arah Nana.
"Maaf..." Satu kata yang Reval ucapkan. Nana memejamkan matanya rasanya dia benar benar sedih dan kecewa dia sudah menunggu dari tadi lalu dia datang tiba tiba dengan seorang cewe yang dia bawa.
Nana memaksakan tersenyum "Ga apa apa kok,,, oh Nata kamu ikut yah ayo minum dulu."
Nata tersenyum lalu mengangguk "Ahh iya Na, maaf yah gara gara aku Reval jadi telat."
"Ngga apa apa kok, lagian kita juga belum selesai kok jadi santai aja." Nana memberikan senyuman manisnya, Reval yang melihat itu merasa sakit lagi lagi dia harus membuat gadis ini kecewa dan sedih lagi.
"Emang!! Kak Reval selalu telat karena Kak Nata!!" Pekik Seseorang, kini mereka tertuju pada seorang gadis yang baru saja mengucapkan sesuatu yang membuat semua orang bungkam terutama Nata dan Reval.
"Reva,,,"
"Udah deh Kaka Cantik, kita tuh udah nunggu kak Reval sedari tadi tapi dia datang lagi lagi dengan kak Nata huh!! aku merasa bosan.." Reva berlalu meninggalkan taman juga orang orang yang tengah memperhatikan nya.
"REVA!!!" Teriak Reval, dia paham betul adiknya kecewa.
"Ehhh Na, Toilet sebelah mana yah?" Tanya Nata kepada Nana, Nana menjawab dan menunjukkan dimana letak toilet itu.
"Bro! Lain kali lo harus bisa memutuskan mana yang lebih penting dan mana yang tidak." Iqbal merangkul Reval yang tengah berdiri itu. Reval tak menjawab kini pikirannya kemana mana dia benar benar tak fokus akan kejadian ini.
Kedua orangtuanya yang marah, adiknya yang kecewa dan seseorang yang sedih itu semua karena dirinya.
"Sini biar aku tiupi." Al meraih jagung bakar Ais dan meniupinya.
"Ahhh makasih!!" Ais mencium pipi Al tanpa Rasa malu dengan semua orang yang menatapnya.
"Dah lahhhh kita jadi nyampuk juga kamcong untuk mereka." Andri frustasi melihat kemesraan keduanya.
"Yang jomblo mah beda." Al berucap sambil menyodorkan Jagung bakar yang sudah agak dingin kepada Ais.
"Berisik lo Bang!!"
"Dek, sini biar abang Tiupi juga." Tawar Al melirik Nana yang hanya memandangi jagungnya itu.
"Biar aku saja Bang." Reval langsung meraih jagung bakar yang ada di tangan Nan, Gadis itu meliriknya dan tersenyum tipis.
"Makasih." Reval tersenyum lalu mengacak rambut Panjang Nana,
"HEI!! KAU KEBIASAAN SEKALI HA!!" Kesal Nana yang kembali merapikan Rambutnya.
"Haha!! Kau sangat lucu kalau sedang kesal."
"Berisik lo!!!.....HAHAH!!" Nana mencoelkan arang hitam ke hidung Reval Membuat sang pemilik mendengus lalu membalas perlakuan Nana.
"Heii!!! kau ini sungguhh achhh rasakan ini,,,,," Reval berlari mengejar Nana.
"AMPUN HAHAH!!! KAU SANGAT MENGGEMASKAN REVAL JIKA SEPERTI ITU!!! MUKA MU SUDAH SEPERTI BADUT ANCOL LOH HAHAH!!!."
"SINI KAU!! BIAR AKU BALAS SEMUANYA!!! DASARRR GADIS KECIL!!!"
"HEII!! AKU SUDAH BESAR!!"
Reval dan Nana terus saling mengejar, semua orang hanya menonton dan sesekali tertawa melihat tingkah laku mereka yang tak pernah berubah.
"Dan sekarang siaran Drama India di mulai." Dengus Iqbal yang memperhatikan Keduanya.
"Ku menangissss membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diri kuu..."
"Itu mah Indosar Ogeb!!" Pekik Iqbal kepada Andri
"Ohh kiraim gue Drma India juga lagunya itu."
"Mana ada India jadi Indosiar!." Pekik Al.
Di samping itu seorang gadis hanya dia memerhatikan semuanya dia mengepalkan tangannya kuat ketika melihat Reval dan Nana berkejar kejaran Seperti itu.
'Kau tidak bisa melakukan ini kepada ku Reval.... Awas aja kau Nana!!....."
__ADS_1