
Pria tampan yang tengah tertidur pulas di atas ranjangnya masih berbalut selimut hangat yang menutupi seluruh tubuhnya. semalaman ia begadang dengan teman perempuan nya lewat video call hingga rasa tuknya masih menyelimuti matanya. hingga tak lama ketukan pintu membuat tidur nya menganggu.
Tok Tok Tok.
"Revall!! Kak bangun Sayang!." Teriak Anita di depan pintu Reval.
"Apaan sih Bun!! ini masih malem lohh berisik banget! Kaka masih ngantuk Bun." Jawab Reval dengan mata yang masih terpejam ia menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.
"Sudah malam gimana? ini sudah jam 10 pagi Kak!." Gemas Anita yang masih berteriak.
Seketika Reval membuka matanya dan membuka selimut yang ada di tubuhnya lalu melirik jam yang ada di atas nakas. seketika matanya membulat.
"Ohhh jam 10, APA JAM 10??? Astaghfirullah demi pangeran tampan kaya gue ini, ini beneran jam 10? berarti? Ya ALLAH gue belum shalat."
Ia bergegas turun dan menuju toilet untuk membersihkan dirinya lalu menjalankan shalat duha dan shalat subuh yang tertinggal tadi dengan mengodhonya.
Ia sangat gemas melihat anaknya sama seperti Ab suaminya ketika tertidur mereka paling susah untuk di bangunkan hingga membuatnya harus banyak bersabar. ia kembali ke kamarnya benar saja Ab masih tertidur sedangkan anak kecil perempuan itu duduk di atas ranjang sambil bermain sendirian.
"Sayang..Bangunkan Ayah coba Nak!." Perintah Anita yang di angguki olehnya.
Tangan mungil miliknya mengoyang goyang kan lengan Ab sambil berceloteh " Yah..Yayah.. bangun!! udah ciang."
Anak ini masih belum bisa berbicara dengan benar dengan rambut panjang lurus miliknya yang sedikit berantakan memiliki kulit putih mulus di tubuhnya. namun inilah yang membuat nya lucu dan menggemaskan.
"Bentar dehh Ayah masih ngantuk sayang." Jawab Ab lalu menarik kembali selimut miliknya.
Anita menggeleng lalu ide munculnya keluar dan membisikkan pada sang anak.
"Yayah..yahh..Nda jatoh di kamal mandi hiks hiks." Ucapnya dengan akting menangis ini berhasil membuat Anita terkekeh.
Seketika Ab beranjak bangun dan menuju kamar mandi mencari keberadaan istrinya. matanya mencari kesana kemari namun ia tidak menemukan sosok istrinya. lalu ia berbalik dan menemukan dua bidadari cantik yang sedang menahan tawanya itu seketika...
"HAHAH..Kamu lucu sayang kalau gitu." Tawa Anita pecah begitu saja. Ab yang melihat itu langsung menghampirinya dan memeluk tubuh sang istri lalu menggelitiknya.
"Kamu yah!! beranii banget ngerjain aku sayang." Ucap Ab sambil terus menggelitiki Anita.
"HAHHA..Ampunn deh sayang Ampunn."
"Yayah...yayah Ndah kacian udah dong." Sahut anak kecil itu membuat Ab menoleh dan menggendong nya.
"Kamu juga jahil banget sih sayang!." Sahut Ab gemas sambil mencubit hidungnya.
"Abisnya Yayah cucah di bangunin."
"Hehe maaf yah sayang..Ayah ke air dulu deh."
Ab pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. begitu juga dengan Anita yang turun ke bawah menuju toilet dan memandikan Gadis kecil itu. setelah selesai semuanya kumpul di meja makan..
"Ayah apa ayah sudah memberikan nama untuk anak kecil ini?" Tanya Reval sambil mengunyah makanannya dan melirik gadis kecil yang tengah di suapi oleh Anita.
Ab menggeleng. memang sejak kemarin ia belum kepikiran untuk memberikan nama yang tetap untuk gadis kecil ini.
Reval melirik gadis kecil di hadapannya "Haii adik kecil.. nama kamu siapa Cantik?" Tanya nya.
Gadis kecil itu mendongak kan kepalanya menatap Reval "Reva Caca." seketika semua orang memandang satu sama lain.
"Kok mirip Kaka yah Bun?" Reval terkekeh pelan .
"Benar kamu nak." Ab membenarkan ucapan Reval.
"Yah, Bun, bagaimana kalau kita kasih nama Revalina Reyilinda. Revalina nama yang hampir sama dengan ku, sedangkan Reyilinda gabungan dari nama kepanjangan Ayah dan Bunda, Reynand dan Deolinda jadi Reyilinda. Gimana?" Ab dan Anita saling memandang dan tersenyum lalu mengangguk.
"Bagus sekali sayang." Puji Anita membuat Reval tersenyum senang.
__ADS_1
"Sayang sekarang nama kamu Revalina Reyilinda nak. Anak Bunda dan Ayah." Sahut Ab yang di angguki oleh Reva lalu memeluk Anita erat.
"Makacih Nda, Yayah Aku janji bacalan jadi anak baik Nda." Celoteh nya membuat semua orang tersenyum.
"Ke kaka ga janji nih?"
"Iya Kaka Reva jannnnnn - ji bacalan jadi adik yang baik buat Caca okeh."
Reval membulat kan matanya " Bukan Caca Reva! Tapi Kaka KA KA."
"Ca Ca."
Reval mendegus kesal tapi ia harus sabar juga " Terserah Reva aja deh."
..........
"Pagiiii." Teriak Nana saat turun dari tangga rumahnya. Dia tersenyum lalu mencium pipi Aidan dan Gina.
Nana pun tersenyum kepada Aldio abang terdingin nya "Abang mau Nana cium juga." Tanya Nana.
"Ogah!." Ujar Al sambil mengunyah makanannya.
Nana cemberut, "Tapi Nana pengen cium." Ujar Nana lalu mencium pipi Al.
Al mengelap kasar ciuman Nana, yang membuat Nana cemberut.
"Emang Nana rabies pakek di lap - lap gitu." Ujar Nana kesal.
"iya lo rabies!." Ketus Al menatap Nana sekilas.
"Dad, liat Abang." Rengek Nana.
"Aduan dasar!."
Mereka makan dengan tenang setelah itu Al pergi duluan karena ada kelas pagi. Nana yang sedang menunggu Manusia lemot nya memilih duduk dan memainkan ponselnya. ia membuka aplikasi Instagram lalu ia memfosting foto dirinya yang kemarin belum dia publikasikan.
dengan topi di kepala nya, rambut yang di kepang dua, baju putih dengan potongan tangan satu perempat juga celana jeans panjang berwarna biru dan sedikit polesan makeup tipis di wajahnya. fiks cantik
🗨️245,89k ❤️452,678k
baru juga post lima menit sudah banyak yang menglike postingan nya itu..ia tersenyum geli melihat berbagai komentar para fans nya.
Lalu beralih pada Aplikasi Twitter baru saja buka ia sudah melihat postingan Zelica di situ yang menggunakan seragam sekolah dengan tangan yang memegang tangan satunya lagi.
"What dia sudah di kelas? Pagi bener dah." Gunggam Nana. lalu ia mencoment postingan sahabatnya itu.
Renna_pcj : Aduhhh rajin bener mbakk udah di kelas aja.
Zelica.Crisas :Iya donggg aku memang rajin. ga kaya lo ngaret.
Fay_aQue : Jemput gue di gerbang dongg..
Zelica.Crisas : No! Males.
Fay_aQue : Jahat loo!.
Zelica.Crisas : HEHE! bercanda ok gue ke sana.
Nana terkekeh melihat komentar teman temannya. tak lama Ais datang membawa bencana bagi Nana.
__ADS_1
"Assalamualaikum Semua!! Aisha paling cantik datang nihh." Teriaknya sambil memasuki ruangan tamu yang di mana Nana, Aida dan Gina tengah berkumpul.
seketika semua orang menoleh "Waalaikumsalam." Jawab mereka serentak.
"Berisik lo!." Ketus Nana.
"Udah kalian pergi sana nanti telat." Sahut Gina lembut.
"Iya Camer mau kok tenang! Bay the way calon imam nya Ais mana yah? kok kagak keliatan ujung idungnya aja?" Tanya Ais sambil celengak celenguk.
"Udah pergi tadi nak." Jawab Aidan.
"Yahhh..patah hati Ais seketika." lenguh nya.
"Lebay lo." Ketus Nana.
"Berisik lo! Ayo pergi nanti kita telat lagi gara gara lo!." Celetuk Ais.
Perasaan ini rumah ku kenapa dia yang marah marah? lah terus kan dia yang telat kok aku yang di marahin?. Batin Nana kesal.
"Mom, Dad kita pergi yah Assalamualaikum."
"Tante Calon mertua Ais dan Om calon mertua Ais kita pergi yah Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Ucap Aidan dan Gina serentak.
Hari ini di sekolah nampak ramai. tentu saja ramai karena hari ini kita akan menyaksikan latihan langsung para anggota tim basket. Zelica dan Fay sudah duduk di bangku kosong. mereka memilih duduk di tengah tengah karena menurut nya agar tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek. ia mengosongkan dua kursi lagi untuk Ais dan Nana.
"Mereka kemana sih." Sahut Zel sambil melirik jam pink yang ada di pergelangan tangannya.
"Tua tuh ngaret banget!." Ketus Fay, Zel menoleh
"Tau Fay, Tau bukan Tua!!" Ralat Zel
"Nah itu, sorry gue kesel."
Tiba tiba dua orang cewe berambut pirang duduk di kursi yang sudah mereka tempati untuk Nana dan Ais.
"Maaf Sis, ini sudah ada pemiliknya." Sahut Zel sambil melirik kedua kaka kelas itu.
Mereka mengangkat Alisnya " Orangnya mana? ngga ada kan?" sinis nya.
Fay berdiri dan memandang keduanya "Mereka masih di jalan kak." Sahut Fay selembut mungkin. takut emosi nya tak terkendali.
"Iya kan masih lama bebas dong." Sahut cewe satunya.
"Ada apa ini ribut - ribut?" Tanya Seseorang yang baru datang.
"Ini Na, Kita udah nempatin kalian kursi di sini tapi mereka malah kekeh untuk duduk di sini. padahal kita udah bilang kalau kursi ini milik seseorang." Jelas Fay menatap Ais dan Nana yang baru datang.
"Owhh gitu! Maaf kak ini tempat duduk ku dan Teman ku." Ais memang kedua kaka kelas itu. seketika mukanya berubah menjadi pasi.
"Owhh..Sorry Nona saya tidak tahu jika ini milik Anda." Ujar nya lembut lalu beranjak pergi.
Memang tidak semua tahu bahwa Ais ini adalah anak dari pemilik sekolah ini. kebanyakan di sini yang tahu menahu tentang Ais adalah kaka kelas nya karena mereka lebih dekat dengan guru jadi tentu saja mereka pasti menanyakan prihal pemilik sekolah ini.
"Hebat lo Is." Puji Fay sambil menepuk pundak Ais.
"Iya dong kan gue Calon istrinya Abang Al wkwkw." Ucapnya bangga.
"Cihhh, Baru segitu aja udah bangga." Umpat Nana.
"Udah dong! bentar lagi di mulai nih." Celah Fay .
__ADS_1
Mereka menyaksikan latihan anggota tim basket ini dengan semangat agar para pemain juga semangat. pikir mereka.