Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 24 : Reval aku menyukai mu


__ADS_3

Oke ya udah kita makan yuk, jangan sedih sedihan dong!." Ajak Ais lagi lagi Nana tersenyum dan mengangguk.


"Ay-- REVA!!!."


"KAKA CANTIK!!."


Seketika mimik coklat madu itu bertemu dengan mimik hitam milik seorang gadis kecil yang sebenarnya ia berharap akan bertemu lagi Gadis kecil berambut panjang yang di kucir dua, pipi chubby dan kulit putihnya membuat siapa pun yang melihat nya akan merasa gemas.


Nana melihat Reva yang kebetulan Reva juga tengah melihat nya,Nana yang tiba tiba berhenti membuat Ais menyeritkan dahinya dan mengikuti arah pandang Nana.


Reina.


Aku kembali bertemu dengan gadis kecil itu? ini sungguh an? ohhh aku tidak percaya, jika kalian tau akhir akhir ini aku selalu bermimpi akan bertemu lagi dengannya namun mungkin tuhan mengizinkan kita untuk bertemu hingga di suatu kebetulan kami bertemu.


Gadis kecil yang lucu dengan kucir dua di Rambut Hitam nya,


"Na!! lo kenal anak itu?" Tanya Ais bingung,


Aku mengangguk, aku masih setia menatapnya tak percaya bahwa kita akan bertemu lagi, dalam hitungan tiga di berlari ke arah ku? ohhh manisnya.


Hap!


Pelukan hangat gadis kecil itu terasa di tubuhku, aku membalas pelukannya dengan sangat erat, jujur aku merindukan nya dan ntah kenapa setiap aku dekat dengan gadis ini justru aku merasa sangat dekat dengan sahabat kecilku dulu.


Gadis kecil ini mengerai kan pelukkannya "Kaka ini kaka Cantik kan? ini beneran kaka kan?" Tanya nya ahhhh suara lembutnya aku sangat menyukainya. Aku mengangguk dan tersenyum.


"Iya Reva cantik ini Kaka." Jawab ku sambil menyubit hidung nya gemas.


"Kaka sama siapa ke sini?"


Aku melirik Ais yang masih bengong, aku yakin dia tak mengerti dengan suasana ini "Kaka sama sahabat Kaka sayang, Nah ini namanya Kak Ais." Jelas ku yang di angguki olehnya.


"Hai Kak Ais!!." Sapanya, Ais nampak tersenyum dan mengelus hangat kepala Reva "Hai juga Gadis Cantik!." jawabnya.


"Kamu sama siapa di sini?" Tanyaku


"Owh aku sama kak Rev---."


"REVA!!!." Teriak seorang pria yang berlari kecil dengan nafas tak beraturan datang menghampiri kami.


"Kak Iqbal!!." Ucap Reva, ohhh namanya iqbal


"REVA!! kamu kemana aja sih, Kaka dan yang lain nyariin kamu loh.. Bunda dan Ayah juga." ujarnya lagi, Aku melihat Reva menunduk anak ini begitu manis.


"Maafkan aku kak! tadi aku hanya ingin bertemu dengan Kaka Cantik ini." Ucap nya aku tersenyum mendengarnya, nampak pria itu menongak melihat ku. Aku tersenyum begitu pun dengan Ais.


Seketika mata pria yang bernama Iqbal itu membulat tak percaya "Ka- ka, kamu bukannya Selebgram yang sedang terkenal itu?" Tanyanya berbata bata, ohhh ternyata dia mengenali ku ya ampun sampai gugup gitu wkwkw.


Aku mengangguk "Yess, kamu benar!." ucap ku.


"Ka! kaka kenapa? seperti melihat hantu aja sampai melotot seperti itu." Celetuk Reva yang melirik Pria itu seketika ia tersenyum.


"Heheh ngga kok Reva! Udah yuk kita susul yang lain kasian mereka nungguin." Ujar Pria itu sambil menggendong Reva.


Aku jadi bingung siapa pria ini? kakanya yang selalu ia ceritakan? atau bukan sih?


"Lo kaka dari Reva?" Tanya ku, dia tersenyum lalu menggeleng.


"Bukan. Aku sahabat dari Kakanya." Jawabnya yang di angguki oleh ku.


"Owh iya gue belum kenalan, Nama gue Iqbal panggil aja pangeran tampan oke." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya dengan senang aku menerima nya.


"Aku Rein--."


"Aku udah tau kamu Renna kan? jangan salah lohh aku suka kepoin Instagram kamu hehe!! owh iya boleh ga aku minta tanda tangan Kamu?" Tanyanya, aku menyatukan alisku bingung,


"Na!! Lo yakin bakalan kasih tanda tangan lo?" Bisik Ais ketelinga ku


"Untuk apa?" Tanya ku

__ADS_1


"Untuk Pamer ke teman teman ku nanti HEHE!." Jawabnya seketika mata ku membulat begitu pun dengan Ais.


"Mas, maaf deh yah kalau lo mau minta tanda tangan sahabat gue cuman di jadiin pamer doang buat apa? ga penting banget." Ketus Ais dengan nada kesal.


Pria itu malah tersenyum ke arah kita berdua "WAHHHH BUKAN KAH KAMU YANG SELALU DI POSTING OLEH DIA?" ucapnya, omyagddd ini orang maunya apa sihh?


"Hem, iya dia sahabat ku! tadi mau minta tanda tangan kan?" Pria itu mengangguk lalu menyodorkan spidol dan aku memberikan tanda tangan ku tepat di ujung baju putih yang ia kenakan.


"Makasihhhh! kalau gitu gue pamit dulu, see you byeee cantikk" Sahut nya dengan antusias aku dan Ais hanya menggelengkan kepalaku pelan


"Oke Sama sama..salam untuk semuanya." aku tersenyum ke arahnya dan melambaikan tanganku.


"Gila bener tuh cowo Peak!." Pekik Ais


••••••••


Kedua gadis itu kini sudah berada tepat di depan toko peralatan tulis, dia membeli semua keperluan untuk Ulangan nanti.


"Ngapain?" Tanya Ais.


Nana menoleh "Beli gorengan!" jawab Nana kesal.


Ais mencebil "Santai aja kali ah." Jawab Ais tidak kalah kesal.


"Lo ga akan beli apa apa gitu?" Tanya Nana, yang tengah memilih beberapa peralatan tulis.


"Bingung." Jawab Ais.


"Giliran beli kaya ginaan lo bingung, coba beli jajanan di kantin lo borong Aneh!." Ketus Nana kesal.


Ais memutar bola matanya "Nana sayang, beda lah jajanan bisa di makan lah coba ini? kagak bisa hadehhh!!."


Nana berngidik ngeri, lalu berjalan meninggalkan Ais. Nana mengambil salah satu parsel alat tulis lengkap.


"Nih ambil!." Ujar Nana kesal.


"Buat siapa?" Tanya Ais.


Ais membulat kan matanya lalu menepuk nepuk jidatnya "Amit Amit dahhh.."


"Makanya belajar!!." Pekik Nana.


"Oke oke gue belajar kok tenang!." Jawad Ais dengan santai.


"Bohong banget, di sekolah aja lo tidur terus." Celetuk Nana sambil terus berjalan untuk memilih peralatan peralatan yang ia butuhkan.


"Bener juga yah Heheh!." Cengir Ais lalu mengejar Nana.


Cukup lama mereka memilih beberapa peralatan alat tulis akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, karena cuaca juga yang sudah mulai gelap. Nana dan Ais pergi menuju parkiran dan menaiki mobil Sport Merah milik Nana.


Di perjalanan Ais tak pernah berhenti berceloteh yang hanya di jawab dengan anggukan kecil oleh Nana.


"Na!! foto yang tadi gue post jangan?" Tanya Ais sambil memperhatikan foto Nana dan dirinya saat di Restoran tadi.


"Gimana lo aja, Handphone gue ada di tas!." Jawab Nana sambil terus fokus ke depan.


"Ok gue post yah." Ais mengambil handphone Nana dan memfosting foto mereka berdua di akun media sosial nya.


Ting!...



🗨️ 231.15k ❤️ 342.137



🗨️147.890 ❤️ 231.793


Postingan mereka berhasil di publikasikan, berbagai komentar telah masuk, Ais membaca beberapa Komentar para fansnya mereka. sesekali ia terkekeh pelan membacanya. Nana hanya mendengus melihat sahabatnya yang satu ini.

__ADS_1


Lampu jalan lalu lintas berubah menjadi merah itu membuat mereka menghentikan mobilnya. Nana yang berhenti di pertengahan yang mana di samping kirinya terdapat Mobil Lamborghini berwarna hitam ,Ais menatap jalan lewat jendela mobil seketika matanya menyipit memperhatikan seorang pria taman yang berada di dalam mobil Lamborghini hitam itu.


"Na!! Na!! Nana!!." Panggil Ais sambil terus memandangi pria itu dengan tangan terus menggoyang goyangkan tangan Nana.


Nana menoleh " Apaan sih lo, ga usah goyang goyang terus dong!." Ketus Nana sambil melepas tangan Ais dari tangannya.


"Na!! itu bukan nya cowo yang ikutan pertandingan bola basket lusa kemarin kan?" Tanya Ais sambil menunjuk ke arah Reval.


Yah, orang itu adalah Reval dan kedua sahabatnya, mereka memang harus pulang cepat karena Ab yang menyuruh ia ada keperluan penting di Indonesia membuat jadwal penerbangan mereka di percepat.


Nana ikut menyipitkan matanya lalu mengangguk "Eh iya bener." Ucap Nana saat melihat Reval tengah memegang setir mobil nya.


'Kenapa sih? setiap gue liat tuh cowo selalu aja teringat Reval? ngomong ngomong dia tumbuh jadi pria seperti apa yah? ahh pasti dia tak kalah tampan seperti cowo itu.' Batin Nana saat melihat Reval dalam beberapa Detik


"Na!!! oi!!" Ujar Ais membuat Nana tersadar dalam lamunannya.


"Kenapa sih lo?" lanjut Ais.


Nana menggeleng "Tapi kok dia masih di sini yah? kenapa belom balik?" Elak Nana yang tak mau Ais tau bahwa ia memikirkan Reval.


"Iya mungkin aja kan holiday dulu kali Na!!." Ujar Ais yang di angguki oleh Nana. mereka kembali fokus ke depan menunggu lampu berubah menjadi hijau.


Berbeda dengan ketiga orang yang berada di mobil Lamborghini Hitam itu nampak senang dan terkejut, bagaimana bisa mereka melihat selebgram terkenal di sini.


"Tadi lo bilang lo ketemu kan? gue sama Reval juga ketemu ga Sombong tuh." Ucap Iqbal yang memperhatikan kedua cewe cantik yang berada di mobil sport merah itu.


"Bener banget Lo Bal!." Ujar Reval yang kini melihat Nana dan Ais.


'Lo tuh siapa sih? kenapa setiap gue liat lo, gue selalu teringat Nana! apakah dia tumbuh menjadi cewe cantik seperti mu itu?' Batin Reval.


"Val!! Buruan jalan itu mobil yang di belakang udah ngelaksoin terus OGEB!." Ucap Andri membuyarkan lamunan Reval.


"Hemm iya."


Drrtttt drtttt..


Ponsel Reval berbunyi nampak panggilan video call dari seseorang, Andri mengeser tombol hijau untuk mengangkat sambungan telepon itu lalu nampak wajah ceria gadis berambut panjang dengan mimik teduh miliknya.


"Kalian jalan jalan tidak mengajak ku huff." Suara khas cewe itu terdengar dari sebrang.


"Kasian deh lo Nat!! makanya jangan main balik balik aja!." Ledek Iqbal dengan kepala kini sudah ada di tengah-tengah Reval dan Andri.


"Makanya bener tuh, cepat sini terbang!!." Timbal Andri sambil melambaikan tangannya.


"Kalian terus saja meledek ku!!." Ketus Nata sambil memajukan bibirnya.


"Itu bibir lo jangan gitu dong! gue gemes nih liatnya." Ujar Reval sambil fokus ke depan


Blush..


Pipi Nata seketika berubah menjadi merah mendengar ucapan Reval tadi. Reval pun menyadari itu ia tersenyum simpul.


"Apaan sih lo gaje!." Ketus Nata sambil terkekeh pelan.


"Lo lagi ngapain Nat?" Tanya Reval.


"Lagi nunggu lo pulang lah, kesepian gue." Jawab Nata dari sebrang sana.


"Jadi Reval doang yang lo tungguin, kita kagak gitu?" Celetuk Andri sambil melirik Nata.


Iqbal menepuk pundak Andri "Maklum lagi kasmaran." Ucapnya yang di angguki Andri.


"Bener banget!."


"Ahh udah lah, kalian lagi di jalan kan? hati hati yah!! gue tutup bye!." Ucap Nata yang langsung menutup telepon nya.


Nata yang berada di Indonesia tersenyum mengingat ucapan Reval tadi, betapa bahagianya saat ia mendapat respon dari Reval.


bertahun-tahun ia bertahan dengan sifat dingin Reval yang membuat nya putus asa, namun seketika sifat dingin Reval hilang membuat nya kembali semangat mendapatkan hati Reval.

__ADS_1


'Reval aku menyukai mu.' Batin Nata sambil tersenyum lalu menutup matanya terlelap dalam mimpinya.


__ADS_2