
Haiiii!
Happy Reading!🤗
Jangan lupa vote, like, rate dan coment yah,, dan yah makasih buat yang sudah memberikan itu pada karya ku ini..
Fajar di negeri Indonesia ini mulai memanggil. Ketika sinar pertama tuk hari ini terbit. Dari ufuk timur sang surya hadir, mulai meninggu sesuai porosnya. Jarak menjadi penghalang antaranya dan dia, Waktu menjadi cela untuk keduanya, Rasa Rindu masih ada, masih sama. Sama seperti dulu. Dulu yang bisa bertemu setiap hari, menghabiskan waktu setiap waktu, melakukan sesuatu bersama. Kini? Hanya menjadi kenangan belaka untuk keduanya. 10 tahun tak bertemu, hanya lewat foto masa kecil mereka mengungkapkan semuanya. Mereka yang sama sama di landa kerinduan yang mendalam.
Sinaran mentari pagi menghangatkan wajah tampan pria yang tengah tertidur itu, ia mengerejapkan matanya perlahan lalu bangkit dan pergi menuju kamar mandi,wajahnya yang tampan,badan yang tegak nan indah itu, hidung yang mancung, mimik teduh ia miliki.Reval.
hari ini adalah hari dimana pelajaran olahraga di lakukan di sekolah nya. Tentu saja Reval yang sudah siap dengan seragam olahraganya, juga sepatu sport hitam miliknya, jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Siip menambah ketampanan pria ini.
Revaldi.
"Pagi Bunda, Ayahhhhh!." Teriak ku saat menuruni Anak tangga dan menghampiri Ayah dan Bunda di di meja makan.
Kalian tau? Semenjak aku memutuskan untuk berubah aku melihat orang di sekeliling ku selalu bahagia, berbeda saat aku menjadi Reval yang pendiam dan dingin mereka terlihat sangat sedih. Ahh maafkan aku semuanya.
"Pagi sayang.. Wissss udah tampan aja nih anak Ayah."
Aku terkekeh pelan "So pasti, Aku memang selalu tampan setiap hari."
"Pede sekali anak Bunda yang satu ini." Kata Bunda sambil memerikan sandwich coklat kesukaan ku.
Aku mengangguk dan mengigit kecil sandwich pemberian nya " Bukan pede Bun! Tapi kenyataan."
"Sudah lah percuma juga ngomong sama kamu Kak." Ucapnya aku yakin Bunda kesal pada ku. Heheh Maafkan aku Bunda tapi memang kenyataan aku ganteng Bun.
"Bunda, Kaka pulang telat deh. Soalnya latihan untuk pertandingan nanti." Ucapku sambil berjalan menuju pintu.
Hari ini aku akan latihan basket, aku sampai lupa jika aku termasuk tim basket lebih tepatnya Ketua tim basket. Kalian tau? Setiap aku bermain basket para hawa pasti datang kelapangan untuk melihat ku mereka bersorak kagum kepada ku. Bagaimana tidak? Secara aku ini Tampan, wajah yang sempurna, tubuh? So pasti Perfect, kalian ga usah membayangkan ku. Nanti tertarik. Heheh
"Iya ga apa apa.. Nih uang jajannya Bunda tambahin deh buat Kaka." Mataku seketika berbinar.. Kalau gini caranya aku ikhlas deh tiap hari Latihan.
"Wahhhh Bunda memang terbaik." Aku memeluk tubuh Bunda dengan Erat. Lalu mencium kedua pipinya.
"Jadi...cuman Bunda yang terbaik. Ayah ngga nih?." Sahut seseorang dari dalam yang ternyata Ayah.
"Heheh, iya ngga Ayah juga terbaik kok wkwk." Ucapku sambil tersenyum. Ckkk ni bapa bapa yang satu cemburuan banget sih.
"Iya udah Bun, Yah aku pergi dulu yah." Pamit ku sambil mencium pipi Bunda dan mencium punggung telapak tangan mereka berdua.
"Oiii dia istri saya.. Main cium cium aja." Aku terkekeh mendengar protesan Ayah bagaimana bisa? Sudah tua masih aja cemburuan, sama Anak sendiri lagi. . . Hufff dasar.
__ADS_1
"Ihhh Ayah cemburuan, udah tua tau." .
"Ehhhh Anak Domba ini kamu!!." Teriaknya aku sudah berlari menaiki motor kesayangan ku sambil terkekeh pelan.
"Hustt, kalau dia anak domba, berarti kamu domba dong." Tegur Anita sambil pergi ke dalam rumah meninggal sang suami di luar.
"Bener juga yah, kalau Reval anak Domba.. Lah gue? Iya kali gue domba.. . Bundaa!!!! Ayah bukan Domba!." Teriak nya sambil menyusul sang istri kedalam.
Reval yang baru sampai di parkiran Melihat gadis cantik tengah berdiri di depan mobilnya, rambut yang terurai panjang dengan paras yang cantik membuat nya terlihat sempurna bagi para lelaki di sekolah.
Reval berjalan ke arahnya "Hai Nat! Nunggu siapa?." Tanya Reval yang sudah sampai di hadapan nya.
Nata tersenyum kearah nya "Hai Val! Lagi nungguin orang sih, tapi karena orang nya udah datang mending ke kelas yuk." Nata berjalan duluan meninggalkan Reval yang sibuk dengan pemikiran nya.
"Etttt.. Nunggu orang? Tapi orangnya udah datang? Terus dia ngajak gue ke kelas? Berarti orangnya??.. NATA!! OI TUNGGU!." Teriak Reval mengejar Nata. Mendadak bodoh kan nih orang.
Sampai di kelas Reval dan Nata masuk bebarengan, nampak keadaan yang rusuh telah menjadi. Begini lah keadaan kelas Reval berisik! Anak anak yang Nakal menurut para guru tapi Reval senang berasa di kelas Ini.. Kelas Legend katanya.
"Haiiii bro!! Cie berduaan mulu udah nempel nih." Sapa Andri yang datang dan duduk di meja Reval.
"Awas tuh meja jebol gara gara pantat lo yang kaya paku tajem!." Celetuk Reval
"Sialan lo." Umpat nya.
"Palingan Genitin Bu Susan Kantin. Biar dapet geratisan katanya." Jawab Andri. Yang di angguki oleh yang lain..
"EHHH, LAGI PADA NGEGOSIPIN ORANG GANTENG YAH!! IKUTAN DONG." Teriak seseorang yang berjalan ke arah kita dengan gaya so artisnya itu. Siapa lagi kalau bukan Iqbal.
Ckkk, mereka semua berdecak "Pede bener lo! Muka mirip kurap gitu juga!." Ledek Reval yang di beri acungan jempol oleh Andri.
"Bener Banget lo Val." Ucapnya.
Semua tertawa puas, sedangkan Iqbal mendengus kesal mendengar ocehan teman teman nya. Yang bagaikan suara jangkrik di malam hari.
Iqbal membuka ponsel seketika matanya membulat "Wahhhhhh MasyaAllah.. . . Cantiknya parah ini Selebgram yang sedang tenar ahhhh cantikkk!" Teriaknya sampai berdiri dari duduknya.
Seketika semua orang melirik nya "Tumben MasyaAllah? Biasanya *****!." Celetuk Andri.
"Sialan. Tapi serius ini cewe Cantik bener."
"Ngeliatin apaaan seh? Sampai kek orang kesurupan gitu?." Tanya Nata yang ikut berdiri dan melirik Iqbal.
Andri merebut ponsel milik Iqbal dan "Wahhhhhh parahhh bener nih.. . Cantik nyaaaa ciptaan mu ya Rabb." Andri membulat kan mata tak percaya.
__ADS_1
"Selebgram mana sih maksud lo?" Tanya Reval yang ikut berdiri untuk melirik ponsel Andri.
Tiba tiba Iqbal merebut kembali handphone nya "Kepo lo Kurap!!."
"Gila lo!."
Nata kembali duduk dan mengecek handphone nya benar saja ia melihat cewe cantik menopang dagunya dengan sebelah tangan, berambut panjang dengan kupluk rajut di Kepala, dan tubuh imutnya itu ahhhh,Fixs cantik.
Nata melirik Reval. " Ngapain sih kalian rebutan hp Iqbal kan di handphone kalian juga ada." Ucapan nata berhasil membuat Reval dan Andri menepuk jidatnya.
"Bodoh banget gue." Ucap Reval lalu mengeluarkan handphone nya dan membuka instagram.
"Emang!." Celetuk Andri dan Iqbal bebarengan.
"Berisik!." Umpat Reval.
Reval membuka aplikasi instagram dan benar saja di beranda nya sudah muncul foto gadis cantik itu.. Ia benar benar mengamati wajahnya.
'Mirip sekali Nana kecilku.' Gunggamnya pelan.
"Apaan Val? Lo ngomong apa?." Tanya Nata yang samar samar mendengar ucapan Reval.
Reval melirik Nata dan menggeleng "ngga kok gue kepo sama Namanya."
"Nama nya apa kehidupannya nihh?? ." Goda Iqbal. Reval menendang kakinya membuat pemilik kaki itu meringis.
"Gila lo!."
"Ini ada Namanya, Tuh..Namanya Renna_pcj." Sahut Nata melihat nama dari selebgram tersebut.
"Owhhh mungkin namanya Renna. Jadi Renna toh cantik yah." Sahut Iqbal sambil cengar cengir.
"Ehhhh dia ngepost foto baru tuh, ehhh tapi ini kok berhijab dan mukanya beda juga." Sahut Andri yang masih fokus pada aplikasi instagram nya.
"Ehhh iya kok beda." Iqbal juga ikut mengomentar.
"Lo **** yah! Liat di sini caption nya 'Sahabat gila ku'. Ga bisa baca apa gimana mas nya?." Reval kesal melihat teman temanya yang bodoh.
"Ahhh iya Hahah sorry ga konek." Tawa Andri dan Iqbal bebarengan.
Reval masih memperhatikan foto foto selebgram yang tenar itu. Bukan hanya dia tapi hampir orang yang di sekolah nya mengikuti dan menggemari dia. Toh emang kenyataan nya dia cantik.
'Kenapa wajah cewe ini mengingat kan ku pada Nana? Mungkin dia juga sekarang tumbuh menjadi cewe cantik seperti ini? Andai dia ada di sini mungkin aku akan mengabadikan foto kita berdua yang sekarang. Apa kabar yah kamu ? Aku merindukan mu Na.'
__ADS_1