Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 3 : kembali merindu


__ADS_3

Haiii!


Happy Reading!.


Dia tersenyum kecut "Rama..."


Sampai kapan Na?Ayo lah aku pernah mengatakan, Tak harus melupakan, karena sesuatu yang hadir dalam hidupmu adalah bagian yang memang harus kau lalui dan dikenang, untuk menjadi cerita dimasa mendatang. Begitu bukan? Lalu kenapa kau malah terus bersedih?." Jelasnya yang membuatku menghapus air mata ini.


Dia Rama Adelio Prasaja orang pertama yang aku temui di London dan sekarang dia menjadi sahabatku wajah yang tampan, kulit yang putih dan sikap yang dingin namun tidak kepada ku dia selalu bersikao hangat karena menurutnya aku adalah orang yang selalu ada ntah lah..iya jelas ada orang aku masih idup dasar!.


Darinya lah aku belajar untuk bangkit karena jika aku seperti ini terus tentu saja dia akan merasa sedih katanya..


"Ntah lah Rama aku sungguh merindukkannya sekarang." Lirih ku tanpa menoleh.


"Kenapa ga kamu telepon aja seh?." Sahut seseorang yang berjalan ke arah kami.


Nampak seorang Gadis Syari memiliki paras yang cantik nan angun namun di balik itu otaknya yang ngegeser cewe cantik tapi otak lemot ada kah?tentu ada dia lah orangnya,cih aku pun sampai pusing jika udah berdekatan dengannya.


Aisha Mughny Anggara anak dari pemilik sekolah ini Sihab Caesar Anggara dan Aleen Aina Mughny Yayaya dia anak sholeh berbeda dengan ku yang belum masih memakai penutup kepala hehe.


"Sejak kapan lo diam di situ?." Tanya ku sinis.


Dia tersenyum dan duduk di samping ku sehingga kini aku berada di tengah tengah kedua sahabatku yang satu es batu yang satu es campur sama kaya otak mereka.


"Sinis bener sama gue..eh btw dari pada kita sedih sedihan mendingan kita Makan yu gue laper!." Ajak nya, Aku tau itu hanya tipu dia aja buat menghibur ku bodohnya aku percaya.


"Nah bener ya udah ayo!." Ucap Rama yang udah berdiri dari duduknya sembari menarik tanganku.


"Ayo!." Ucapku sambil berusaha tersenyum.


"Kemana?." Tanya Aish yang melihat Aku dan Rama berjalan.

__ADS_1


"Ke Rumah sakit!." Kata ku sambil terus berjalan menarik tangan Rama.


"Ngapain sih???." Tanyanya yang mulai mengejar Nana dan Rama.


"Ganti otak lo pake otak Kucing!." Pekik ku kesal.


"Emang bisa?." pertanyaan yang konyol berhasil membuat Nana dan Rama menarik nafas panjang.


"Bisa karena kucing lebih pinter dari lo!!."


Nana dan Rama pergi meninggalkan Aisha yang masih mematung mencerna perkataan yang di lontarkan temannya itu.


"Otak Gue??sama otak Kucing????WAH PARAH NANA!!!!!!!!! BISA BISA NYA YAH LO!!!."


Aish mengejar kedua sahabatnya itu menuju kantin dengan kekesalan yang melanda sedangkan Nana dan Rama asik memesan makanan.


Di Negara lain nampak pria muda tengah melamun sesekali ia memperhatikan ponsel genggamnya yang sudah tertera wajah gadis kecil yang cantik nan imut itu .


Rindu itu lah yang dia ucapan setiap memperhatikkan gadis yang ada di ponselnya itu sesekali ia tersenyum mengingat masa masa kecil 10 tahun yang lalu. Reval.


"Kepo lo ah!." Ucapnya yang melirik kedua temannya itu.


"Ahh palingan dia mah ngeliatin foto gadis kecilnya itu!." Sahut teman yang satunya.


"Bener banget lo Bal." Sahut Andri memukul pundak temannya yang bernama Iqbal itu.


"Sotoy lo pada!." Ucapnya.


"Ehh Rev tuh Nata nyamperin!." Ucap Andri menyenggol pundak Reval.


Seketika pandangan yang kini masih fokus ke arah ponsel melirik seorang gadis cantik yang sedang berjalan ke arahnya itu.

__ADS_1


"Hai Reval." Sapanya.


"Hai Nat."


Nathalia Afsheen Myesha, Gadis cantik ,tinggi berkulit putih , Anak modeling di sekolah banyak cowo cowo yang naksir namun hatinya itu sudah tertutup oleh hati seseorang di dalamnya,sejak pertama ketemu Nata jatuh cinta pada Reval.


Waktu itu Reval tengah merenung sendirian di taman sekolah, ia dengan sengaja menghampirinya siapa tau Reval akan memberi tahu kenapa dia bersikap dingin kepada semua cewe. Namun, hasilnya nihil Reval sama sekali tidak memberi tahu apa apa. Hanya gelengan yang ia keluarkan.


Akhirnya dia mengetahui semuanya dari kedua sahabat Reval, Andri dan Iqbal. bahwa, Reval selalu merindukan Gadis kecilnya itu. Ntah mengapa, Reval tumbuh menjadi sosok pria yang dingin berbeda dengar Reval yang blak blak kan seperti dulu.


"Yakkk, si Reval doang yang di sapa kita-kita kagak nih?."


"Owh iya hehe..Hai Andri, Iqbal." Sapanya sambil melampaikan tangan kanannya.


"Hai cantikkk!!!." Sahut keduanya.


"Cih, so ganteng kalian berdua!." Pekik Reval.


"Iya dongggg kita ganteng banyak yang naksir lo ga tauu??? wahhh parahhh kudet bener lo ah!!." timbas Iqbal.


"Bukan kudet dia mah tapi setiap main hp kerjaannya liatin gadis kecilnya itu !." Sahut Andre.


"Val sampai kapan sih lo kaya gini? lo harus bangkit !! lo harus bisa kaya dulu , ga semua masalah bisa selesai kalau lo kaya gini, jadilah diri lo sendiri jangan terlalu mikirin dia val belum tentu dia mikirin lo, buka hati lo di sini ada kita-kita ,ada Gue juga. Gue bisa aja gantiin cewe kecil lo itu!." Nata mengeluarkan kekesalannya selama ini bagaimana tidak? dia selalu bersikap lembut tapi Reval? hanya Acuh.


Reval seketika tersenyum mendengar semuanya lalu ia melirik Nata dan pergi begitu aja meninggalkan ke tiga temannya itu.


"Ahhhh dia memang keras kepala Nat!." Dengus Andri.


"Sabar Nat gue yakin suatu saat dia bakalan luluh kok ke lo sabar yah!." Iqbal mengusap rambut panjang Nata dengan lembut.


"Ya udah kita ke kelas dulu yah...Bye See You!." Pamit Andri.

__ADS_1


Nata tersenyum " Bye."


'Begitu keraskah hati lo Val, dari dulu gue selalu ada buat lo tapi lo? selalu nganggap gue ga ada? seberapa penting nya sih cewe yang di tunggu lo itu? gue yakim val suatu saat gue bakalan bikin lo jatuh cinta sama gue.' Pikir Nata yang langsung pergi menuju kelas nya itu.


__ADS_2