Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 12 : Iya aku memaafkan mereka demi kamu


__ADS_3

Haiiii!


Happy Reading!🤗


Jangan lupa vote, like, rate dan coment yah,, dan yah makasih buat yang sudah memberikan itu pada karya ku ini..


Hari ini Nana dan yang lain tengah berkumpul di pinggir lapangan, bukan di hukum tapi mereka sedang belajar. Karena hari ini pulang cepat jadi mereka memilih untuk belajar bersama.


Matahari hari ini memang tak terlalu terik, menambah semangat mereka untuk belajar.


"Duhhh kok gue ga ngerti sih yang ini." Ais menunjukkan buku tebal nya pada Nana.


Nana melirik Ais lalu melirik buku yang di pegang Ais " Yang mana Is?." Tanya Nana.


Ais menunjukkan telunjuk nya "Yang ini Na, gue ga ngerti gimana caranya pake rumus kan?."


Nana mengangguk - ngangguk "Yang ini yah.. . Bentar" Nana berfikir sambil memejamkan kedua matanya.


Ais menatap nya bingung "Ngapain Na?." Tanya Ais heran. Nana masih fokus pada pemikiran nya.


Ais melirik Rama lalu menaikan alisnya seraya bertanya apa yang di lakukan Nana, Rama hanya menggeleng dan mengangkat bahunya. Nana membuka matanya lalu mengangguk ngangguk kepalanya lagi.


Ais yang melihat itu tersenyum ia yakin Nana sudah dapat jawabannya "Udah Na, apa jawabannya?." Tanya Ais Senang.


"Emmmm... Jawabannya.. Ga tau gue juga lupa ah rumus nya." Senyum Ais menghilang di ganti dengan decakkan kesal begitu juga dengan Rama yang menggeleng pelan kepalanya.


Reina.


Hari ini aku tengah belajar bersama dengan kedua teman ku yang ter deh. Di pinggir lapangan dengan matahari yang tidak terlalu terik, juga makanan yang menjadi penyemangat kami.


Ah iya Ais bertanya sesuatu pada ku, yang katanya ia tak mengerti.Ahh dia mah kapan ngertinya?otak idiot nya akan lancar kalau soal cinta! Dasar Bucin. aku melirik bukunya kemudian aku berfikir dengan memejamkan kedua mataku.


"Udah Na, apa jawabannya?." Tanya Ais saat aku membuka mataku, dia kira aku ngerti.


"Emmmm... Jawabannya.. Ga tau gue juga lupa ah rumus nya." Senyum Ais menghilang di ganti dengan decakkan kesal begitu juga dengan Rama yang menggeleng pelan kepalanya. Yahh kali aku ngerti dia aja kagak ngerti rumus kek gini, Ahhh pusing semoga aja di soal ga ada rumus ribet kek gini.


Ais mentoyor kepala ku kebelakang " Bodoh lo. Terus lama lama tutup mata apa? Bikin orang nunggu aja." Umpat dia kesal, aku terkekeh pelan.


"Yahh gue kan coba mikir siapa tau ngerti eh kagak ngerti juga Heheh." Dia berdecak kesal.


Rama yang melihat perdebatan kami hanya menggeleng pelan lalu ia merebut buku tebal di tangan Ais "Mana sini gue liat." Ucapnya.


Aku dan Ais saling pandang lalu memandang Rama yang fokus pada bukunya itu. Rama mendekatkan dirinya lalu memperlihatkan bukunya pada kami "jadi kan Massa jenis merupakan besaran hasil turunan dari besaran massa (kg) dan dibagi besaran volume (m3). Rumus Fisika yang dihasilkan adalah seperti ini ρ \= m / v. Satuannya adalah kilogram per meter kubik (kg/m-3). Nah rumusnya gini nih (ρ) \= massa (m) / volume (v)


\= kg (m-3). Ngerti ga?."


Busyet ini si Rama otak apa Buku? hafal bener semuanya? Aku dan Ais memandang nya tak percaya.


Rama melirik kita yang tengah bengong itu "Hey! Ngerti ga?" Ucapnya membuyarkan lamunan kita.


Aku dan Ais menggeleng "Ngga!." Ucap kita bersamaan. Rama mengusap wajah nya gusar mungkin di pikiran nya sekarang betapa bodohnya punya temen kek kalian. Bodo ah emang aku ga ngerti.

__ADS_1


"Ya Ampunn ini otak kalian apa otak monyet sih, Bodoh bener." Umpat nya, aku menggulung kertas yang ada di hadapanku lalu melemparkan kan ke wajahnya dengan cepat ia menangkapnya sehingga tak mengenai wajah nya itu.


"Sialan!." Dengus ku kesal.


"Mending makan aja yuk, biar otaknya pada encer tuh!." Ajak Ais yang memang benar benar pasrah tuh bocah.


"Ayoooooo." Aku tersenyum benar juga kalau makan dulu kan lebih Fresh.


"Kemana Na?" Tanya nya. Ckkk nih otak jalan dikit kek, dia kan baru ngomong mau ngajak makan masa udah lupa.. Aisha please deh konek dikit napa.


"Ke Akhirat mau ikut?"


"Serius lo?" Tanya nya. Bodoh emang.


"Iya, lo mau ikut ga? Gue ajak nih."


Dia menggeleng "Ngga. Gue masih pengen hidup. Gue belum jadian sama Abang lo. Nanti deh lo duluan aja!" Busyet nih anak ngedoain aku ceritanya parah emang.


Tak!


Satu citakan dari tangan Rama berhasil mengenai dahi Ais "Lo bodoh benget sih. Si Nana di percaya." Ucapnya dengan Nada kesal.


Aku terkekeh pelan "Udah lah Ram, dia mah sampai si Boy punya cucu lima juga kagak ngerti ngerti."


"Bener banget Na."


"Dasar Ketek Domba!." Umpat nya kami tertawa puas.


Kami memilih untuk mengisi perut yang mana cacing di dalamnya sudah meminta makan, kita berada di cafe biasa dekat sekolah. Kita memilih menu dan memesan beberapa makanan dan pasti satu es cream buat ku wajib dong itu. Ga ada es cream ga ada otak. Bisa gitu Na?


Tiba tiba dua orang cewe menghampiri kita dengan menundukkan kan kepalanya, aku melirik mereka dan mereka dan menatap nya bingung what? Itu kan Fay dan Zelica ngapain mereka? Kok nunduk ada apa di lantai? Aku melirik lantai seketika ngga ada apa apa.. Eh tunggu! Kok aku mengikuti memperhatikan lantai? Bodoh emang.


"Assalamu'alaikum." Sapa mereka. Aku melirik


Ais dan Rama, mereka menatapnya dengan penuh kebencian.


"Ngapain lo!." Ucap Ais ketus.. Aku melirik nya


"Jawab dulu dong, salam loh itu."


"Waalaikumsalam" Jawab kami Serentak.


"Ngapain lo? Belum puas?" Tanya Ais lagi. Aku hanya memperhatikan mereka yang hanya menundukkan kepalanya dan Rama? Tentu saja ia memainkan ponselnya aku yakin dia malas berhubungan dengan mereka.


"Husttt, Sabar dong!... Kalian kenapa dan ada apa menemui kita?" Tanya ku sambil memegang salah satu tangan Ais di atas meja. Semoga sedikit mengurangi emosi nya.


"Ki- kita mau minta maaf sama kalian." Jawab Fay menatap kami semua. Aku tersenyum, syukur lah mereka mau menyadari kesalahannya.


"Aku udah maafin kalian kok, ngga usah khawatir." Ucap ku Sambil menatap keduanya.


"Maafkan kita juga Ram, Ais udah mencelakai Nana sahabat kalian." Sahut Zelica dengan wajah yang merasa bersalah.

__ADS_1


"Itu bukan salah kalian kok, aku tau kalian hanya mengikuti perintah Glice aja." Aku berdiri dan memegang bahu Zelica.


"Gue ga mau maafin kalian." Ucap Ais dengan Nada kesalnya. Aku kembali duduk dan memegang kedua tangan Ais. Kini kita berhadapan.


"Hey! Kok gitu? Ga baik loh, Allah aja yang menciptakan kita selalu memaafkan hamba hambanya yang salah, tapi kok kita sebagai hambanya tak mau memaafkan kesalahan orang lain?"


Ais melirik ku sekilas, aku yakin dia sedang berfikir "Iya sih Na, tapi kan aku masih marah apa yang mereka lakukan itu keterlaluan."


"Ais.. Mereka hanya di perintah oleh Glice bukan kemauan mereka, aku yakin mereka dapat berubah." Aku menatap Zelica dan Fay yang masih berdiri di depan kita.


Ais tersenyum dan memeluk ku dengan Erat "Na! Kamu memang orang paling baik, orang seperti kamu tidak pantas untuk di sakiti oleh apa pun dan siapa pun." Ucap nya mengeraikan pelukan kita. Aku tersenyum kepada nya.


"Kamu berlebihan, jadi gimana? Mau kan memaafkan mereka?." Tanya ku sekali lagi yang sekarang di angguki olehnya dan tersenyum. Ais berdiri dan memeluk keduanya.


"Gue udah maafin kalian kok, tapi jangan sekali lagi kalian mengulangi nya jika itu sampai terjadi lagi aku tidak akan segan segan mengusir kalian dari Negara ini." Ancam nya, aku menggeleng kan kepada pelan, emang dia siapa? Main ngusir ngusir anak orang.


"Hehe makasih yah, kita janji ga akan lakuin itu lagi!." Fay dan Zelica bebarengan dan kembali memeluk Ais.. Kini aku berdiri dan memeluk mereka..Yak kita berpelukan sekarang.


"Sampai kapan akan berpelukan seperti itu? Tidak kah kasian pada ku yang hanya bisa menonton sikap kalian itu?" Ucap seseorang yang membuat kita menoleh dan tertawa bersama. Yak itu Rama, yang sibuk dengan ponsel nya.


"Hahah aduhhh. Kasian banget sihhh. Maaf yah, ohiya maafin mereka yah Ram." Aku kembali duduk dan menatap Rama yang kini menatapku juga. Ia tersenyum ke arah ku


"Iya aku memaafkan mereka demi kamu." Ucapnya what? Demi ku? Ahhh biarin deh sahabat ini iya kan.


Mereka semua tersenyum "Makasih iya Ram." Ucap ku sambil memegang tangan Rama yang sedang bermain dengan ponsel nya.


"Hmm."


"Makasih Ram!." Ucap mereka.


"Jadi mulai sekarang kita sahabat oke." Sahut ku kepada semua nya di situ.


"kita juga Na?" Tanya Fay bingung. Aku mengangguk mengiyakan.


"Iya dong kita jadi sahabat sekarang. Semoga kita bisa saling dukung satu sama lain yah."


Mereka mengangguk dan tersenyum. Ahhh aku senang akhirnya sahabat ku menambah semoga pilihan ku tepat, aku hanya tak ingin melihat sahabat ku menyimpan dendam dalam dirinya. Maka dari itu aku mengajak Fay dan Zelica dalam persahabatan kami.


Rama.


Kalau bukan demi dia, aku malas banget buat maafin mereka. Bagaimana bisa dia memaafkan mereka dengan mudahnya? Apa yang mereka lakukan itu benar-benar keterlaluan tapi? Ahhh dia terlalu baik, dia orang paling baik yang ada di dunia ini menurut ku sih, tapi beneran loh Sosok Nana hanya ada satu di dunia yaitu di cerita ini.


Setidaknya aku bisa melihat dia tersenyum aku tau jika dia takut, tapi egonya terlalu keras ia selalu memaafkan orang-orang yang berusaha mencelakai nya. Dasar Orang baik!.


Hari ini aku menghabiskan waktu bersama mereka tentu nya ada Fay dan Zelica juga. Aku pun merasa senang jika Nana senang sih. Hari sudah mulai sore kita semua berpamitan dan berpisah untuk kembali ke rumah masing masing.


Seperti biasa aku mengantarkan Nana ke kediamannya karena Ais di suruh tante Aleen untuk membeli popok di supermarket jadi dia buru buru. Repot yah punya adek.


"Thanks yah Ram. Mau mampir dulu?" Tawarnya saat kita sudah berada di depan rumah Nana.


"You're welcome Na, ngga usah deh, titip salam aja buat Om, Tante dan Abang bro yah." Dia terkekeh mendengar kata Abang Bro, ah iya menyebut Bang Al debat Abanh Bro karena, iyaaa kita sudah dekat sih jadi begitu lah. Kalian pasti tau.

__ADS_1


"Owh oke, iya udah gue masuk yah, lo hati hati! Assalamu'alaikum." Pamitnya aku mengangguk lalu memperhatikan punggung mungil Nana yang memasuki area rumah nya itu.


"Waalaikumsalam" Aku kembali ke dalam mobil saat benar-benar Nana sudah masuk ke dalam rumahnya.


__ADS_2