
"Na lo serius kita ke kamus nya Kak Al?"
"Menurut lo??"
"Iya!."
"Itu tau, kenapa lo masih nanya ha?" Ucap Nana kesal.
Nice, Ais dan Nana kini berada di depan gedung kampus Aldio. mereka di tugaskan Mom Gina untuk memberikkan tugas Al yang tertinggal di rumah. Ais dengan semangat menemani Nana menuju kamus Al.
Kedua gadis itu kini menginjakkan kaki ke dalam gedung besar itu. Senyuman Ais tak pernah luntur kepada semua orang yang berada di koridor, beda dengan Nana yang cuek dan acuh.
Nampak semua orang memperhatikan keduanya menatap Aneh kedua gadis SMA ini.
"Na kok mereka ngeliatin kita mulu sih?" Tanya Ais setengah berbisik.
"Mana gue tau lah!." Jawab Nana.
Mereka mencari keberadaan Aldio yang sangat sulit mereka temui. Nana celengak celenguk kini mereka berada di tengah tengah kampus berdekatan dengan eskalator ini.
Nana terus berjalan sambil melirik ke arah kanan dan kiri mencari sosok Abangnya yang sampai saat ini belum mereka temui. begitu pun Ais yang mengekor Nana dari belakang.
Brukk!..
Nana tak sengaja menubruk punggung perempuan dengan pakaian kurang bahan itu, rambut omre berwarna warni, berkulit putih dengan tinggi badan yang lebih dari Nana . Perempuan itu menoleh menatap Nana dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Sorry Kak, Aku tidak sengaja." Ucap Nana sambil menunduk.
Bagaimana pun Nana adalah gadis yang lemah lembut, gadis ini berbeda dengan teman temannya, ia cenderung lebih baik, lebih lembut.
"What? kamu pikir punggung aku ini tembok ha? main nubruk nubruk aja!!." Ketus Perempuan itu dengan nada begitu sinis.
Ais yang melihat temannya di lakukan seperti itu mengepalkan tangannya sekuat mungkin. ia maju dan berdiri di samping Nana lalu menatap tajam mimik mata hazel itu.
"Please! deh kak! Teman saya sudah meminta maaf, tidak seharusnya anda membentaknya." Ucap Ais sambil mengontrol dirinya.
"Saya tidak membentak!!! cuman ini cewenya aja yang kecentilan!! lagian kalian bocah ngapain di sini? Search uncle ? cari cowo?" Ujar Perempuan itu sedikit teriak sehingga semua orang bisa mendengar nya.
Nana dan Ais sedikit terkejut, jika jujur sebenarnya Ais sangat takut namun ia tak mau menunjukkan itu semua di hadapan perempuan seperti dia.
"Udah lah, Prita percuma juga kita ngomong sama bocah penggoda." Ujar Temannya sambil melipat kedua tangannya dan menatap sinis Nana dan Ais.
"Kamu benar Weqi, mereka berdua so suci banget!." Cibir perempuan itu yang bernama Prita.
"Jaga ucapan lo yah!! dari tadi gue sopan sama lo tapi? lo malah ngelunjak yah??!! dan lebih baik Gue dan Nana cewe cantik, imut, lucu dan manis.while you are ? Punya rambut kaya anak ayam aja bangga?." Pekik Ais geram, ia mengeluarkan unek-unek nya.
Nana menahan tawa seketika, bagaimana bisa dia terlalu percaya diri dalam hal ini, tapi benar juga sih pikir Nana.
"Lo berani sama gue? ( you don't know who I am ) lo ga tau gue siapa?"
"is not it ( Iya nggak lah )!!! mana gue kenal!! ohhh gue tauuu..." Ais mengantung perkataan dan memincing kan matanya ke arah Prita "Gue tau sekarang lo itu Mak Ayam festival malam kan?? yang warna warni itu lohhh!! duh ngapain di sini Mak?? ini khusus orang yang waras bukan Mak Mak Ayam warna warni ini HAHAH!!." Lanjut Ais diserangi tawaan keras.
Semua orang menyaksikan perdebatan mereka. Mereka kagum dengan keberanian Ais yang berani melawan Prita sang ratu kampus.
"Sialan!!! lo berani sama gue ha?" teriak Prita membuat Ais dan Nana lagi lagi tersentak.
'Duh gimana nih gue takut banget!." Batin Ais sambil mengigit bibir bawahnya.
"Ais gimana dong, gue takut." Ucap Nana setengah berbisik sambil menarik tangan Ais.
__ADS_1
"Ga usah takut Na ada gue kok!." Ujar Ais sambil tersenyum kikuk, Ais meremas kuat rok yang ia pakai dan mengenggam kuat tangan Nana.
'Naa please gue juga takut Ahh!.' lagi lagi Ais membatin.
"Kok tangan lo dingin? lo takut?" Tanya Nana yang merasakan dinginnya tangan Ais.
Ais tersenyum kikuk"ngga kok hehe hawanya aja yang dingin."
"Prita already done, kasian mereka ketakutan." Ujar Weqi sambil melirik ke arah Prita.
Prita tersenyum miring "HAHAH! Kalian takut? dasar bocah!."
Ais kembali menatap Nana lalu beralih menatap Prita "Kita ga takut!!! ngapain takut sama Mak mak Ayam warna warni ini heohhh." Pekik Ais sambil memasang wajah seberani mungkin.
"APA!! LO!!!."
"AHHHH!!."
"AWW!!."
Prita hendak melayangkan satu tamparan ke pipi putih Ais namun dengan cepat seseorang mencekram kuat tangan Prita dan menghepasnya asal. Ais yang ketakutan menutup mata nya dan berusaha melindungi wajahnya dengan keduanya.
"A-- A Aldio?" Ucap Prita berbata bata.
"Bang Al?"
Aldio pria dingin ini datang di waktu yang tepat, sedari tadi ia sudah menahan diri untuk mengontrol emosi nya. Aldio, Reno dan Demian memang sudah lama di tempat ini. Aldio yang mendapat pesan dari sang bunda bahwa Nana sudah datang ke kampus dari tadi. tapi ia sama sekali belum menemukan Nana adiknya itu akhirnya ia memutuskan untuk mencari keberadaan Adiknya itu.
Di tengah perjalanan ia melihat orang-orang tengah berkumpul karena rasa penasaran Reno mengajak Al dan Demian untuk melihat apa yang terjadi, seketika mata Mereka membulat. Al yang melihat adu mulut Ais dengan Prita membuat nya sedikit terkekeh, bagaimana bisa ia melontarkan kata kata yang tak ada faedahnya sama sekali.
"Abang!!!!." Nana berhambur memeluk tubuh kekar Al dengan senang hati Al membalas pelukan sang Adik.
"Kamu Ga apa apa?" Tanya Al sambil mengeraikan pelukkannya menatap wajah Nana yang terlihat ketakutan.
"Lo!! yang ngapain gangguin princess nya Al!!." Pekik Reno yang kesal melihat Prita dan Weqi.
"What?! Princess Cewe so suci ini princess?!! HAHAH!." Tawa Prita sambil menunjuk ke arah Nana dan Ais.
"Jaga mulut lo!!!." Demian menunjuk Prita, seketika ia tersentak kaget.
Al melirik Ais yang masih menutup matanya dengan kedua tangan miliknya itu.
"Ahkmm...mau sampai lo tutup mata gitu?" Tanya Al.
Mata Ais membulat, suara ini? suara yang sangat ia hafal, suara familiar milik manusia es menurutnya.
Ia menurunkan perlahan kedua tangannya dan membuat mata melihat sekeliling koridor yang tengah memperhatikannya.
"Kak All!!!" Ucapnya girang sambil tersenyum senang, Ia melirik Nana dan langsung memeluk nya.
"Untung wajah gue yang cantik ini ga jadi di tampar, kalau jadi? ga suci lagi ini wajah!." Ujar Ais sambil mengelus elus wajahnya semua orang terkekeh kecuali Al yang hanya memasang wajah datar nya.
"Dasar Cewe genit!." Pekik Weqi sambil memperhatikan Ais.
Al melirik Weqi tajam "Tutup mulut lo sebelum gue tendang tuh mulut!." Ucapnya dengan tatapan dingin miliknya.
Weqi terdiam lalu melirik Prita "Lo kenapa sih belain kedua cewe ini? dia kan cuman cewe so suci yang peluk peluk orang asal." Ketus Prita sambil berjalan memegang kedua tangan Al, dengan cepat Al menepisnya kasar.
Semua orang tau bahwa Prita adalah ratu kampus yang selama ini menyukai dan mengejar cintanya pangeran kampus ini, ia bahkan mati matian untuk menyingkirkan siapa pun cewe yang berani mendekati nya.
__ADS_1
Aldio yah dia adalah pangeran kampus yang memiliki wajah tampan, semua orang hampir tertarik oleh pesona yang di berika Al, namun sikapnya yang dingin dan datar membuat semua kaum hawa sulit untuk mendekati nya.
"Ehhh!! ngapain pegang pegang tangan pacar Ais!!." Ketus Ais yang melihat Prita mengenggam tangan Al.
"Lagian kenapa lo pegang pegang tangan Abang gue seenaknya?" Tanya ketus Nana kali ini ia bersuara menantang Prita.
"Emang siapa lo berani negur negur gue!." tanya Prita tak kalah ketus.
"Kita?" Ais menunjuk Dirinya dan Nana "iya,, gue kan udah kenalin ke lo kalau gue calon pacar nya Kak Al dan Nana dia Princess sekaligus Adik ipar gue kenapa?" Lanjut Ais,
"Masih calon pacar aja Sombong!!." Cibir Prita.
"Oii!!! gue gini gini cantikk luar dalem lahh elo??? Rambut aja warna warni badan?? masih bagusan Ais lah dari pada lo!! udah kaya Mak mak Ayam festival malam!!!" Ujar Ais membuat semua orang melongom
"Lo berani nantang gue?" Tanya Prita maju satu langkah memberi tatapan tajam miliknya.
"Berani lah!!! ngapain ga berani." Jawab Ais lantang.
'Sok berani banget sih lo!.' Batin Al yang memperlihatkan Ais sedari tadi.
"Cukup!!!." Kali ini Demian berteriak.
"Lo Prita, Eqi cabut sana!! berisik banget!!." Lanjut nya.
Reno mentoyor kepala Demian kebelakang "Weqi OGEB!."
"Lo ngerusak nama gue!!." Teriak Weqi.
"Bodo Amat!! nama lu bukan gue." Cuek Demian sambil mengangkat bahunya Acuh.
"Udah sana deh!! Anak anak lo belum di kasi makan nohh!." Usir Ais sambil mengibaskan kedua tangannya seraya mengusir.
Prita menatao tajam Ais lalu menatap Al lembut "Ald--."
"PERGI LO!!!" Teriak Al membuat suasana menjadi hening.
Prita mendegus "AWAS LO!!" Ucapnya sambil menunjuk Ais lalu beranjak pergi dengan keadaan malu.
'Ais cewe polos dia tidak boleh terjebak oleh Prita yang jahat.' Batin Al Sambil memperhatikan Ais.
Ais tersenyum lebar ke arah Reno, Demian, Nana dan Al.
"Bang! ini tugas Abang yang tertinggal." Nana menyodorkan buku tebal ke arah Al. Al tersenyum dan mengambil alih buku itu ketangannya.
"Iya dek Makasih yah!."
"Makasih juga buat lo udah ngejagain Nana." Ucap Al tersenyum tipis sangat tipis tapi itu berhasil membuat Ais meleleh tak berdaya.
"Na aku ga kuat." Ucap Ais sambil memegang kedua tangan Nana.
Semua menatap Ais heran "Kenapa? lo sakit? Ayo pulang." Ujar Nana khawatir.
Ais menggeleng "Bukan Na!! Hati gue meleleh liat senyum Abang lo." Ujar Ais melirik Aldio
Demian, Reno dan Nana berdecak kesal lalu mengeluarkan kata kata gila mereka.
"GILA LO!."
"BALIK AJA SANA!!."
__ADS_1
"MATI AJA LO!!!."
"AISSS MASIH PENGEN HIDUPP BARENG KAK AL!!."