Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 1 : Teringat


__ADS_3

"Mbokkk!!!mbokk!tolong mandiin Nana nih!." Teriak mommy yang baru memasuki rumah.


"Iya Bu siap!!Mari non." Mbok Minah menghampiri Regina dan Nana di ruang tengah dan membawa Nana yang tubuhnya kotor akibat bermain seharian di Danau belakang rumahnya.


"Mbokk!!Mbokk tau ga Nana seneng banget main bareng Reval!!Tapi dia nyebelin banget masa sih dia takut sama Capung mbokk bayangin coba!! Cowo kok penakut dih cemen!." Celoteh anak kecil yang bernama Nana itu yang sekarang berumur 7 tahun.


"Duhhh Non!!Kasian dong den Reval di takut takutin gitu!." Sahut mbok Minah sembari mengusap tubuh mungil Nana dengan sabun.


"Tapi mbok dia malah bilang gini AHHH PLEASE NA LEPASIN ITU CAPUNG!! GUE GA APA APA KOK DEMI KEGANTENGAN GUE YANG TIADA TARA INI GUE IKHLAS DEH !!! KALAU DI LEMPAR PAKE HATI KAMU TAPI NGGA SAMA CAPUNG ITU gitu mbokk." Nana yang meniru ucapan Reval tadi sore.


"Hahahha Duhh kalian tuh masih kecil main hati hati aja Bucin tau ga!!."


"Bucin itu apa mbok? Bukannya itu bumbu dapur yang suka di pakai masak yah mbok?."


"HAHHA!! Bucin itu BUDAK CINTA toh Non!."


"Budak Cinta gimana??Maksudnya kan Budak nah budak identik dengan Badak dan cinta?? berarti Bucin itu BADAK JATUH CINTA!."


"HAHHA!! Iya toh Non bener banget!."


Aku kembali tertawa melihat tinggah konyol aku dan kepolosan ku saat kecil itu bagaimana bisa Bucin??Di sebut BADAK JATUH CINTA,,,Bodoh pikir ku..


Saking tak kuat menahan tawa akhirnya Mbok Minah yang menjadi ART di rumah itu tertawa lepas menghiasi seisi kamar mandi.Hingga selesai pun gadis kecil itu tetap saja berceloteh menceritakan berbagai keseruan saat bermain bersama sahabat kecilnya itu.


Terkadang lucu mendengarkan cerita si kecil ini dapat membawa tawa semua orang sikapnya yang lucu wajahnya yang cantik,pipinya yang chabby membuat semua orang gemas saat melihatnya dan senyuman yang manis selalu membuay semua orang terhipnotis.


"Anaknya Daddy Sudah mandi??Sini makan sayang!." Ajak sang papa dan langsung menggendong gadis kecil itu kepangkuannya.


"Dad!!Suapinnn emmmm."


"Manja!."Seru sang Kaka yang bernama Aldio.


Moment ini yang selalu aku ridukan bermanja manja dengan keluarga tercinta ku...nyatanya memang benar semakin kita dewasa semakin banyak jarak di antara kedua orang tua kita.


"Biarin kaka kalau sirik bilang aja ga usah di umpet umpet nanti ilang!."


"Ga penting!."


Regina yang tengah menyiapkan hidangan untuk suami dan anak anak tercintanya hanya menggelengkan kepala melihat perilaku kaka beradik itu.


"Shtttt!!!Lebih baik kita makan setelah itu Daddy ingin bicara serius sama kalian berdua!." Seru sang Daddy sambil menatap serius kedua anaknya.


"Baik dad!."


Setelah cukup lama menghabiskan makan malam ini semua orang kumpul di ruang keluarga termasuk Nana dia ikut kumpul sambil memainkan boneka Panda kesukaanya.


Penasaran apa yang akan sang Daddy katakan,akan kah hal buruk?atau baik?Nana sendiri masih menduga duga namun ia harus tetap terlihat tenang tidak seperti Mommy and Abangnya yang terlihat santai seperti sudah mengetahui apa yang akan kepala keluarga itu katakan.


"Sayang apa kita yakin dengan keputusan mu itu ?." Tanya Gina yang duduk di samping Aidan.


"Aku yakin sayang mereka akan bisa menerimanya."


"Daddy and Mommy malah bermesra mesraan sesangkan kita di cuekin hufff kaya BADAK JATUH CINTA AJA!." Celoteh Anak perempuan yang melihat kedua orang tuanya saling berpegangan tangan.


"What??Apa itu Badak jatuh cinta?."Tanya sang Daddy.

__ADS_1


"Ihhh dady itu tuh artinya BU CI N !! Budak Cinta...yah Allah masa sih ga tau udah nikah juga."


"Duhhh mati nih simbok..nonnn please deh ah jan ngadu sama nyonya besar!." Jerit batin Mbok Minah yang mendengar percakapan mereka.


"Atagfirullah mbokl!!!!!!!"Gerutu Gina kesal


"Stttt lebih baik kita diam dan dengarkan Daddy semuanya!!Dan untuk kamu Nana itu tidak benar Mana ada BADAK JATUH CINTA!."


"Dasar Sotoy!." Pekik Aldio


"Biarinn!!!."


"Etssss...Oke Daddy ingin berbicara serius! Jadi Daddy kumpulkan kalian di sini daddy ingin memberi tahu..bahwa kita akan pindah ke London!."


Deg...


Tiba-Tiba moodku menjadi berkurang saat mengingat masa masa ini.


Masa,waktu dan hari yang paling aku benci kenyataan pahit yang aku harus terima.


Nana yang sedang memainkan boneka pandanya mendadak menghentikkanya dia mencerna baik baik perkataan Hero nya itu dan sekarang pikirannya tertuju pada sahabat tersayangnya Revaldi.


"Daddy sudah mengurus semua keperluan kita! Lusa besok kita berangkat!." Jelas nya lagi.


Regina yang melihat anak bungsunya diam menatap heran,namun ia tahu apa yang sedang di pikirkannya karena selama ini Reval lah yang sangat berharga setelah keluarga tercintanya.


"Nana sayang kok kamu diam nak?." Tanya sang Mama.


Buliran bening berhasil lolos di pipi mulus gadis kecil itu bagaimana tidak?jika dia ikut tentu saja dia akan meninggalkan Reval sahabat kecilnya,penyemangatnya,teman nya dan orang istimewanya.


"Sayang!!." Seru lembut sang Daddy.


'Ngga!!Ngga aku ga bisa ninggalin Reval dia teman baik aku!!kita sudah berjanji bahwa kita akan hidup berdua selamanya kita juga sudah berjanji untuk selalu bersama selamanya aku ga mungkin ninggalin Reval ga!!!ga!!!.' Teriak Nana dalam hati


"Daddy!!!Kenapa???kenapa harus ke London??Nana udah nyaman di sini Daddy...Nana ngga mau ninggalin Reval dia sahabat Nana teman Hidup Nana selamanya!!."


"Sayang...Daddy tau tapi ini tugas!kita harus pindah,soal Reval pasti dia ngerti kok! kamu bicara baik baik dengannya.kamu bisa mendapat banyak teman di sana,kamu juga bis---"


"Ngga mom...kalian semua egois!!."


Nana dengan kaki kecilnya berlari sekuat tenaga menuju kamar yang bagikan surga menurutnya.Sakit,kecewa dan sedih dia rasakan bagaimana bisa dia meninggalkan tanah ini?.


tanah yang menjadi saksi persahabatan mereka,tanah yang menjadi wakil rasa sayang mereka,kenangan indah telah ia buat,sedih dan bahagia dia rasakan bersama sama tapi? rasa itu,moment itu akan hilang dalam sekejap.


Jujur saja, sulit bagi kita untuk melupakan seseorang yang benar-benar berarti dalam hidup ini.


'Reval.....'


Gadis kecil itu dengan segala kecerdasan dan kepintarannya terlelap dengan sisa air mata yang menghiasi wajah imutnya itu.Gunggaman kecil menyebut nama orang kesayangannya bagaikan tersayat pisau,ribuan kenyataan pahit harus ia terima sejak kecil.


"Dad gimana kalau terjadi sesuatu dengan Nana?." Tanya Regina kepada sang suami.


"Mommy tenang aja Nana pasti baik baik saja kok!! Dia anak yang cerdas!dia pasti tau keputusan terbaiknya." Jelas Aidan sambil mengelus pucuk kepala sang istri.


"Mommy harap begitu."

__ADS_1


_o0o_


Mentari pagi ini memang cerah menyinari seisi bumi namun tidak dengan keadaan gadis kecil yang masih enggan membuka pintu kamarnya meski pun setelah berkali kali di ketuk oleh orang orang yang berada di luar kamarnya tapi ia masih tetap pada egonya untuk diam di dalam kamar.


Sambil memandang ke arah jendela rambut yang tertata rapi hanya dengan di sisir saja wajah yang sendu membuktikan bahwa dirinya tengah di landa kegelisahan.


Tok...Tok...Tok...


Ketukan pintu lagi lagi terdengar namun gadis ini masih enggan membukannya.


"Nana buka dong ayo kita main!! ini sudah hampir menjelang siang tapi kenapa kamu ga mau keluar!! ayo lah lihat kelinci di rumah pohon kita sudah kelaparan!!." Teriakan seseorang yang sangat di kenal olehnya yang sangat di hafal olehnya suara lembut dan teriakan lucu yang dapat merusak gendang telinga siapa pun itu namun akan tetap lembut jika dia yang mendengarnya.


Gadis itu berbalik dan berjalan perlahan mengikuti terikan itu dengan satu putaran ia berhasil membuka pintu yang terkunci itu.


"Nana!!! Syukur lah kamu mau membuka pintu ini sayang!." Ucap sang Mommy yang langsung berhambur memeluk putri bungsunya itu.


"Nana What are you doing!!! Ini tidak lucu aku sudah menunggu mu dari tadi huff menyebalkan!!." Celetuk Anak Pria tersebut.


Yah,,,Regina dan Aidan mengusulkan untuk mengundang Reval datang kerumahnya karena hanya dia yang dapat membujuk satu-satunya putri bungsunya itu,setelah kedatangannya Aidan dan Regina menceritakan semuanya ia sempat terkejut dan tak habis pikir.


Rasa takut kehilangan menghantuinya ia benar benar takut akan kehilangan sosok gadis kecilnya itu namun ia tak bisa egois ini soal tugas,pekerjaan sang papa mereka hanya bisa pasrah dan menerima semua keputusan yang sudah di tetapkan.


Hap..


Gadis kecil itu berlari dan memeluk orang tersayangnya dengan segala kekecewaan dengan segala kesediahan dengan segala kerinduan ia memeluk tubuh mungil anak laki laki itu,dengan senang hati ia membalas pelukkannya menerima semuanya.


"Reval aku ngga mau pisah sama kamu hiks...Daddy berusaha memisahkan kita hiks..hiks.." Isak tangasian nya di sela sela pelukan mereka.


"Heii!! apa apaan kau ini seperti anak kecil saja!!."


"Kita memang anak kecil Reval!..Hiks hiks.." Teriak gadis kecil itu sambil memukul bahu oranh yang tengah di peluknya itu.


"HEHE!iya iya...tapi ini sungguh membosan kan...kamu hanya menangis saja!Apa kah kau tak ingin bermain dengan ku?." Tanya Reval sesantai mungkin.


"Tentu saja aku ingin bermain dengan mu..tapi aku ingin seharian ini kita bermain..karena besok kita mungkin tidak akan pernah bertemu lagi hiks...hiks.."


"Sttttt!!! Sudah lah jika tuhan memihak pada kita pasti dia akan mempertemukan kita lagi..dan asal kau tau?kau itu sangat jelek bila menangis..ku mohon berhenti lah!." Tangan mungil itu dengan pelan mengusap air mata gadis kecil di hadapannya.


"Revall aku serius Hiks...tapi kau malah terus bercanda apa kamu tidak sedih akan berpisah dengan ku?." Tanya nya yang kembali menangis.


"Tentu saja aku sedih!hanya saja aku tidak ingin menunjukkan semuanya kepada mu karena aku tau itu akan membuatmu semakin sedih!." Jelasnya.


"Revallll aku sayang kamu hiks!.." lagi lagi gadis itu memeluk erat pria di hadapannya.


"Aku lebih dari itu Na!."


Sedangkan sedari tadi empat orang tengah berkumpul memperhatikkan drama dua bocah kecil itu merasa terharu akan kasih sayang mereka berdua,memang sulit memisahkan keduanya yang sudah bersahabat sejak umur 3 tahun namun bagaimana lagi?keadaan dan kondisi harus memisahkannya.


"Ayo kita ke rumah pohon dan menemui kelinci kelinci kita di sana..pasti mereka sudah kelaparan huuu!."


"Ayo bentar aku harus mempercantik diri dulu...karena aku tidak boleh terlihat jelek di mata kelinci kelinci kita itu."


Lagi lagi perkataan konyol yang keluar dari mulut mungilnya itu membuat semua orang memutar bola matanya jengah.


Air mata ini kembali mengalir setelah lamanya tak keluar,Rasa sakit ini mulai kembali terasa...huff aku sungguh sungguh membenci waktu itu waktu dimana yang membuat ku harus berpisah dengannya..

__ADS_1


Aku masih setia duduk di bangku coklat dengan ponsel genggam ku mengingat kembali masa masa kecil yang kadang indah namun keindahan itu tiba tiba berubah menjadi kusam.


__ADS_2