Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 18 : Hai adik kecil


__ADS_3

"Kenapa bentrok banget sih ini jadwall." Rengek Rama yang berdiri di depan mading.


"Bener! kita harus ngapalin dan kita juga harus fokus latihan buat nanti." Sahut Lingga anggota tim basketnya.


"Ahhh gimana dong." Sahut yang lain.


"Haiiii Guysss!!!." Teriak Nana, Ais, Fay dan Zel yang baru datang.


"Bentar, kok muka kalian pada kusut gitu kaya baju yang kagak di setrika aja." Celetuk Nana.


"Bener, kalian kenapa?." Tanya Ais bingung.


"Kalian kalah undian yahhhh? Atau kalah Arisan?" Ejek Zel sambil menunjuk ke arah Rama dan yang lain.


"Bukan gituu, kita tuh bingung bentar lagi kan pertandingan di Manchester city." Sahut Rama yang di angguki oleh ke - empat cewe itu.


"Terus kenapa? harusnya sekarang kalian latihan dong." Ucap Nata sambil memincing kedua matanya.


"Iya tapi jadwal kita bentrok dengan Ulangan nanti.." Gemas salah satu tim basket itu.


Nana memutar bola matanya lalu melirik ke arah mading yang ada di sebelahnya. seketika matanya membulat.


"Busyet.. ini jadwal kagak salah ha? masa iya jadwal nya kek gini?" Kesal Nana melipat kedua tangannya.


"Iya terus kalian gimana dong?" Tanya Ais melirik ke arah Rama dan tim nya. mereka menjawab dengan gelengan kepala.


Rama mendegus sabar "Kita ga tau huff."


Nana menepuk pundak Rama lalu tersenyum "Semua pasti ada jalan keluarnya kok Ram. Sans aja." Nana berusaha menyemangati Rama dan yang lain.


Tiba tiba Bel pengumuman berbunyi, menandakan agar semua siswa siap di lapangan sekarang juga.


"Ada apa ini? kok bel pengumuman nyala?" Tanya Ais bingung.


"Kampret yah lo! iya berarti kalau bunyi ada pengumuman penting bodoh banget sih." Timbal Fay sambil menggeleng pelan.


Nana terkekeh pelan " Banyak sabar yah lo sebagai sahabat nya." Ucap Nana.


Zelica mentoyor kepala Nana kebelakang " Dia kan your best friend too Bodoh!." Nana tertawa


"HEHE lupa gue punya temen idiot kaya dia." Celetuk Nana sambil terkekeh.


"Kampret yahhh lu pada!." Teriak Ais kesal.


Semua siswa berbaris rapi di lapangan menunggu kepala sekolah yang akan mengumumkan pengumuman penting. tak lama kepala sekolah datang menaiki podium yang ada di depan. seketika semua siswa terdiam dan fokus pada topik yang ada di depannya.


"Hello everyone ... I as the principal will make an important announcement for you. Previously there was an apology from Prof.Sihhab Caesar Anggara, the owner of this school. He was unable to meet and deliver this announcement in person with you. because it's his family's interests. First, I will say that the end of semester retrial will be next Sunday ( Hallo semua..Saya selaku kepala sekolah akan menyampaikan pengumuman penting untuk kalian. Sebelumnya ada kata maaf dari Prof.Sihhab Caesar Anggara pemilik sekolah ini. Beliau tidak dapat bertemu dan menyampaikan pengumuman ini secara langsung dengan kalian. di karena kan kepentingan keluarga nya.


Pertama saya akan menyampaikan bahwa ulangan akhir semester di undur menjadi Minggu depan ) ." Jelas Kepala sekolah itu membuat semua siswa bersorak girangg


"Wawwww.....thank you very much sir .... thank you ... thanks for watching pakkkk!." Teriak semua siswa.


"ATTENTION!! please calm down for a moment. You must be confused why did I resign? Because the International Basketball Game will be held in three days ... therefore the school will focus on the basketball teams practicing. I hope you can practice correctly and focus. I leave it to the head of the Rama Adelio Prasaja basketball team, I trust all of you. Hopefully you can boast of the good name of the school ( PERHATIAN!! saya mohon tenang sebentar. Kalian pasti bingung kenapa saya mengundurkan Ulangan? Karena Pertandingan Bola Basket Internasional Akan di adakan tiga hari lagi.. oleh karena itu pihak sekolah akan memfokuskan untuk para tim basket berlatih. Saya harap kalian bisa berlatih dengan benar dan fokus. Saya serahkan kepada ketua Tim basket Rama Adelio Prasaja saya percayakan semua pada kamu. Semoga kalian bisa membanggakan nama baik sekolah ) ."


"Yeayyyyyy, ga ngga ngapalin deh kita." Teriak Ais sambil melompat lompat di tempat.


"Berisik banget sih lo." Ketus Rama sambil menutup telinga nya sendiri.


"Lo kenapa sih? marah marah mulu PMS lo?" Tanya Ais kesal sambil menunjuk muka Rama.


"Eh Kalian.. Denger yah kalau kumpul nanti bawa kapas masing masing!." Sahut Rama melirik Nana,Fay dan Zelica yang tengah asik melihat perdebatan mereka.


"Buat apa?" Tanya Mereka Serentak.


Rama kembali menatap Ais " Buat nutupin telinga kalian, jadi jika dia teriak teriak ga jelas! gendang telinga kalian ga akan pecah."

__ADS_1


Ais membulat kan kedua matanya "KAMPRET LO!!!" Teriaknya


"Hahah udah dehhh yahhh kaliannn tuh sama sama berisik banget sih." Ucap Nana sambil terkekeh.


"Intinya kalian tuh equally noisy sama sama berisik! " Ucap Zel sambil memegang kepalanya yang pusing.


"Dia duluan Na!." Rama menunjuk Ais.


"iya lo lah!! Dia hey dia yang duluan!." Ais balik menunjuk Rama.


"Lo lah."


"Lo lah."


"Lo."


"Lo."


"Gue."


"Gue."


"Nahhhhh kannn lo yang salah." Rama menunjuk Ais sambil tersenyum miring.


"Sialan lo yah!!." Teriak Ais lagi.


"PERMISSION .. why is it so noisy over there? ( PERMISI.. sebelah sana kenapa berisik sekali? ) " Ucap Kepala sekolah menggunakan microfon membuat semua siswa menatap mereka.


"Sorry Sir .. My friend is a little crazy so he screamed!( Sorry..Pak Teman saya memang sedikit gila jadi dia teriak teriak! )." Rama berbicara dengan sopan dan menundukkan kepala.


"HAHAHAH!" Tawa seluruh siswa


Ais yang mendengar itu mencubit pinggang Rama membuat dia meringis.


"Gila lo yahh!"


.......


"Sorry gue ga bisa nemenin kalian latihan." Ucap Nana sambil berjalan beriringan dengan teman temannya.


"Iya Na ga apa apa kok! doain aja oke." Rama tersenyum dan mengusap lembut Rambut Nana.


ini kok Rama suka banget yah ngusap ngusap rambut Nana.


"Itu pasti kok."


"Gue ikut Nemenin kalian yahh." Sahut Zel.


"Gu juga!." Timbal Fay sambil mengacungkan tangannya.


"Lo ngapain ngacungin tangan? mau ikutan cerdas cermat?" Tanya Rama sinis.


"Iya gue mau ikutan cerdas cermat!! biar bisa ngubah otak lo!" Ketus Fay.


"Gue balik ah." Ais bersuara


"Balik aja sana! ga ada yang larang." Ketus Rama.


"Ehhhh.. tahan kek, biar kaya di drama Korea gitu." Ucap Ais kesal.


"Mimpi lo." Nana merangkul pundak temannya.


"Iya udah kita pulang duluan yahhh...byeee" Nana tersenyum ke arah mereka lalu kembali berkata "Semangat yah!! btw jangan deket deket Rama dia lagi PMS." Nana teriak sambil berlari kecil ke arah mobil.


"OIIII KAMPRET!!! SINI LO!."

__ADS_1


.......


Indonesia.


"Bunda!!! Kaka pulang nihhh." Teriak Reval sambil memasuki rumahnya.


Reval yang baru pulang setelah mengantarkan Nata pulang. ia merebahkan tubuhnya dia atas sofa lalu menyenderkan kepalanya memejamkan matanya sejenak menghilangkan rasa lelah dan letih untuk hari ini.


Hari ini ia sangat sibuk berlatih untuk pertandingan nanti. Pihak sekolah memberikan keringanan untuk tim basket sehingga mereka hanya belajar sampai jam istirahat saja. Tapi tetap saja bagi Para tim basket ini sangat melelahkan apa lagi bagi Reval sang Ketua ia harus benar-benar berlatih dan membantu para Timnya itu.


"Bunda!!!." Teriaknya lagi. kok kagak nyaut yah? ucapnya kepada dirinya sendiri.


Ia berdiri berjalan menuju Dapur. matanya mencari sosok sang Bunda namum nihil ia tak menemuka Bundanya.


"Maaf Den! Nyonya dan Tua tadi keluar sebentar." Sahut Risma sang Asisten rumah tangga. Reval mengangguk dan kembali menuju ruang tamu. belum sempat ia duduk terdengar suara seseorang.


"Assalamualaikum..." Sapanya.


Reval kenal suara ini.. suara orang yang sedari tadi ia cari.


"BUNDA!!!" Reval berhambur memeluk sang Bunda.


"Jawab dong kalau salam." Timbal Ab dari belakang Anita.


"Hehe Reval lupa.. Waalaikumsalam Bunda Ayah." Jawab Reval yang kembali memeluk Sang Bunda.


ia sangat sayang kepada wonder woman nya ini.. lelah dan letih nya hilang seketika saat memeluk tubuh milik sang Bunda.


Mata Reval tertuju pada Sosok anak kecil perempuan yang menunduk sambil menggenggam tangan kekar Abraham. kira kira umurnya 4 Tahun pikir Reval.


Reval melihat Anita seraya bertanya.


Anita tersenyum lalu berjongkok di hadapan gadis kecil perempuan itu "Sayang! ini Namanya Kak Reval dia anak tante dan om." Ucapnya lembut.


"Hai Kak!." Ucap nya lembut...


'Suara ini? kenapa? kenapa mirip sekali dengan Nana waktu kecil yah?' Batin Reval .


"Haiii adik kecil." Reval menjawab sapaannya bagaimana pun dia harus bersikap lembut terhadap anak kecil.


Reval mengangkat kedua alisnya menatap sang Ayah, Ab tersenyum "Kita bicara di dalam.


mereka berjalan menuju ruang tamu. Reval duduk di samping sang bunda yang sedang memangku gadis kecil itu.


"Bun?" Ucap Reval yang sudah tak sabar mendengar penjelasan dari kedua orang tua nya.


"Sayang! jika dia menjadi adik mu bagaimana?" Tanya Ab menatap serius sang Putra.


Reval menyatukan alisnya "Tapi Ayah? aku sungguh tidak menggerti."


Ab tersenyum "Jadi tadi Bunda dan Ayah hendak ke kantor. namun di tengah perjalanan kita menemukan anak kecil perempuan ini sedang duduk di pinggir jalan dengan kaki yang di lipat sebagai tumpuan kepalanya. Awalnya kita cuek cuek aja. namun entah mengapa Hati Bunda dan Ayah tertuju pada sosok Anak kecil ini." Ab melirik Anak kecil itu yang kini terlelap di pangkuan sang istri.


Ab kembali menatap Reval yang sudah menunggu penjelasan nya. "Jadi dengan niatan kita berjalan menemui gadis kecil ini. kami melihat wajah nya yang penuh dengan kesedihan. air mata yang terus mengalir membuat matanya sembab. dia bilang, dia di tinggalkan oleh kedua orang tuanya saat mereka bilang hendak berlibur.. tapi orang tua nya malah meninggalkan nya di pinggir jalan. Ayah dan bunda sempat marah.. bagaimana bisa ada orang tua setega itu menelantarkan anaknya sendiri."


"Terus?" Tanya Reval


"Kami kasihan melihatnya sendirian di pinggir jalan dengan keadaan yang benar benar tidak pantas untuk seorang anak kecil. maka dari situ kami berniat untuk mengadopsi dia sebagai anak kedua kami. apa kamu tidak keberatan nak?" Jelas Ab membuat Reval mengangguk.


Reval menatap Gadis kecil yang tengah tertidur itu malang sekali dia pikir nya.


Reval mengangguk dan tersenyum "Aku sama sekali tidak keberatan Yah.. justru aku senang punya teman bermain di rumah." ucapan Reval membuat Anita dan Ab tersenyum lega.


"Terimakasih sayang." Anita mencium pucuk kepala sang putra.


"Sama sama Bun.."

__ADS_1


"Lebih baik kita istirahat dulu..Reval kamu cape kan baru pulang? kamu istirahatlah nanti malam kita makan bersama." Sahut Ab sambil berdiri dan menggendong tubuh mungil anak kecil yang tertidur itu.


"Baiklah Reval ke atas yah Bun..Yah.."


__ADS_2