
"kamu harus banyak istirahat."
"Mau makan apa?"
"Biar aku aja yang ambil, kamu diam dan duduk saja."
"Mau minum apa? Apa kamu mual?"
Sejak kemarin kepulangan Ais di rumah sakit Al berubah menjadi sosok yah protektif terhadap Ais, gadis berjilbab itu tentu senang namun dia juga tidak ingin merepotkan suaminya itu. Tentu perubahan itu baru terlihat oleh Aidan, Gina dan Nana berbeda dengan Al yang biasanya terlihat dingin dan cuek.
"Hei!! Kak hentikan. Aku tidak ingin makan apa pun rasanya masih kenyang dan bisa kah Kaka diam dan tidak perlu terlalu khawatir." Ais menarik tangan Al yang hendak berdiri membuat Al kembali duduk di atas ranjang.
"Baik lah baik, tapi kalau kau ingin memakan apa pun, dan jika terasa apa pun kamu harus bilang ya sayang." Ujarnya dengan lembut dan halus.
"AISS APA KAMU AKAN KE KAM,,,, UPS MAAF." Teriak Nana dan seketika berhenti ketika melihat Ais dan Al saling bertatapan mesra.
"Dia tidak akan ke kampus hari ini." Pekik Al cepat, gadis itu mendengus dan melipat kedua tangannya di depan dada sambil bersandar pada dinding.
"Ahhh, aku lupa bahwa calon ayah super protektif ini membuat dunia berubah." Ledek Nana.
"Maaf yah Na, aku tidak akan ke kampus hari ini. Abang kamu ini selalu membuat ku bosan di dalam kamar huff dann, Terus kamu pergi sama siapa dong?" Tanya Ais yang tengah duduk di atas ranjang sambil bersandar itu.
"Ah soal itu gampang, aku akan menghubungi Iqbal dan Andri untuk menjemput ku." Nana meroboh ponsel dari saku celananya.
Aku mengerutkan keningnya "Kenapa tidak bersama Reval?" Tanya Al sambil memincingkan kedua matanya.
Nana yang fokus pun ini menatap Abang nya itu "Ahh Nana lagi ngga ingin aja ganggu dia Bang, udah yah bye!!!!" Teriak Nana meninggalkan keduanya, seakan menyembunyikan sesuatu.
"Sayang!!! Kamu sekarang berangkat sama siapa? Mau naik mobil sendiri? Ngga boleh Na! Atau mau di antar sama pak Tomi? Atau sama bang Al." Tawa Gina terus menerus membuat sang anak memejamkan matanya perlahan, Nana menyentuh pipi Gina sambil tersenyum.
"Mommy sayang, tidak akan naik mobil sendiri. Nana juga tidak akan berangkat bersama pak Tomi atau pun Bang Al,, Nana akan berang,,,"
"Sama Reval??" Potong Gina cepat membuat Nana diam seketika, gadis itu menggeleng lagi "bukan Mom, Nana meminta Andri dan Iqbal yang menjemput jadi Mommy ngga usah khawatir lagian Reval pasti sangat sibuk hehe." Jawab Nana dengan senyum yang di paksakan.
"Ah baik lah, tapi apa kamu dan Reval baik baik saja?" Gina sangat penasaran bagaimana tidak Nana dan Reval sudah terkenal dengan kebersamaannya.
"Tentu Mom, sudah lah aku akan nunggu kedua makhluk itu di teras." Nana berpamitan dan menunggu kedua sahabatnya di teras rumah dengan duduk di kursi dan memainkan handphonenya.
Hari ini dia menggunakan style celana jeans biru langit, kaos putih crop lengan pendek dan rambut yang di ikat juga sepatu sneakers putih yang dia kenakan.
* * *
Sedangkan di gedung besar itu tiga pria tampan tengah bercengkrama di koridor kampus, Yah Andri, Iqbal dan Reval.
Drtttt drttt...
Andri melirik Iqbal "tuh handphone Lo bunyi!" Ucapnya, Iqbal melihat handphone nya seketika dia mengerutkan keningnya ketika tertera nama "Reinanan" di panggilan suara.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya Reval bingung melihat ekspresi wajah Iqbal.
Iqbal memperlihatkan handphone nya " Nana!"
"Angkat dong." Ujar Andri, Reval tersenyum tipis.
"Assalam,,,"
"Lama banget sih cuman angkat panggilan aja!" Pekik Nana kesal memotong ucapan Iqbal.
"Eh! Lu yah masih mending gue angkat. Emang ada apa sih?" Ujar Iqbal sambil menekan tombol speaker agar suara Nana di dengar juga oleh kedua sahabatnya.
"Haha iya iya maaf, ehh iya Lo sama Andri kan? Kalian dimana? Bisa jemput gue ngga?"
Ketiga Cowo itu saling menatap dan kembali menatap ponsel yang Iqbal genggam "Ah iya. Kita sudah berada di kampus, memang nya kemana Ais sampai kau minta jemput ke kita." Kali ini Andri yang buka suara. Reval sengaja tidak membuka suara dia ingin tahu kenapa Nana tidak menghubungi nya.
Iqbal melihat Reval yang tengah melamun itu, "Begini, Ais tidak di izinkan pergi ke kampus oleh Bang Al. Huh, rasanya gue ingin sekali mencekik nya keras keras. Please yahhhh bantu gueeee." Ujar Nana dengan nada yang merajuk.
"Kenapa Lo ngga menghubungi Reval aja dan memintanya untuk menjemput Lo?" Reval menatap tajam ke arah Iqbal,
"Rasanya dia sedang sibuk, aku sama sekali tidak ingin menganggu nya, apa lagi sekarang aku tidak tahu dimana Reval dan dengan siapa." Jawab Nana dengan nada yang Rendah.
"Sudah baikkk lah, kau tidak usah menunjukkan kesedihan mu seperti itu. Kami akan menjemput mu sekarang." Ucap Iqbal, Nana tersenyum dan mematikan sambungan nya.
"Biar gue aja yang jemput dia." Ujar Reval, yang merebut kunci mobil Iqbal.
"Dia emang sudah gila!!"
Reval menuju parkiran dan mulai mengendarai mobil Iqbal. Dia sengaja tidak menggunakan motornya karena Nana pasti sudah mengira bahwa dirinya lah yang menjemput.
Di sepanjang perjalanan Reval terus menerus mengingat perkataan Nana di telepon "Rasanya dia sedang sibuk, aku sama sekali tidak ingin menganggu nya, apa lagi sekarang aku tidak tahu dimana Reval dan dengan siapa."
"Ahhkkk... Kenapa dia berpikiran seperti itu.. apa dia marah? Tapi kenapa?? Apa dia ... Ahhh sungguh memusingkan." Reval terus menerus berbicara pada dirinya.
Sampai di kediaman Nana, Reval sengaja tidak turun karena Nana Sudah berjalan ketika mobil Iqbal, karena yang dia tahu Iqbal yang menjemput nya. Gadis itu berlari kecil dan langsung membuka pintu tanpa melihat siapa yang menjemput.
"Lo lama banget si Iq,,,, Reval?" Nana terkejut saat dia hendak memasang sabuk pengaman dan melirik ke arah pengemudi yang ternyata itu adalah Reval.
Reval tersenyum manis dan mengacak rambut gadis itu "kenapa? Kau begitu terkejut?" Ucap Reval. Nana sama sekali tidak menyangka bahwa Reval yang menjemput nya.
"Ah, aku,, aku hanya terkejut saja kenapa kau yang menjemput ku bukan Iqbal dan Andri?" Ucap Nana sambil mengalihkan pandangannya kedepan.
"Kenapa? Bukan kah kau selalu meminta ku menjemput mu tapi kenapa sekarang kau malah meminta Iqbal dan Andri?" Reval mulai mengendarai mobilnya, Nana kembali kepikiran nya yang kacau.
'Sebenarnya,, aku ingin sekali di jemput oleh mu setiap hari seperti dulu. Tapi sekarang berbeda kau sudah memiliki Nata yang selalu kau jemput.' Batin Nana, dia menunduk dan memainkan tangannya.
Reval melihat gadis di sampingnya sekilas "Apa yang kau pikirkan? Ada apa dengan kau?" Tanya Reval lembut, dia benar benar ingin tau akan perubahan gadis ini.
__ADS_1
"Aku sudah tau semuanya Reval." Lirih Nana tanpa melirik gadis di hadapannya.
Reval mengerutkan keningnya "Haha Tau apa sih kau ini?"
"Aku tau kau dan Nata memiliki hubungan." Ucap Nana pelan, bahkan sangat pelan. Reval yang mendengar itu mendadak berhenti membuat keduanya terpental kedepan.
Reval melihat kesamping menatap gadis yang tengah menunduk ketakutan itu "Maksud Kamu?" Ujar Reval dia benar-benar ingin meyakinkan.
"Iy,, iya aku udah tau kok kalau kau memiliki hubungan dengan Nata, aku sudah lama mengetahui ini hanya saja aku mengingat kata kata kamu di London yang mau menunggu ku tapi, kemarin sewaktu Ais masuk rumah sakit Nata marah sama kamu hanya karena kamu mendekap ku dan memeluk ku." Jelas Nana dengan air mata yang mulai turun namun dengan cepat dia mengusap nya.
"It, itu ak, aku...." Reval benar-benar di buat gugup karena pada akhirnya hubungan mereka terungkap.
"Kamu tinggal jawab iya jika kamu memang menjalin hubungan dan jawab tidak jika kamu tidak memiliki hubungan."
Reval menyentuh wajah Nana agar mereka saling berhadapan "Maaf,,," satu kata yang keluar dari mulut Reval.
"Maaf? Kamu ngga perlu minta maaf hiks, aku, aku ngga marah kok hiks, hanya saja kecewa bagaimana bisa kau membohongi ku begitu saja dan tau kah kau? Kamu tau Kita sudah menjalin hubungan persahabatan dari sewaktu kecil dan kita juga sudah menjalin sebuah komitmen yang kita bangun dari kecil untuk dewasa sekarang. Tapi? Kau melanggar itu semua hikss..." Ujar Nana di tengah isakanya.
Reval benar-benar merasa bersalah dia baru sadar bahwa selama ini ada seseorang yang menunggunya selama itu. Reval Cowo itu hendak memeluk gadis di hadapannya Namun dengan cepat gadis itu sedikit menggeser "Jalan! Aku inggin ke kampus Sekarang." Ucap Nana sambil menatap keluar jalan.
Reval mendengus dia benar benar bingung harus bagaimana, untuk pertama kalinya Nana bersikap seperti ini. "Baik lah."
Di sepanjang perjalanan Nana sama sekali tidak mengatakan apa pun, begitu pun dengan Reval. Gadis itu hanya menatap keluar dari jendela mobil dan sesekali air matanya turun.
Sampai di kampus Andri dan Iqbal sudah menunggu mereka di koridor depan parkiran, Nana langsung turun dan berlari meninggalkan Reval, Cowo itu mematung menatap gadis yang sangat dia sayangi menghindar darinya.
Andri dan Iqbal saling menatap, mereka melihat Nana yang mendekat dengan Air mata yang terus turun. Mereka kira Nana akan menghampiri nya Namun mereka salah, Nana justru melewati keduanya dan berlari ke belakang kampus.
"Reval! Apa yang terjadi?" Tanya Iqbal panik ketika melihat Nana datang tanpa sapaan, tanpa canda dan tawa, tanpa senyuman di bibirnya.
"Dia sudah tau semuanya." Jawab Reval pelan,
"Maksud Lo? Dia udah tau Lo punya hubungan dengan Nata?" Andri menatap lekat ke arah Reval. Cowo itu mengangguk dan menunduk.
"Bagaimana bisa??!!" Pekik Iqbal kesal,
"Dia mendengar semua perkataan Nata Waktu di rumah sakit kemarin." Jawab Reval.
• Flashback •
"Reval!! Maksud kamu apa apaan peluk dia terus menerus?! Kau itu masih memiliki ku sebagai pacar kamu. Tapi kenapa kamu malah memeluk gadis lain di hadapan ku?"
"Tapi saat ini dia membutuhkan ku untuk menguatkan dirinya."
"Ha?? Butuh kamu? HAHAH! Dia memang sahabat kamu tapi kamu tidak usah berlebihan dan kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya bahwa kita menjalin hubungan sepasang kekasih."
Tanpa mereka sadar sedari tadi seorang gadis menyaksikan, mendengar semua perdebatan mereka, Air mata itu kembali turun dia sangat tidak suka dengan air matanya yang mudah turun begitu saja.
__ADS_1