
Udara pagi yang segar Membuat mata Nana terpejam saat menghirupnya. berhubung sekarang adalah hari libur dia sengaja bangun pagi supaya bisa lari pagi di taman komplek perumahan nya. Nana menggunakan celana manset baselayer panjang street legging warna hitam olahraga juga kaos oblong putih dan topi putih yang senada dengan kaos nya.
Nana mulai pemanasan di halaman rumah sebelum berlari menuju taman.
"Gaya-gayaan pengen lari." Ejek Al yang sedang mencuci mobil nya di garasi samping rumah.
Nana melirik sebentar ke Abangnya itu kemudian meneruskan pemanasan nya.
"Dihhh songong, Abang sendiri di kacangin." Ujar Al yang kesal tidak mendapat respon dari Nana.
"Nana lari dulu yah, kalau ada apa apa tekan 123." Celetuk Nana.
Aldio mendengus "Itu nomor polisi depan Nana." Jawab Al bete.
Nana menjawab dengan nada sewot " Siapa bilang nomor pak Toni, udah ah Nana mau lari bye!!!." Ujar Nana sambil berlari meninggalkan Al.
"Wahhh durhaka lo sama pak Rt." Pekik Al.
Nana hanya membalas dengan juluran Lidah.
Nana berlari santai menuju taman, di jalan dia banyak melihat orang-orang yang juga sedang melakukan hal yang sama seperti Nana. Langkah Nana berhenti saat melihat Rama yang sedang pemanasan di bawah pohon.
Ide jail muncul di kepala Nana.
Nana berlari memutar arah menuju Rama, kini Nana sudah ada di belakang Rama yang tengah pemanasan itu.
"HUAAA MAS AWAS ITU ADA TAWON!!!." Teriak Nana sengaja lalu ia ikut berlari lari ngga jelas seolah membuat Rama lercaya.
"Lo Gila?" Tanya Rama yang melihat Nana lari lari ga jelas.
Nana menghentikan Aksinya lalu melirik Rama alisnya menyatu "Lah lo kok ga kaget sih?" Tanya Nana mengabaikan ucapan Rama.
"Emang ngga, lo aja kali yang ide nya kurang rapi." Ejek Rama, Nana mendengus.
"Iya harusnya lo pura pura kaget gitu biar ga malu banget gue kan." Celetuk Nana sambil mengehepaskan dirinya ke atas bangku yang ada di belakang mereka.
"HAHAHA! Kasian deh makanya kalau mau jahilin orang itu pake teknik yang bagus dong jadi berhasil." Ujar Rama ikut duduk di samping Nana.
Nana Membuka topinya lalu mengibas-ngibaskan di depan wajahnya "Terserah lo deh gue males!." Pekik Nana kesal.
Rama tersenyum melihat tingkah laku Nana, ia mengacak lembut rambut Nana membuat sang pemilik mengembungkan pipinya bete .
"Ahhh rama Rambut gue jadi berantakan kan ngeselim deh!." Dengus Nana kesal.
"Beli es cream yuk, nanti udah itu gue anter lo balik." Ucap Rama, seketika mata Nana membulat mendengar kata es cream wajah ceria nya tempak terlihat jelas.
"Ayo!!." Ujar Nana berdiri dan berjalan duluan.
Rama yang melihat itu hanya menggeleng dan tersenyum "Andai lo tau Na, gue hanya ingin liat lo tersenyum bahagia bukan senyuman paksa yang lo selalu lakuin, itu membuat gue sakit."
"OIII! KATA NYA NGAJAK JAJAN ES CREAM KOK MALAH BENGONG SIHH??" Teriak Nana yang sudah lumayan jauh.
Rama berlari kecil ke arah Nana dan merangkul nya "Ayo My Princess." Ucap Rama.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan, banyak orang mengira jika mereka ini sepasang kekasih namun itu hal yang biasa untuk keduanya.
"Excuse me Ma'am, I want to order two Vanilla ice cream and chocolate. (Permisi Mbak, saya ingin memesan dua es krim Vanila dan coklat)." Ucap Rama kepada si penjual es cream.
"ok sir, please wait a moment." Ujar pelayan itu, Rama mengangguk dan duduk di samping Nana.
Tak lama pesanan mereka datang Nana dengan antusias memakan es cream itu dengan nikmat, Rama pun ikut senang melihat Nana tersenyum itu.
"HAHAH! lo itu udah gede, tapi cara makan lo kaya anak kecil." Tawa Rama pecah ketika melihat Nana memakan es cream nya belepotan kemana mana.
Nana tak membalas ucapan Rama ia fokus pada es cream yang ia genggam.
Rama terkekeh lalu mengambil tysue dan mengelap sisa es cream yang ada di ujung bibir Nana "Sini gue bersihin." Ucap Rama dengan wajah yang agak dekat dengan Nana.
Rama menjadi gugup sendiri berbeda dengan Nana yang tersenyum melihat tingkah laku Rama yang perhatian "Thanks." Ujarnya saat Rama menurunkan tangannya.
_o0o_
"Serius?, Serius lo jadian sama si Nata?"
"Ahhh lo kok ga bilang sih?"
"Kapan? Tanggal berapa nih?"
"Curang lo ah, diam diam menghanyutkan."
Pertanyaan demi pertanyaan Andri dan Iqbal lontar kan, Reval yang melihat itu hanya mendengus kesal sesekali itu terkekeh melihat ekspresi kedua sahabatnya itu.
Andri dan Iqbal pasalnya memang tak percaya karena Reval si cowo ini tak pernah terlihat dekat dengan siapa pun, sekali pun Nata Reval akan bersikap dingin. Namun terkadang takdir tak sesuai realita, Ada kalanya kita perlu bangkit dari masa lalu yang selalu menghantui kita, dan ada kalanya dari masa lalu ini kita belajar bahwa untuk mencapai masa depan itu di perlukan masa lalu.
"Habisnya lo di tanya ga jawab jawab kaya orang bisu aja lo!." Pekik Andri
Reval mendengus " Gimana gue mau jawab, orang kalian nanya nanya mulu."
"Kan kita kepo Reval Sayang." Ucap Iqbal sambil menyentuh dagu Reval dengan cepat dia menepisnya..
"Jijik gue!."
"Ya udah sekarang kasih tau donggg." Paksa Andri.
"Oke gue kasih tau, tapi lo diam!!." Reval mengancam keduanya membuat Andri dan Iqbal mengangguk.
"Jadii gue sama Nata jadian 5 hari yang lalu." Ucap Reval ia menarik nafasnya "Teru--"
"GILA!!! Selama itu? lo ngga kasih tau kita?" Teriak Iqbal memotong ucapan Reval.
Reval yang berada di sebelah nya menutup mulut Iqbal dengan tangannya"Suara lo tahan ogeb!."
Iqbal memukul tangan Reval kencang, Reval yang menyadari itu langsung melepaskan nya "Gila lo sesek gue! mana tangan lo bau Gila parah lo!." Pekik Iqbal menarik nafas.
"Sialan!!."
"HAHAH! udah udah, lanjut Val." Ucap Andri Sambil tertawa melihat kedua sahabatnya.
"Oke jangan potong omongan gue, gue nerima Nata meskipun gue belum cinta banget sama dia karena menurut gue cinta itu datang dengan seiiring nya waktu, jika dia jodoh gue insyaallah Allah juga bakalan kasih yang terbaik buat kita." Jelas Reval, Andri dan Iqbal mengangguk.
__ADS_1
"Terus emang lo bisa lupain sahabat kecil lo itu?" Tanya Iqbal.
Reval tersenyum "Gue ngga akan lupain dia, sekali pun gue nikah nanti jika dia belum balik gue bakalan selalu nunggu dia karena apa? dia lah orang pertama yang mengajarkan gue arti dari kehidupan, arti dari kasih sayang yang sebenernya dan arti dari menunggu seseorang dengan sabar."
Lagi lagi Andri dan Iqbal di buat kagum oleh sahabatnya ini "Bener val, lo ga boleh lupain sahabat lo itu. Gue yakin dia juga ngerasain hal yang sama kaya lo di sini, merindukan seseorang yang sangat berarti bagi kita dengan jarak yang jauh itu memang sulit. Lo harus percaya bahwa dia akan kembali." Ujar Andri merangkul pundak Reval.
"Sejak kapan?" Tanya Reval melirik Andri.
Andri menyeritkan dahinya "Sejak kapan? apa?"
"Sejak kapan lo belajar jadi orang bijak kaya gini?" Ucap Reval Membuat Andri mendorong tubuhnya, Iqbal terkekeh lalu mengacungkan jempol nya ke arah Reval.
"Sial lo!."
"Jadi intinya gue sama Nata bakalan jalanin dulu hubungan ini, karena gue ga tau apa yang harus gue lakukan kepada orang sebaik Nata itu, lo tau sendiri Nata lah yang selama ini berusaha mengembalikan jati diri gue yang sebenarnya." Lanjut Reval.
"Bener juga sih, tapi jika suatu saat si Nana itu balik ke sini dan tau hubungan lo sama Nata gimana? Gue yakin dia ngerasa sakit banget saat itu." Ucap Iqbal.
Reval memang belum memikirkan itu, ia tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya tapi jika jujur dia memang bingung di sisi lain dia sayang banget sama Nana di sisi lain dia juga di hadirkan sosok perempuan yang mencintai nya.
"Gue ga tau Bal, gue belum mikir sampai ke situ." Jawab Reval dengan nada yang lesu.
"So santai bro, lo jangan sedih kita akan bantuin lo kapan pun itu." Ucap Andri mencoba memberikan semangat.
Reval mengangguk " Oh iya, gue belum ngomong kalau lusa nanti gue izin satu Minggu." Ucap Reval membuat Andri dan Iqbal membulat kan matanya.
"Lo mau kemana? lari kawin?" Tanya Andri kaget.
Reval menginjak kaki Andri membuat sang pemilik meringis "Lo gila ini kelas oiii bukan hutan!."
Andri memegang kakinya yang merasa sakit "Aww biasa dong OGEB, lagian lo mau kemana ha?" Tanya Andri lagi dengan Nada yang sedang menahan sakit.
"Iya lo mau kemana?" Tanya Iqbal.
"Gue mau ke London, bokap gue ada bisnis di sana, awalnya gue nolak buat ikut tapi dia maksa dan nyokap dan adik gue juga ikut." Jawab Reval santai.
"Gila lo balik ke London parahhhh..." Ucap Iqbal sambil menggelengkan kepalanya.
Reval mengangguk "Iya, gue mau holiday cape belajar mulu."
"Sultan mah Bebas." Ucap Andri
"Bukannya sahabat lo itu ada di London yah?" Tanya Iqbal.
Reval melirik Iqbal sekilas "Hemm iya, tapi gue fa tau dia dimana." jawab Reval.
"Siapa tau bokap lo tau." Ucap Andri.
Reval menggeleng "Kalau bokap gue tau dari kemarin dia pasti ketemuan bro." Ujar Reval sambil menampilkan senyuman yang sulit di artikan.
"Sabar bro, lo harus yakin kalau lo bisa ketemu lagi sama dia." Ujar Iqbal Sambil tersenyum.
"Ada yang mau ke London nih, Oleh oleh nya jangan lupa yahh." Ucap seseorang yang datang dari arah timur.
"Nata!." Ucap ketiga cowo itu.
__ADS_1
Nata, cewe itu memang sudah ada dari awal, awalnya dia ingin bertemu dengar Reval namun karena mereka sedang membicarakan sesuatu Nata tak sengaja mendengarnya, hatinya memang bahagia ketika Reval berusaha membalas semua perasaan nya dan hatinya memang sedih ketika Reval tak akan melupakan sahabatnya itu.