Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 49 : Ternyata ini alasan kamu selalu datang terlambat


__ADS_3

1 Tahun kemudian...


| Reina |


Satu tahun berlalu, masa masa sulit pun berlalu begitu pun dengan masa masa indah. sudah satu tahun aku berdiri tepat di tanah kelahiranku, sejak lulus SMA di salah satu sekolah besar di London aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia menempati kembali rumah pertama yang aku tinggali.


Pada awalnya aku memang berniat untuk kembali, dan pada hari itu aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia begitu pun dengan Daddy dan Mommy sekarang Daddy sudah berkepala empat dan itu membuat nya sangat ingin menikmati masa masa tuanya bersama Mommy.


Sejak saat aku kembali ke Indonesia semuanya nampak berbeda, Aku bertemu kembali dengan Reval, kini kita satu kampus namun aku selalu merasa Reval dulu sudah hilang. sekarang Reval sangat berbeda hanya sedikit waktu yang kita habiskan berdua meski kita sudah satu Negara.


Aku bertemu dengan seorang perempuan bernama Nata, memang dulu di London kita pernah bertemu dan bertegur sapa. Namun aku tidak menyangka bahwa dia adalah Perempuan yang sangat dekat dengan Reval setelah aku.


Perusahaan Daddy yang di London kini di pengang kendali oleh Abang, dia harus bolak-balik London dan Indonesia untuk memantau perkembangan Saham perusahaan Daddy. Ngomong ngomong tentang Abang, dia sudah menikah lima bulan yang lalu, dengan siapa lagi kalau bukan sang pujaan hatinya itu.


Yak, Ais!! Abang menikahi Ais lima bulan yang lalu. Yah sudahlah sekarang dia menjadi kaka ipar ku dan tinggal bersama di Indonesia. Om Sihab dan Tante Aleen mereka menetap di London. Ais memang satu kampus dengan ku dan juga Reval , Ais memang sudah menikah namun Bang Al sama sekali tidak melarang Ais untuk melanjutkan pendidikannya.


Aku Sampai lupa dengan Fay dia sudah menikah dengan kak Reno, siapa sangka kedua orang yang sama sama cuek dan acuh kini bersatu dan membangun rumah tangga sekarang mereka menetap di Jerman. Kak Reno harus mengurus perusahaan milik orang tuanya di Jerman.


Begitu pun dengan Zel, dia baru saja bertunangan kemarin dengan Kak Demian sungguh hanya aku di sini yang masih sendiri.


Seperti biasa hari ini aku pergi ke kampus, aku sudah siap dengan Celana jeans panjang berwarna biru laut, baju croop putih, juga sepatu sneakers putih yang aku kenakan.


Aku menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan yang dimana mereka semua sudah berkumpul dan siap untuk sarapan pagi.


"Pagiii everyone..." Teriakku, berlari kecil mencium pipi Mommy dan Daddy.


"Pagi sayang."


"Pagi!."


Aku duduk di depan Bang Al, nampak Ais yang sibuk menyiapkan hidangan untuk kami semua, entah lah sejak kapan dia menjadi anak yang rajin juga pintar memasak.


"Pagi Kaka ipar!!." Dia tersenyum ke arahku lalu mencibir.


"Pagi ade ipar sekaligus sahabat tercintaaa." Sifatnya memang tak berubah dia selalu bersikap konyol, aneh dan gila di mana pun dan di hadapan siapa pun.


"Kak, lauk nya mau apa?" Tanya dia melirik Bang Al.


"Apa aja Terserah kamu." jawabnya lembut. sudah tak aneh aku melihat keromantisan keduanya.


"Lebay banget sih." Cibir ku melirik Bang Al, dia mendelik


"Sirik aja lu!." ketusnya.

__ADS_1


"owh iya Na, Kenapa Sudah satu bulan lebih Reval tidak pernah datang ke rumah? biasanya dia selalu datang." Tanya Mommy di sela sela makan ku.


Uhukk uhukk..


"Pelan pelan dong sayang, kenapa?" Tanya Daddy sambil menyodorkan satu gelas air yang langsung aku teguk.


Bagaimana bisa aku memberi tahu mereka kalau Reval selalu sibuk dengan Nata. Aku berfikir sejenak apa yang aku harus jelaskan.


"Reval selalu sibuk latihan berimain basket Mom!" Ujar Ais, aku bernafas lega ketika Ais mengucapkan itu. Hanya Ais lah yang tau semuanya tentang ku di Kampus.


"Oh baik lah, lanjutkan makannya sayang."


"Baik Dad."


_o0o_


Sedangkan di Tempat Ais, Pria bertubuh atletis itu menuruni anak tangga menuju ruang makan di mana para anggota keluarga nya telah berkumpul.


"Pagii Bun, Yah." Sapanya


"Pagi Kak."


"Kaka! kok aku ga di sapa sih." Celoteh gadis kecil yang tengah memegang garpu dan sendok itu.


"Pagi juga Kaka Reval yang tampan."


"Sudah kita makan dulu, udah gitu jangan lupa bawa bekalnya masing masing oke." Intruksi sang Bunda.


"Baik Bun." Jawab keduanya.


"Kaka anterin dulu Reva yah, Bunda harus mengantarkan Ayah ke bandara sekarang." Anita berjalan sambil menarik koper milik sang suami.


"Reva ngga mau!." Pekik Reva cepat, semua orang menatap gadis kecil bersergam Sekolah itu.


"Kenapa?" Tanya Abraham yang menuruni anak tangga.


"Reva ngga mau di antar oleh Kak Reval, Reva selalu telat jika di antarnya karena Kak Reval terlebih dahulu menjemput Kak Nata!." Jelas Reva dengan wajah yang kesal, Reval menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Memang benar, Hal rutin dia selama dua bulan ini menjemput Nata untuk pergi bersama. Anita dan Abraham melirik Reval dia tersenyum manis.


"Maaf Bun, Yah."


"Pokoknya Reva mau di antar oleh Pak supir saja!." Pekik Reva final.

__ADS_1


"Baik sayang, biar Pak Dodi yang mengantarkan mu nak. dan Kamu Kak Bunda mau bicara nanti pulang sekolah." Ucap Anita menatap Reva kemudian Reval.


"Sabar yah kak, siap siap ceramah SCTV akan mulai." Goda Abraham yang melihat muka pucat Reval.


"Ayah itu membela Reval atau menjerumuskan Reval ke Neraka Jahanam?"


_o0o_


"Pagiii Nana, Aiss!." Sapa kedua pria yang menghampiri keduanya.


"Pagi Iqbal, Andri." Jawab Nana dan Ais bebarengan.


"Reval belum datang?" Nana bertanya sambil celengak celenguk


"Belumlah, mana ada dia datang sendiri lo tau kan dia selalu menjemput Nata." Sahut Andri polos.


Nana mengangguk ada rasa tak enak dan tak Rela. Iqbal yang melihat itu merangkul Nana " Udah lah, jangan terlalu di pikirin oke. mendingan sekarang kita ke kelas yu." Nana tersenyum Lalu mengangguk.


"Jauh jauh tangan lo dari Sahabat gue!." Pekik Ais menepis kasar tangan Iqbal yang berada di pundak Nana.


Sejak Nana pindah ke Indonesia Reval memperkenalkan Iqbal dan Andri kepada Nana. Satu tahun bersama Membuat Andri dan Iqbal memahami semuanya mereka dapat melihat cinta yang besar di mata Nana untuk Reval dan cinta Reval untuk Nana namun kasih sayang Reval tidak di berikan untuknya melainkan gadis lain.


Sejak saat itu Iqbal dan Andri merasa kasian kepada Nana, dia selalu bersedih ketika melihat Reval bersama dengan Nata. meskipun mereka tahu Reval dan Nata pacaran tapi mereka tak tega untuk memberi tahu yang sebenarnya kepada Nana.


"Na! promoin dong Instagram gue biar terkenal kaya lo." Ujar Andri sambil memainkan Handphonenya.


"Lo apa apaan sih! seharusnya lo ngga boleh gitu, tapi... kalau Nana mau gue juga dong sekalian."


"Gila lo!!! bilang aja lo juga mau ga usah banyak cingcong!!"


"Hei!! emang siapa yang mau? Orang Nananya juga ga mau!!" Pekik Ais memisahkan keduanya.


"Yahhhhh..." Dengus Andri dan Iqbal.


"eh itu Rev....vall." Tunjuk Iqbal tapi suaranya mengecil ketika melihat Reval datang dengan menggandeng tangan Nata.


Nana yang melihat itu meremas keras tangannya, semua mata tertuju pada Nata dan Reval yang berjalan ke arahnya.


"Haiiiii." Ucap keduanya Riang.


Andri dan Iqbal melirik Nana, Ais merangkul Nana seraya memberikan semangat. Nana tersenyum ke arah keduanya.


'Ternyata ini alasan kamu selalu datang terlambat.' Batin Nana.

__ADS_1


"Kok pada bengong sih?? why???" ucap suara lembut milik Nata.


__ADS_2