
Ais kembali menetralkan wajahnya "Terserah, dan bukannya kak Al benci sama Ais kan?? Ngapain di sini pake nangis nangis segala kemarin." Ketus Ais.
________
Al menunduk dia benar benar menyesal dan merasa bersalah, Ais yang melihat itu merasa heran sendiri.
"Why? loh kok diem sih bisu?" Pekik Ais.
Al memengang tangan Ais dan itu membuat dia merasa kaget sekaligus heran pasalnya baru kali ini Al benar benar menunjukkan sikap lebih di hadapannya. Ais ingin melepaskan genggaman nya namun sulit Al justru mempererat genggaman nya.
"Maaf." Itu lah yang Al lontarkan dengan menatap mata Ais.
"Iya lah harus minta maaf, kan lo yang salah ya kali gue." Celetuk Ais.
"Ternyata kamu tumbuh jadi gadis yang cantik Sya."
Ais mendelik "Please deh kak, jangan panggil Syasya aku tuh Aisha toh panggilan aku juga Ais bukan Syasya jangan ngaur deh."
"Aku udah tau semuanya kok."
"Oh udah ta-- APA??? TAU SEMUANYA??!! KAKA UDAH INGAT??." Teriak Ais kencang.
Al mengangguk dan tersenyum "Iya aku udah tau semuanya, dan mohon maafkan aku. Aku tidak menyangka bahwa kamu syasya yang aku rindukan selama ini."
"Cih, Bohong banget."
"Seriuss emmm." Melas Al, Ais menjauhkan tangannya dari genggaman Al.
"Kak! sumpah jiji gw liatnya." Pekik Ais,
'Ya Allah bersyukur banget gw kemarin di tusuk sama si Faras ternyata itu membuat kak Al berubah wkwkk.. tapi sakit juga.' Batin Ais Sambil tersenyum.
Al yang melihat itu menatap heran gadis di hadapannya "Are you oke?" Ais tersadar dan tersenyum manis ke arah Al.
"Yess sangat okeee." Ucap Ais.
"Aku suka kamu." Ucap Al cepat.
Ais membeku di tempat mendegar ucapan Al barusan, tapi dirinya masih tak ingin percaya begitu saja "HAHAH!! apa kak? Ais ga salah denger? ihh kaka apaan sih jangan bercanda deh. Ais tau kok Kaka cuman kasihan sama Ai--ss."
Hap.
Al memeluk Ais kencang, Ais lagi lagi membeku di tempat menatap kosong, pikirannya kemana mana.
__ADS_1
"Aku serius." Ucap Al yang masih memeluk tubuh Ais.
Al melepaskan pelukannya "Aku serius mencintai mu."
Ais menahan tawanya "HAHA! jadi ceritanya Kaka nembak Ais nih? Hahah ga ada romantis romantisnya banget sih."
Al membenarkan hijab Ais yang sedikit ke samping "Lebih tepat aku melamar mu, dan soal itu maaf aku bukan orang yang romantis."
Ais membulatkan matanya "HAHA!! APA?? MELAMAR?? Masih jauhh kak Ais masih kelas 12 Apaan sih main lamar lamar aja." Pekik Ais menyembunyikan senyuman.
"Busettt!! Mamiii!! Papii!! ada yang ngelamar Ais nihh ya ampun gw bener bener di buat terbang gila parahhh." Teriak Ais dalam hati.
"ASSALAMUALAIKUM!!!! CIEEEEEEE!!!." Nana, Rama, Zel, Demian, Reno, dan Fay datang mengangetkan Ais berbeda dengan Al yang terlihat tenang.
"Wa-- wa-- WAALAIKUMSALAM OIII!! BISA GA SIH GA USAH TERIAK TERIAK GANGGU GUE AJA LO!!!." Awalnya Ais menjawab dengan berbata bata karena kaget namum dia tersadar mereka sudah mengganggu moments ini.
"Wahhh galak nih yang udah di lamar Seseorang!." Ucap Nana yang duduk di samping Ais.
"Apaan sih lo!!." Ketus Ais.
"Jadi kita ganggu nihh." Ujar Demian melirik Ais dan Al.
"Ehhhh ngga kok Kak, salah." Ucap Ais menggaruk tenguk yang tidak gatal
Ais tersenyum lalu mengangguk "Baik baik aja, cuman masih suka sakit aja sih Sedikit doang." Jawab Ais, Rama mengangguk.
"Terus giamana hati lo? senang ga?" Tanya Zel sambil menaik turunkan alisnya.
"Senang?? Ohh pasti donggg." Jawab Ais enteng, semua orang terkekeh.
"CIEE!!!."
Ais tersadar dengab ucapannya "Astaghfirullah mak- maksud gue iya senang karena kan gue udah sembuh gitu."
"Bacot Lo!!." Ketus Reno.
"Jadi gimana Lamaran Bang Al di terima ngga?" Tanya Nana menyenggol lengan Ais.
"Gue bingung, kita kan masih sekolah."
"Aku akan menunggu mu."
Deg, ucapan Al membuat Ais blushing Seketika dia menyembunyikan nya dengan menunduk.
__ADS_1
"Tapi Mami sama Papi?" Ujar Ais bingung, Al tersenyum lalu mengelus kepala Ais.
"Kita udah setuju." Celetuk seseorang yang berjalan dari Ambang pintu, semua orang menoleh terlihat Aidan, Gina, Sihab dan Aleen yang menggendong Baby Ab.
"Mami papi.." Lirih Ais.
"Kita setuju kok, itu gimana kamu sayang jika Al ingin melamar mu dulu tidak apa lagian ga masalah kan bentar lagi Ais lulus kan dan Al? dia juga udah selesai kuliah nya." Ucap Sihhab, Aus melongo tak percaya.
"Terima jika kamu cinta sama dia." Ucap Aleen tersenyum.
"Jadi giaman Nihh?" Tanya Fay gemas.
Semua orang menatap Ais dengan penasaran, Ais meneguk ludahnya kasar.
"Ngga!!." Ucap Ais membuat semua orang membulat terutama Al yang berada di hadapannya.
"Kok kamu nolak sih?? bukannya lo suka sama Bang Al? kok lo nolak sih?" Tanya Nana yang seketika berdiri begitu saja.
"Ais why? apa kamu belum bisa memaafkan ku? I'm sorry." Ucap Al.
Ais mendengus "Bukan gitu, Ais ga mau di lamar Seseorang di rumah sakit kaya gini, ini ngga banget tau ga?? nih yah Ais baca di novel novel terus di film film korea Lamaran itu di adakan di tempat romantis buka rumah sakit, kesel dehh." Pekik Ais, membuat semua orang mendegus.
Nana mengepalkan kedua tangannya di depan wajahnya kesal "Lo minta di buang kemana? Citarum?? Atau negeri Antah berantah??"
"HAHAH!." Tawa mereka pecah.
"Tapi kamu Cinta kan sama Al?" Tanya Aidan memastikan.
Ais mengangguk antusias "SUKAAAAAAA BANGETTTT CINTAAA BANGETT PAPA MERTUA!!." Teriak Ais bahagia, dia lupa bahwa dirinya masih belum boleh banyak berbicara dan bergerak sehingga membuat perutnya sakit.
"Awww!!." Ringisnya saat merasakan perih yang hebat di perut nya, semua orang panik terutama Al.
"Kamu kenapa??" Ucap Al panik.
"Sayang kamu kenapa??" Tanya Sihhab
Ais Menggeleng dan tersenyum "Aku ngga apa apa kok, ini cuman sakit sedikit aja." Jelas Ais, semua orang mengangguk.
Al tersenyum dia memajukan wajahnya dan mencium kening Ais Membuat Ais menutup matanya.
"OIII BUKAN MUHRIMMM OIII!!!." Teriak Nana, Fay dan Zel bebarengan.
"Maaf Khilaf!." Ucap Al singkat.
__ADS_1
"HAHAHHA!!."