
Cinta itu sudah selayaknya seperti pelajaran bahasa inggris, bukan hanya teori saja tetapi juga praktik.
-Reina Putri Claretta Jasmeen.
Banyak perubahan yang terjadi. Waktu pun terus berputar. Tapi kita tak pernah lupa dari mana kita berasal. Kita akan selalu mengingat pengalaman-pengalaman yang lalu yang telah mendewasakan kita. Dan saat bisa bertemu sahabat lama dan keseruan yang dirasa masih sama, itu jadi pengingat bahwa dulu ada masa-masa sulit yang pernah kita lalui dan kini kita berhasil melewati semua.
Seperti yang di rencanakan sebelumnya, Abraham dan Aidan sudah berjanji untuk bertemu, kini mereka sudah berkumpul di sebuah Restoran Mewah di London. Haru itu yang mereka rasakan selama bertahun-tahun tak bertemu dan saling sapa akhirnya takdir mempertemukan kembali mereka.
"Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi Gin!." Ucap Anita yang duduk berhadapan dengan Anita.
Gina mengangguk "Benar, aku pun sangat merindukan kamu Ani."
"Gimana bisnis kamu bro?" Tanya Aidan sambil menyeruput kopinya.
"Alhamdulillah lancar lancar aja Sob." Jawab Abraham.
"Bay the way Nana dan Al kemana yah kok belum sampai sih?" Tanya Anita celengak celenguk.
Gina tersenyum "Mungkin sebentar lagi, biasa mereka habis happy happy sama teman temannya." Jawab Gina.
Anita mengangguk"owh gitu."
"Terus Reval mana kok belum datang juga?" Tanya Aidan melirik Anita dan Abraham.
Abraham dan Anita saling memandang "Dia lagi nemenin adiknya bermain dulu di lantai bawah."
"What!!! Adik." Gina dan Aidan bebarengan.
Abraham dan Anita mengangguk lagi "Iya."
"Kalian punya anak lagi?"
"Kapan, kok lo ngga kasih tau gue sih Bro."
"Ani!! kamh serius punya anak lagi? cewe apa cowo?"
Pertanyaan demi pertanyaan mereka lontarkan Membuat Anita dan Abraham terkekeh.
"Kok kalian ketawa sih? gue serius loh." Pekik Aidan kesal.
"Kalian sudah tua masih aja cerewet dan bawel kaya dulu." Ujar Abraham.
"Jadi Gimana donggg." Ucap Gina gemas.
"Jadi sebenarnya dia bukan anak kandung gue."
"What!!!!."
"Jadi gini ceritanya...."
Abraham menjelaskan dengan santai, Membuat Gina dan Aidan mengangguk mereka juga merasa sangat sedih mendengar cerita Abraham tentang Reva itu.
| Reina POV |
Hari yang sangat melelahkan bagi ku, hari ini setelah selesai bermain bersama teman teman aku harus bersiap kembali untuk ikut ke acara Daddy. Aku masih bingung acara apa ini sehingga Mommy juga ikut dann Abang juga.
"Abang duluan aja, kayanya hp Nana ketinggalan di mobil deh." Ucapku yang mencari handphone di dalam tas.
ckk kenapa ketinggalan sih bikin ribet deh, kesal ku. memang aku sangat sangat kesal kalau udah gini
Bang Al melirik ku lalu membuang nafas jengah "Ya udah sana, nih kuncinya cepet!!." Aku merebut kunci yang ada di tangan Bang Al lalu berlari menuju lift agar cepat sampai parkiran bawah.
sampai di bawah aku berlari menuju parkiran mencari mobil sport hitam milik bang Al.
"Huuhhh cape banget,, awww." Ringis ku saat dada ku merasa sesak, aku yakin penyakit ini kambuh lagi dengan sekuat tenaga aku mengatur nafasku.
__ADS_1
Setelah lama di dalam mobil dan mengatur nafasku tiba tiba Ponsel ku berdering tertera nama "Abang Es."
"**Assalamualaikum, hallo de kamu dimana sih?"
Aku menarik nafasku "Aku ke sana sekarang bang."
"Kok suara kamu beda? kamu sakit*?"
*Aku menarik nafas kembali "Ngga kok kak, cuman Nana sesak aja sedikit, Sekarang Nana naik nih tunggu jangan bawel."
"Kamu yakin? yah udah Abang tunggu."
Aku menutup teleponku dan memasukkan nya kedalam tas lalu ke luar dari mobil dan berjalan ke dalam mall dengan pakaian yang Mommy pilihkan untukku rok putih atas lutut juga baju lengan pendek berwarna biru laut tas biru yang menggantung di bahu ku.
Di sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang memperlihatkan ku, tak aneh sih secara kan aku ini selebgram wkwkwk.
'**Itu kan selebgram yang terkenal itu.'
'Cantik banget yah aslinya.'
'Calon istri gue itu.'
'Jangan terlalu ngarep cuy, anak bu susan aja lo ngga dapet apa lagi tuj cewe.'
'Sialan lo.'
Aku menunduk dan tersenyum.
| Restoran |
"NANA!!." Teriak seseorang aku menoleh.
Deg...
hingga tanpa sadar buliran bening lolos di pipiku "Bunda Nana kangen Hiks." Isakku di dalam pelukan nya.
jangan tanya kenapa aku begitu manja dengannya, banyangkan saja dari baby aku bersama bunda ketika Mommy menemani Daddy keluar kota.
Bunda Anita mengeraikan pelukkannya lalu mengusap air mataku dengan ibu jarinya "Udah jadi anak besar dan cantik ngga boleh cengeng dong." Ucapnya aku tersenyum lalu kembali memeluk Bunda Ani.
"Sob, Nana tumbuh jadi anak yang cantik yah sama kaya Al yang tumbuh jadi anak tampan." Ujar Ayah Abraham kepada Daddy.
"So pasti mereka mirip kita berdua iya ga sayang." Ucap Daddy sambil merangkul Mommy, udah tua juga kalian tuh.
Bunda kembali mengeraikan pelukkannya "Nana udah jangan nangis sekarang duduk dekat bunda yah." Ucapnya aku mengangguk dan duduk di dekat Bunda.
"Lebay banget." Pekik seseorang yang bernada dingin dan datar siapa lagi kalau bukan manusia es itu.
Aku mencibir "Biarin suka suka, iri bilang bos."
"Udah ketularan kekei bukan boneka kamu de."
aku membulatkan mata parah emang nih bocah "Emang Abang mau punya adik kaya kekei?"
"Kan kamu bukan adik Abang."
Aku mendelik kesal "Serah ah."
"Hutsss udah dong malah berantem kalian ini." Ujar Daddy, aku mengulurkan lidah ke depan bang Al.
"Ayah, mana Reval?" Tanya ku, sungguh aku merindukan nya aku harap kali ini adalah kesempatan baik buat ketemu dengannya.
"Dia lagi ngajak adik nya ber--"
__ADS_1
"MAAF AKU TELAT!!."
Kita semua menoleh ke arah sumber suara itu, nampak Pria tampan dengan jaket hijau rumput juga kaos putih polos tengah berjalan menghampiri meja kami dengan menggandeng tangan kecil milik gadis kecil yang cantik itu.. haaa? tunggu itu kan... Reva kok ada sama cowo itu dan cowo itu?...
Deg..
bukan kah itu Reva bersama cowo yang aku ketemui di mall waktu itu bersama Ais, tapi ngapain? kenapa? apa jangan-jangan...
"KAKA CANTIK!!." Teriaknya, aku membulatkan mataku ternyata itu benar Reva.
bugh..
Dia memeluk tubuh ku erat, aku menatap orang orang di sekeliling ku mereka menatap aku dan Reva heran.
"Bukan kah kah kamu yang kemarin menolong Reva hingga pingsan tak sadarkan diri?" Ujar Pria yang berada di belakang Reva.
Aku menatap nya, tapi kenapa di saat aku menatap matanya aku merasa bahwa sosok yang aku rindukan selama ini ada di depan ku.
"Kaka kenapa kaka ada di sini?" Tanyanya, Aku kembali bingung dan menatap Reva, siapa Reva sebenarnya."
Aku tersenyum dan berjongkok "Kaka di sini sedang ada acara keluarga sayang, lah kamu ngapain di sini?"
"Aku di sini bercama Ayah ama Unda Kaka." seketika jantung ku berdetak lebih kencang apa Ayah sama bunda? apa jangan-jangan...
"Om Aidan, Tante Gina kaliannnn?" Ujar Pria itu nampak heran, aku pun heran kenapa cowo ini bisa kenal sama Mommy and Daddy.
"Iya Reval ini Kami, dan ini Bang Al dan.."
"NANA!!!." Ucapnya menatap ku, Reva sudah di gendong oleh Bunda Ani.
"REVAL!!." lirih ku tak percaya.
Bagaimana bisa? selama ini aku selalu merindukan nya, selama ini aku selalu menunggu moment ini, dan akhirnya semua mimpi ku menjadi nyata aku melihat sahabat kecil ku berdiri di depan ku dengan kata bukan kecil lagi dia tumbuh menjadi sosok yang sangat tampan.
Lagi lagi buliran bening jatuh bebas di pipiku, betapa bahagianya hari ini, hari dimana aku bisa kembali melihat nya, bertahun tahun sudah aku menunggu dan menantikan momen seperti ini.
Dia berjalan ke arah ku, tepat di depan ku tangannya mengusap air mataku yang jatuh ingatanku kembali kepada 12 tahun yang lalu, ketika tangan kecil itu menyentuh dan menyeka air mataku, aku mengingat itu, aku tersenyum dan memeluk erat tubuh kekar milik nya sekarang.
"Reval hiks..."
| Revaldi POV |
"NANA!!."
"REVAL!!."
Sekian lama sudah aku merindukan sosok gadis kecil ku ini, sahabat sekaligus penyemangat hidup. jujur ternyata dia adalah sosok yang sangat familiar, seorang Selebgram cantik itu ternyata dia, orang yang menyelamatkan Reva juga ternyata Nana.
Tapi bagaimana bisa aku tidak mengenali padahal beberapa kali kita bertemu.
Aku tersenyum ke arahnya "Nana, benar ini kamu?" Tanya ku, Dia mengangguk sambil tersenyum lalu memeluk ku lagi erat.
"Akhmmm sampai kapan mau pelukan mulu, disini banyak orang loh." Ujar Bunda, aku mengeraikan pelukkannya dan menatap wajah Nana yang sudah sangat berubah.
Aku tersenyum ke arah bunda "Biarlah seperti ini dulu bun."
Nana menatap ku dengan senyuman yang mengembang di bibirnya "Akhirnya aku dan kamu bertemu." Ucapnya Aku tersenyum lalu mengacak rambutnya gemas.
_______________
****Bagaimana episode kali ini???
Jangan lupa vote, Rate and like juga itu sangat membantu author loh!!.
__ADS_1
Dan maaf baru up kembali, karena author sibuk dengan Sekolah online yang tugasnya ga kira kira.
Sampai ketemu di episode selanjutnya 😍😍**