
Satu minggu berlalu, Ulangan untuk para siswa pun selesai. Hasil memuaskan untuk para pelajar pintar namun tidak untuk para pelajar yang biasa. Seperti biasa Nana dan teman temannya lah yang menjadi juara kelas.
Selain tampan dan cantik mereka juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Hari ini mereka menghabiskan waktu bersama di cafe Mommy Rama, Aldio pun ikut karena Aidan yang menyuruh tentu dia tidak sendirian melainkan Reno dan Demian juga ikut serta.
"Cieeee yang juara satu ahhh.." Ujar Ais menyenggol bahu Nana dari samping.
Nana memutar bola matanya jengah melirik gadis berhijab so imut ini "Biasa aja." Ujarnya.
"Congratulation Na!." Ujar Zel dan Fay berbarengan.
"Selamat Dede Nana, Princess nya Abang Al." Sahut Reno dan Demian bersamaan.
"Lebay!." Cibir Rama sambil menyeruput minuman nya.
"Lo mah sirik aja ah." Timbal Reno yang di acuh kan oleh Rama.
"Thank you so much.." Ucap Nana.
"Congratulation De!." Sahut Al sambil memberikan peaper bag ke arah Nana.
Nana tersenyum dan mengambil peaper bag itu "Makasih kak, apa nih isi nya?" Tanya Nana sambil melirik Al.
"Buka aja."
Nana membuka peaper bag itu dan seketika matanya membulat senyuman manis terukir di bibir mungilnya "WAHHHH ABANG INI NOVEL NOVEL YANG NANA MAU EMMM." Teriak Nana antusias dan memeluk Aldio.
Aldio tersenyum setidaknya ia bisa melihat adiknya itu benar-benar merasakan kebahagiaan, ia membalas pelukannya dan mencium kening sang adik.
"Ahkmmm kok kalian ga ngucapin ke gue sih." Celetuk Ais sambil memasang wajah cemberut nya.
Semua orang melirik ke arahnya "Emang lo juara kelas?" Tanya Reno.
"Juara kok." Jawab Ais yakin.
Reno melirik Nana, Fay, Zel dan Rama bergantian
"Kok muka kalian aneh, kaya nahan buang angin gitu." Ucap Reno sambil memincing kan kedua matanya. Mereka semua menggeleng pelan sambil menahan sesuatu.
"Emang lo juara berapa?" Tanya Demian melirik Ais.
"Yaaa Alhamdulillah lah masuk 20 besar segitu juga bersyukur kok." Jawab Ais polos sambil di serangi senyuman manisnya.
Reno, Demian dan Al saling menatap lalu menatap Ais dan menggeleng kan kepalanya.
*Satu
dua
tiga*
"HAHAHAHHA!." Tawa ke-empat orang itu pecah yang di ikuti oleh Reno serta yang lain.
__ADS_1
"Ketawaaa aja terus ketawaaa!!." Pekik Ais sambil cemberut.
"Uhhhh sayang udah dong... lo kalau gitu tambah jelek." Fay mengelus Kepala Ais yang tertutup hijab itu.
"Hahah!!! Gue serius Is muka lo mirip Babon kalau gitu Hahah." Ucap Nana di sela tawa nya.
"Sialan!!." Tukas Ais sambil menekuk wajah nya.
"Udah udah kasian tuh bocah nanti mewek pengen balon." Sahut Rama sambil terkekeh pelan.
Tanpa mereka sadari Aldio sosok dingin dan datar ini mengangkat bibir mengukir senyuman manis yang jarang ia tampilkan.
Ia tersenyum ke arah perempuan berhijab itu yang tengah kesal dan membentuk wajah cemberutnya.
Nana yang menyadari Aldio tersenyum ke arah Ais membuat nya mengangguk ngangguk.
"Kenapa kepala lo? ngangguk ngangguk gitu udah kaya Boneka hiasan mobil aja." Celetuk Demian yang tak sengaja melihat Nana.
Nana menggeleng "Ngga, gue cuman lagi liat sejarah aja sosok es bisa mencair juga." Ucapnya sambil melirik Al yang terlihat gugup itu.
"Makan keburu dingin." Ujar Al mengalihkan percakapan.
'Kok gue gugup gini sih cuman gara gara dengerin ucapan Nana tadi.' Al membatin.
Mereka semua menikmati makanan yang tersedia di Cafe Mommy Rama ini. sesekali mereka tertawa dengan candaan candaan yang mereka buat. Fay yang merasa tengah di perhatikan oleh seseorang membuat nya salah tingkah sendiri, ia tahu siapa yang sedang memperhatikan nya itu.
"Lo kenapa sih?" Tanya Zel bingung melihat temannya ini.
Fay menggeleng "Ngga apa apa cuman ngga enak aja, kaya nya di sini ada dua CCTV real yang dari tadi merhatiin gue mulu." Celetuk Fay menyindir Reno, membuat pria itu tersadar dan bergalak seperti biasa.
"Ngga ada kok." Jawab Fay melanjutkan Makannya.
Acara pesta kecil ini usai, semua nampak menyibukkan diri dengan gadget yang mereka punya berbeda dengan Nana yang sibuk dengan Novel yang di berikan Al tadi.
"Ehh bagaimana kalau lusa kita pergi ke taman bunga?" Usul Demian mengalihkan pandangan semua orang. "Itung-itung kita Refreshing habis Ulangan kan?" Lanjut nya.
"Boleh tuh!." Ujar Zelica semangat sambil mengacungkan jempol nya.
"Ayooo udah lama nih Nggak liat Alam." Ucap Ais antusias.
"Bukannya lo setiap hari liat Alam yah?" Tanya Nana melirik Ais.
Ais mendelik "Alam apa? ngga tuh!." Jawab Ais kebingungan.
"Alam semesta Oon." Ketus Al tanpa melirik.
"Kok Ais baru sadar yah?" Ujar Ais sambil menaruh telunjuk tangan nya di bawah dagu.
"Kan Elo OGEB!." Ucap Zel dan Demian bebarengan.
"GILA LU!!." Teriak Ais kesal.
__ADS_1
•°•°•°•°°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
"Aku suka sama kamu." Ucap seorang cewe berambut panjang lurus menatap pria yang selama ini ia perjuangkan dan ia idaman dari samping.
Kedua kaum hawa ini tengah duduk di taman kota sambil menikmati senja yang akan menghilang dari ufuk barat. Nata, cewe ini sudah mempersiapkan dirinya untuk mengungkapkan semua perasaan nya.
Reval cowo ini memang Nata dengan tatapan yang lekat, ia mengingat seberapa besar pengorbanan dan perjuangan seorang Nata ini untuk dirinya, perempuan yang selalu ada, memberikan support untuk nya, mengerti akan keadaanya.
Di sisi lain hatinya ia mengigat seseorang yang selama ini ia tunggu, yang selama ini ia rindukan yang menjadikan dirinya tetap sendiri untuk menunggu kedatangan, Nana. cewe ini selalu menjadi alasan Reval menolak hatinya untuk orang lain.
Ia kembali menatap ke arah lain, mengalihkan pandangannya dari pemilik mata hitam itu.
"Kenapa? kamu masih menunggu dia? yang ngga akan pernah tau kapan dia datang?" Tanya Nata dengan suara lemah, ia tak tau apa yang harus dia lakukan untuk menaklukkan hati seorang Reval.
"Kamu harus buka hati Reval, kamu harus membuka lembaran baru untuk hidup kamu. sampai kapan? sampai kapan kamu akan menunggu dia? sebentar lagi sekolah kita usai, kamu akan terus begini? menunggu dia yang ngga pernah pas--."
"CUKUP NATA!." Pekik Reval, ia tak ingin sosok yang ia rindukan selama ini di mendapatkan ucapan buruk seperti itu. iya yakin bahwa Nana akan kembali kepadanya. Namun ia juga harus bisa membuka lembaran baru yang akan mengisi masa depannya.
'Benar kata Nata, aku harus bisa membuka lembaran baru, aku juga harus berusaha untuk tidak terlalu berharap kedepannya. tapi aku janji Na!! Aku janji, aku bakalan nunggu kamu sampai kapan pun, karena kamu adalah seseorang yang berarti bagi ku dari apa pun itu.' Batin Reval ia mengusap wajahnya kasar.
Sangat sulit untuknya menerima keadaan ini.
"Kenapa? Aku salah suka sama kamu? aku cinta sama kamu? Aku sayang Val sama kamu!! aku sayang.. hikss..." Tangis Nata pecah, ia tidak tahu harus bagaimana sekarang, ia sudah cukup bersabar selama ini dengan perasaan yang sudah ia pendam selama 3 tahun ini.
Reval melirik gadia itu lalu tangannya mengangkat mengusap lembut Air mata yang mengalir dari pipi mulus Nata. Rasa tak tega menyelimuti nya.
"Stop! jangan menangis, Aku akan berusaha membalas cinta mu itu." Ucap Reval sambil tersenyum, Nata menatap wajah Reval tak ada kebohongan di matanya, ia harus optimis dalam semua hal.
"Se-- serius?" Tanya Nata di tengah isakannya.
Reval mengangguk dan tersenyum "Tentu aku harua yakin, bahwa cinta akan tumbuh seiring waktu dan aku yakin bahwa dia juga akan kembali." Jawab Reval.
Nata tersenyum senang "Kamu benar? tapi... apa kah setelah dia datang kamu akan meninggalkan ku dan beralih kepada nya?"
Reval menggeleng dan tersenyum "Jika kamu yang di takdirkan untukku aku akan berusaha, namun jika Tuhan berkehendak lain kita bisa apa? selain menerima nya." Jawab Reval.
"Jadi kita pacaran?" Tanya Nata sambil tersenyum lebar, kini air matanya tidak kembali turun ia sudah di selimuti rasa kebahagiaan.
ini lah yang selama ini ia inginkan, ia harapkan bersama orang yang ia cintai.
Reval mengangguk "Yes dear." Jawabnya, Nata memeluk tubuh Reval erat Air mata nya kembali mengalir namun berbeda air mata ini adalah Air mata kebahagiaan.
"Dear?"
"Iya dear, karena kamu sekarang milik ku."
Entah apa yang Reval rasakan sekarang selain menerima Nata, ia sudah yakin pada tujuan nya. ia akan menunggu Nana, ia juga akan berusaha untuk membalas semua perlakuan Nata selama ini untuk nya.
"Terimakasih banyak Dear, thank you so much love." Ucap Nata.
'Apa benar ini pilihan ku?.'
__ADS_1
Sebenarnya cinta ialah suatu keadaan di mana kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaan diri sendiri.
- Revaldi Reynand